Saran Pakar Bila Mengalami Berat Badan Stagnan

Febrian AdiFebrian Adi - Kamis, 26 Januari 2023
Saran Pakar Bila Mengalami Berat Badan Stagnan

Pakar berikan penjelasan kenapa berat badan bisa stagnan. (Foto: Unsplash/Volodymyr)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SALAH satu hal yang susah dilakukan adalah menurunkan berat badan. Bahkan beberapa orang mungkin pernah mengalami kesulitan untuk menurunkannya hingga terlanjur mengalami obesitas.

Laman Antara melansir, Selasa (24/1), Scinece Alert mengungkapkan bahwa tubuh manusia adalah mesin yang sangat efisien. Tubuh mengerahkan berbagai mekanisme saat merasa terancam. Oleh karena itu, seseorang mengurangi asupan kalori, tubuhnya merasakan penurunan berat badan dan menganggapnya sebagai ancaman.

Akibatnya, tubuh mengurangi laju metabolism dan membakar lebih sedikit energi atau dengan kata lain memperlambat laju penurunan berat badan.

Baca juga:

Ketatnya Aturan Berat Badan Ala Tiga Agensi Besar Industri K-Pop

Kenapa berat badan stagnan. (Foto: Unsplash/I Yunmai)

Menurut penelitian, stagnansi penurunan berat badan terjadi antara tiga dan enam bulan. Biasanya berakhir dengan penambahan berat bada. Namun, ini tidak berarti bahwa seseorang menyerah begitu saja. sebenarnya ada beberapa cara untuk mengelola masalah stagnansi penurunan berat badan selama diet.

Menurut Ketua Charles Perkins Center Research Program di University of Sydney Nick Fuller seperti disiarkan Medical Daily beberapa waktu lalu. Pertama, pikirkan kembali tujuan penurunan berat badan. Fuller mengatakan aspek terpenting dari penurunan berat badan adalah mengetahui definisi berat badan yang sehat.

Fuller menambahkan, banyak orang menggunakan indeks massa tubuh (IMT) untuk menetapkan tujuan penurunan berat badan mereka, tetapi angka pada timbangan, dan skor yang dihasilkan saat seseorang memasukkan berat dan tinggi badan ke dalam kalkulator IMT, tidak masuk akal.

“Itu tidak menceritakan keseluruhan cerita tentang apa artinya menjadi berat badan yang sehat. Ini karena IMT tidak memperhintungkan presentase lemak tubuh dan distribusi lemak tubuh,” tuturnya.

Baca juga:

Cara Menghitung Berat Badan Ideal Perempuan

Beberapa cara untuk melihat berat badan ideal. (Foto: Unsplash/Diana Polekhina)

Melakukan olahraga teratur bisa menyebabkan penambahan otot. Rasio otot-ke-lemak yang dihasilkan akan berdampak pada pengukuran berat badan. Karena otot lebih berat daripada lemak tubuh. Juga, distribusi lemak dapat berubah karena rencana berat badan. Olahraga bisa mentransfer jumlah lemak tidak sehat yang tersimpan di sekitar pinggang lebih dekat ke organ, yang bagus untuk mengurangi risiko penyakit.

“Berusahalah dengan lingkar pinggang sekitar 80 cm utuk wanita dan sekitar 90-94 cm untuk pria,” saran Fuller.

Adapun cara lainnya yaitu jangan melewatkan waktu makan. Puasa intermitten atau melewatkan searapan dikatakan sebagai kebodohan besar. Jumlah makanan dan waktu makan memainkan peran penting.

“Studi penelitian terkontrol menunjukkan waktu sarapan yaitu ketika tubuhmu paling baik menggunakan kalori yang kamu masukkan sebenarnya. Ini membakar kalori dari makanan dua setengah kali lebih efisien di pagi hari dibandingkan dengan malam,” jelas Fuller.

Selanjutnya, tinjau asupan makanan yaitu harus sepadan dengan berat badan. Karena berat bada yang lebih sedikit berarti tubuh membutuhkan lebih sedikit bahan bakar untuk menjalani hari. Secara umum, seseorang perlu mengonsumsi 10 persen lebih sedikit kalori saat menurunkan berat badan hingga 10 persen, hanya untuk mempertahankan berat badan baru. (far)

Baca juga:

Cek Berat Badan Ideal Anda dengan Rumus Ini

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan