Said Anggap Wajar Edy Rahmayadi ke Jakarta Cari Dukungan PDIP

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Senin, 05 Agustus 2024
Said Anggap Wajar Edy Rahmayadi ke Jakarta Cari Dukungan PDIP

Ilustrasi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Foto: Antara/Andika Wahyu

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Said Abdullah angkat suara terkait kabar Edy Rahmayadi yang dikabarkan bakal mampir ke Jakarta untuk menyambangi markas partai berlogo banteng moncong putih.

Said mengaku belum mendapat konfirmasi. Meski demikian, ia menilai langkah Edy untuk mampir ke Jakarta sebagai hal yang wajar guna mencari dukungan di Pilkada 2024.

"Kalau Pak Edy ke Jakarta bertemu dengan DPP PDIP, ya itu bagian dari silahturahmi untuk mendapat dukungan supaya PDIP mengusung. Kan biasa setiap calon roadshow," ujar Said di kompleks parlemen, Senayan, Senin (5/8).

Ia tak menjawab terkait apakah PDIP bakal mengusung Edy dalam rangka menghambat calon gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution memenangkan kontestasi.

Baca juga:

Respons PDIP Soal Ridwan Kamil Disinyalir Maju Pilkada Jakarta

Akan tetapi, dirinya mengingatkan agar Pilkada 2024 menjadi kontestasi yang sehat. Ia juga menilai kemenangan melawan kotak kosong sebagai hal yang biasa saja.

"Kami tidak melihat apakah Mas Bobby mau kotak kosong atau tidak, yang terpenting adalah ada kompetisi yang sehat di tingkat Pilgub di seluruh Indonesia di 38 provinsi," tuturnya.

"Bahwa pada akhirnya ada kotak kosong, katakanlah melawan kotak kosong gitu lho. Ya, kita memandanginya biasa-biasa saja," imbuhnya.

Meski demikian, Said mengingatkan soal partai politik berhak mencalonkan tokohnya masing-masing, khususnya PDIP yang bisa mengusung calon sendiri.

Baca juga:

Lewat Peringatan Kudatuli PDIP Ingatan Kader Soal Serangan Otoriter ke Partai

Ia mengatakan PDIP bakal mengusng tokoh yang berbeda dari jagoan Jokowi. Akan tetapi, ia menilai hal tersebut bukan berarti melakukan perlawanan terhadap pemerintahan.

"Kalau PDIP punya calon berbeda dengan Bapak Presiden Jokowi. Tiba-tiba kemudian dianggap bahwa PDIP melawan Jokowi. Padahal kebijakan berbeda itu sesuatu yang normal," ujarnya.

Menurutnya, demokrasi memberikan tempat untuk berbagai perbedaan. Said juga mengatakan PDIP punya pola rekrutmen yang berbeda guna menghasilkan calon gubernur tepat.

"Insya Allah PDIP akan mengularkan calon sendiri sebatas kemampuan yang akan dilakukan," pungkasnya. (pon)

#PDIP
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Perkembangan kasus ijazah Gibran terkini mencakup putusan MK, wacana pansus dan hak angket DPR, respons Jokowi, hingga pengaduan ke Bareskrim.
ImanK - Minggu, 11 Oktober 2026
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Indonesia
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Pertemuan tersebut merupakan lanjutan setelah kedua tokoh bertemu pada Senin (28/9) malam.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Indonesia
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia di usia 73 tahun, Sabtu (26/9). Ia meninggalkan karya dan lagu legendaris.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Indonesia
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Angka tersebut belum menjadi keputusan resmi karena masih dibicarakan secara informal oleh partai politik.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Indonesia
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Penaikan PT diperlukan untuk mendorong efektivitas kerja parlemen.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Indonesia
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Pelemahan benteng demokrasi tidak dilakukan melalui pengerahan militer atau perebutan kekuasaan secara paksa, tapi dilegalkan melalui instrumen hukum formal atau autocratic legalism.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Indonesia
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Pengerahan Kapal RS Laksamana Malahayati ini merupakan tindak lanjut dan arahan langsung dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Indonesia
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Tidak ada satu pun pasal di dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang mengenal istilah partai koalisi, partai oposisi, shadow cabinet maupun partai penyeimbang.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Agustus 2026
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Olahraga
Semarak HUT ke-81 RI, Soekarno Cup 2026 Resmi Bergulir di Surabaya
Soekarno Cup 2026 resmi bergulir di Surabaya sebagai bagian peringatan HUT ke-81 RI, yang digagas Prananda Prabowo
Wisnu Cipto - Senin, 10 Agustus 2026
Semarak HUT ke-81 RI, Soekarno Cup 2026 Resmi Bergulir di Surabaya
Indonesia
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Memasuki agenda utama, sesi bedah buku autobiografi jilid 2 dan 3 ini dipandu langsung oleh jurnalis senior Bambang Harymurti yang bertindak sebagai moderator
Angga Yudha Pratama - Minggu, 09 Agustus 2026
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Bagikan