Saham Sultan AMMN hingga BREN Keluar dari MSCI, OJK Janjikan Cuan Jangka Panjang

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 13 Mei 2026
Saham Sultan AMMN hingga BREN Keluar dari MSCI, OJK Janjikan Cuan Jangka Panjang

Ilustrasi (Pexels)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai keluarnya 18 saham asal Indonesia dari indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) merupakan dampak jangka pendek dari langkah pembenahan pasar modal. Transformasi ini bertujuan untuk meningkatkan integritas dan transparansi bagi para investor.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menjelaskan bahwa perubahan posisi saham Indonesia dalam tinjauan indeks terbaru adalah bagian dari proses penyeimbangan. OJK berkomitmen menghadirkan pasar modal yang lebih sehat melalui delapan rencana aksi percepatan reformasi sejak Februari 2026.

Baca juga:

Taktik OJK Jemput Momentum MSCI, Saham Indonesia Siap Comeback Lebih Kuat

“Konsekuensi balancing dari MSCI yang diumumkan hari ini tentu ini jadi bagian dari konsekuensi jangka pendek dari proses reformasi integritas yang kita hadirkan,” ujar Hasan Fawzi dalam konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (13/5).

Kejar Transparansi dan Aturan Free Float

Fokus utama reformasi ini menyasar pada struktur kepemilikan saham yang sering menjadi perhatian lembaga penyedia indeks internasional. OJK bersama self regulatory organization (SRO) telah menaikkan batas minimum saham publik (free float) menjadi 15 persen dari sebelumnya hanya 7,5 persen. Aturan ini mewajibkan emiten lebih terbuka dan menghindari konsentrasi saham pada pihak tertentu.

Selain itu, Bursa Efek Indonesia kini didorong untuk memublikasikan data kepemilikan saham di atas 1 persen. Kebijakan ini membuat sejumlah saham tidak lagi memenuhi kriteria ketat MSCI karena struktur kepemilikan yang lebih transparan atau fluktuasi harga akibat penyesuaian pasar.

Hasan mengakui langkah ini memicu tekanan sementara pada harga saham di lantai bursa. Namun, kebijakan tersebut merupakan investasi untuk masa depan pasar modal Indonesia.

“Kami mengakui reformasi ini menimbulkan short term pain berupa tekanan harga saham. Namun, regulator meyakini langkah tersebut akan menghasilkan long term gain berupa pasar modal yang lebih kredibel dan layak investasi,” tegas Hasan.

Status Emerging Market Tetap Aman

Meskipun belasan saham terdepak dari indeks Global Standard dan Small Cap, posisi Indonesia di mata dunia diklaim masih sangat kuat. OJK memastikan bahwa MSCI tidak menurunkan klasifikasi pasar modal Indonesia secara keseluruhan.

“Pasar kita tetap dinilai baik, kredibel, dan prospektif. Terbukti tidak ada penurunan klasifikasi pasar, kita masih confirmed ada di kelompok emerging market seperti sebelumnya,” tambah Hasan.

Baca juga:

Waspada Tren Modus Penipuan Paket Hilang, OJK Ungkap Rp 9,1 T Duit Korban Raib

Berdasarkan hasil MSCI May 2026 Index Review, enam saham keluar dari MSCI Global Standard Index, termasuk nama-nama besar seperti AMMN, BREN, dan TPIA. Sementara itu, 13 saham lainnya harus keluar dari MSCI Global Small Cap Index, di antaranya ANTM, SIDO, dan MIKA. Sebaliknya, saham AMRT berhasil berpindah posisi masuk ke dalam daftar MSCI Global Small Cap Index.

#Harga Saham #Pasar Saham #Indeks Saham #Divestasi Saham #OJK
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Enam Perusahaan Beraset Kakap Siap Lepas Saham Perdana ke Publik, Pasar Modal Indonesia Siap Meledak
Geliat ini sekaligus mengukuhkan posisi Indonesia sebagai salah satu pasar finansial paling dinamis di Asia Tenggara
Angga Yudha Pratama - Senin, 29 Juni 2026
Enam Perusahaan Beraset Kakap Siap Lepas Saham Perdana ke Publik, Pasar Modal Indonesia Siap Meledak
Indonesia
IHSG Hari Ini Terjebak Fase Konsolidasi, Ramalan Purbaya Yudhi Sadewa Soal Ekonomi 8 Persen Picu Perdebatan
Penandatanganan kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat bersama Iran menjadi angin segar bagi kelancaran arus logistik komoditas dunia
Angga Yudha Pratama - Senin, 29 Juni 2026
IHSG Hari Ini Terjebak Fase Konsolidasi, Ramalan Purbaya Yudhi Sadewa Soal Ekonomi 8 Persen Picu Perdebatan
Indonesia
IHSG Mengamuk Dekati Level 6.000, Aksi Borong Saham Murah Selamatkan Muka Bursa Efek Indonesia
Aksi borong saham murah memicu seluruh lini usaha bergerak naik tanpa perkecualian
Angga Yudha Pratama - Kamis, 25 Juni 2026
IHSG Mengamuk Dekati Level 6.000, Aksi Borong Saham Murah Selamatkan Muka Bursa Efek Indonesia
Indonesia
Rupiah Hampir Jebol ke Rp 18.000, IHSG Langsung Kejang-Kejang Masuk Zona Merah pada Penutupan Perdagangan Rabu (24/6)
Status Indonesia pada ulasan Morgan Stanley Capital International (MSCI) belum mengalami perubahan positif, sehingga bursa domestik kehilangan daya dongkrak jangka pendek
Angga Yudha Pratama - Rabu, 24 Juni 2026
Rupiah Hampir Jebol ke Rp 18.000, IHSG Langsung Kejang-Kejang Masuk Zona Merah pada Penutupan Perdagangan Rabu (24/6)
Indonesia
IHSG Merosot 3%, Hampir 600 Saham Emiten BEI Berguguran
IHSG jatuh 3,07% ke level 5.915,27 pada perdagangan Rabu. Hampir 600 saham terkoreksi, seluruh sektor di BEI berada di zona merah, dipicu ekspektasi hawkish bank sentral global.
Wisnu Cipto - Rabu, 24 Juni 2026
IHSG Merosot 3%, Hampir 600 Saham Emiten BEI Berguguran
Indonesia
Bursa Efek Indonesia Terancam Kehilangan Netralitas, Pengamat UI Sebut Kemenkeu dan BI Bisa Main Mata
Keterlibatan negara pada satu sisi memang berdampak positif bagi penguatan modal serta percepatan pembangunan infrastruktur pasar
Angga Yudha Pratama - Selasa, 23 Juni 2026
Bursa Efek Indonesia Terancam Kehilangan Netralitas, Pengamat UI Sebut Kemenkeu dan BI Bisa Main Mata
Indonesia
IHSG Hari Ini Memerah Pasrah, Investor Mendadak Kalem Tunggu MSCI Review
Penurunan indeks kian terasa akibat aksi ambil untung (profit taking) pada sejumlah saham berkapitalisasi besar (big caps) setelah sempat menguat beberapa waktu lalu
Angga Yudha Pratama - Senin, 22 Juni 2026
IHSG Hari Ini Memerah Pasrah, Investor Mendadak Kalem Tunggu MSCI Review
Indonesia
Diganjar Nilai Merah Oleh MSCI, Pasar Saham Indonesia Kena Semprot Isu Transparansi Kepemilikan
Sentimen negatif domestik bersumber dari keputusan lembaga pemeringkat internasional MSCI menurunkan skor Information Flow Indonesia
Angga Yudha Pratama - Jumat, 19 Juni 2026
Diganjar Nilai Merah Oleh MSCI, Pasar Saham Indonesia Kena Semprot Isu Transparansi Kepemilikan
Indonesia
Jumat Kelabu Pasar Saham: Rupiah dan IHSG Kompak Ambyar Berjamaah, LQ45 Longsor Kehilangan Poin Penting
Sentimen negatif pasar global menyapu bersih optimisme investor domestik sejak menit-menit awal
Angga Yudha Pratama - Jumat, 19 Juni 2026
Jumat Kelabu Pasar Saham: Rupiah dan IHSG Kompak Ambyar Berjamaah, LQ45 Longsor Kehilangan Poin Penting
Berita Foto
Pimpinan DPR Terima Audiensi OJK Terkait Penetapan Direksi Baru BEI Periode 2026-2030
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad bersama Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) Friderica Widyasari Dewi di Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 18 Juni 2026
Pimpinan DPR Terima Audiensi OJK Terkait Penetapan Direksi Baru BEI Periode 2026-2030
Bagikan