Rusia Tuding AS Ingin Bagi Dua Wilayah Ukraina

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 29 April 2022
Rusia Tuding AS Ingin Bagi Dua Wilayah Ukraina

Pengungsi tiba dengan kereta dari Odesa di stasiun kereta Przemysl Glowny, di Polandia, Kamis (7/4/2022). ANTARA FOTO/REUTERS/Leonhard Foeger/AWW/djo/am.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kepala intelijen Rusia pada Kamis menuduh Amerika Serikat (AS) dan Polandia berencana mendapatkan pengaruh di Ukraina.

Tuduhan itu menjadi sinyal kuat dari Moskow bahwa perang bisa diakhiri dengan memecah Ukraina menjadi dua bagian: Barat dan Rusia.

Sergei Naryshkin, Kepala Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia (SVR), mengutip laporan yang tidak dipublikasikan, di mana dia menyebut bahwa AS dan Polandia, dua sekutu di NATO, berencana memulihkan kendali Polandia atas bagian barat Ukraina.

Baca Juga:

Jokowi Ungkap Isi Pembicaraan dengan Presiden Ukraina

"Menurut (laporan) intelijen yang diterima Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia, Washington dan Warsawa sedang mengerjakan rencana untuk membangun kendali militer dan politik Polandia atas kepemilikan historis mereka di Ukraina," kata Naryshkin dalam sebuah pernyataan yang jarang dikeluarkan oleh SVR, dikutip Antara.

Polandia pernah menguasai sejumlah wilayah yang kini menjadi bagian dari Ukraina dalam beberapa periode di masa lalu, sebagian besar terjadi di antara kedua perang dunia.

Ukraina Barat, termasuk kota Lviv, bergabung dengan Uni Soviet pada akhir Perang Dunia Kedua.

SVR mengatakan, AS dan Polandia tengah membahas rencana agar pasukan "penjaga perdamaian" Polandia, tanpa mandat dari NATO, dapat memasuki sebagian wilayah barat Ukraina di mana peluang konfrontasi dengan pasukan Rusia terbilang rendah.

SVR, yang sejak kejatuhan Uni Soviet pada 1991 mengambil alih sebagian besar tanggung jawab mata-mata asing KGB era Soviet, tidak menyertakan bukti dalam pernyataannya.

Kementerian luar negeri Polandia belum memberikan komentar atas pernyataan Naryshkin tersebut.

Baca Juga:

Presiden Ukraina Apresiasi Undangan Jokowi Hadiri KTT G20

Polandia adalah pendukung terbesar Ukraina dalam perjuangan melawan invasi Rusia, yang mengirimkan senjata lewat perbatasan dan menerima sekitar tiga juta pengungsi Ukraina.

Anggota parlemen senior Rusia, Senator Andrei Klimov, wakil kepala Komite Urusan Luar Negeri Dewan Federasi, juga mengatakan pada Kamis bahwa Polandia berencana membangun kendali atas sebagian wilayah Ukraina. Dia tidak memberikan bukti untuk pernyataannya itu.

Salah satu sekutu dekat Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, pekan ini bahwa Ukraina menuju keruntuhan menjadi beberapa negara.

Dia menyebut hal itu sebagai akibat dari upaya AS menggunakan Kiev untuk merusak Rusia.

Rusia menyebut tindakannya di Ukraina sebagai "operasi khusus" untuk melucuti Ukraina dan melindunginya dari kaum fasis. Ukraina dan Barat menyebut pernyataan Rusia itu sebagai dalih untuk memicu perang yang tak berdasar. (*)

Baca Juga:

AS Segera Jual Amunisi Rp 2,3 Triliun ke Ukraina

#Ukraina #Konflik Ukraina #Rusia #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Dunia
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Korban mengklaim ia dicekoki ketamin, dianiaya, dan diperkosa tujuh anggota fraternity Chi Phi.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Dunia
Pekerja Lab di Rusia Meninggal Diduga Terinfeksi 'Pes', Hampir 200 Orang Dikarantina
Seorang pekerja laboratorium di Rusia meninggal dunia. Ia diduga terinfeksi virus Pes. Namun, penyebabnya masih misterius.
Soffi Amira - Senin, 05 Oktober 2026
Pekerja Lab di Rusia Meninggal Diduga Terinfeksi 'Pes', Hampir 200 Orang Dikarantina
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
ShowBiz
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dugaan kepemilikan zat terlarang dan obat resep ilegal kembali mencoreng reputasi Sean 'Diddy' Combs di penjara.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Bagikan