RS Husada Utama Surabaya Berikan Edukasi Paramedis Penanganan Jantung Koroner

Eddy FloEddy Flo - Minggu, 26 Februari 2017
  RS Husada Utama Surabaya Berikan Edukasi Paramedis Penanganan Jantung Koroner

Tim Dokter RS Husada Utama (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Rumah Sakit (RS) Husada Utama Surabaya memberikan edukasi kepada paramedis di Jawa Timur terkait penanganan terkini penyakit jantung koroner melalui seminar "Penanganan Terkini Penderita Penyakit Infark Miocard Akut dan Asuhan Keperawatannya", Minggu.

"Seminar ini bertujuan untuk memperluas wawasan paramedis terkait penanganan kepada pasien penderita jantung koroner. Penyakit jantung koroner sudah sedemikian banyak, maka kita belajar penenganan jantung koroner terbaru," kata Ketua Panitia dr Heru Widjono, di Surabaya.

Dia mengatakan, saat ini penderita penyakit jantung sudah semakin banyak. Jika dulu hanya ada di peringkat tiga atau empat penyebab kematian, sekarang bergeser menjadi penyebab kematian terbanyak.

"Melalui penanganan yang terus diperbarui, kita, dokter atau paramedis bisa mencegah kematian pasien," ucap dia.

Antara medis dan paramedis, lanjut dia, merupakan kinerja yang sinergis. Diharapkan dengan edukasi yang baik, pelayanan kepada pasien di lini pertama (Poli Umum, Puskesmas, Dokter Umum) bisa lebih meningkat lagi.

Dalam seminar ini juga dibahas penyakit peserta yakni diabetes pada jantung koroner. Bagaimana penangan diabetes yang ada pada jantung koroner juga mencegah komplikasinya. Menurutnya, jika terdapat komplikasi maka akan mengurangi minat pasien untuk berobat.

Selain itu, penyakit pada jantung koroner biasanya tidak terdeteksi karena tidaka ada gejala yang tidak dirasakan tapi ada tanda-tanda. Untuk penanganannya bisa dimulai dari pencegahan.

"Jika awalnya dari diabetes maka tangani dulu diabetesnya, begitu pula jika dari penyakit lain, baru setelah itu diobati," ujarnya.

Baru setelah itu dilakukan promotif yakni meningkatkan kesadaran masyarakat pada penyakit ini sehingga masyarakat menjadi peduli, sehingga insidennya bisa diturunkan.

"Saat ini kepedulian masyarakat lebih baik daripada sebelumnya. Tapi itu harus selalu kita tinggkatkan lagi kepedulian dari masyarakat itu. Sudah mulai baik," kata dia.

Dia menambahkan kepedulian itu bisa dimulai dari sendiri, dengan berolahraga secara rutin dan selektif dalam memilih makanan.

Dalam seminar ini mengahadirkan beberapa pembicara yakni dr Indro Harianto, dr Heru Widjono, dr Rurus Suryawan, Tatik Arsi Cahyo.

Sumber: ANTARA

#Rumah Sakit #Gangguan Jantung #Surabaya
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
Pemkot Surabaya Sediakan Beasiswa Bagi 23 Mahasiwa, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
Masalah sosial pendidikan di kalangan masyarakat juga bisa terselesaikan tanpa harus menunggu lama.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 15 April 2026
Pemkot Surabaya Sediakan Beasiswa Bagi 23 Mahasiwa, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
Indonesia
PSI Kritik Gaji Nakes Rendah, Pramono: PPPK Lebih Tinggi Dibandingkan di Rumah Sakit Swasta
"Yang di PPPK, saya mendapatkan laporan sebenarnya sudah lebih tinggi daripada rumah sakit-rumah sakit yang ada di Jakarta, kecuali di Rumah Sakit Pondok Indah,"
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 03 Maret 2026
PSI Kritik Gaji Nakes Rendah, Pramono: PPPK Lebih Tinggi Dibandingkan di Rumah Sakit Swasta
Indonesia
Dokter Spesialis Beberkan Beda Serangan Jantung dengan Kematian Jantung Mendadak
Gangguan irama jantung atau aritmia menjadi aktor intelektual di balik sekitar 26,3 persen kasus kematian jantung
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 14 Februari 2026
Dokter Spesialis Beberkan Beda Serangan Jantung dengan Kematian Jantung Mendadak
Indonesia
BPJS Nonaktif Tetap Dilayani, Pemerintah Terbitkan Aturan Larangan Rumah Sakit Tolak Pasien
Pemerintah menerbitkan aturan larangan rumah sakit yang menolak pasien BPJS nonaktif. Aturan tersebut sudah ditetapkan sejak Rabu (11/2).
Soffi Amira - Kamis, 12 Februari 2026
BPJS Nonaktif Tetap Dilayani, Pemerintah Terbitkan Aturan Larangan Rumah Sakit Tolak Pasien
Indonesia
Gus Ipul Tegaskan Rumah Sakit Dilarang Tolak Pasien BPJS PBI, Harus Utamakan Nyawa
Menteri Sosial, Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul, menyesalkan adanya penolakan pasien BPJS PBI yang dilakukan rumah sakit.
Soffi Amira - Jumat, 06 Februari 2026
Gus Ipul Tegaskan Rumah Sakit Dilarang Tolak Pasien BPJS PBI, Harus Utamakan Nyawa
Indonesia
DPR Soroti Antrean Panjang RS Lokal, Pasien Lebih Nyaman Berobat ke Penang
Kendala utama di Indonesia bukan pada kualitas dokter, melainkan pada ekosistem layanan yang mencakup transparansi biaya dan efisiensi birokrasi
Angga Yudha Pratama - Rabu, 28 Januari 2026
DPR Soroti Antrean Panjang RS Lokal, Pasien Lebih Nyaman Berobat ke Penang
Indonesia
Sindir Kinerja Kemenkes, Komisi IX DPR Sebut Pemulihan RS Pasca Banjir Sumatra Terlalu Santai
Ninik menuntut agar standar kelayakan lingkungan rumah sakit tetap terjaga meski dalam kondisi pascabencana
Angga Yudha Pratama - Jumat, 19 Desember 2025
Sindir Kinerja Kemenkes, Komisi IX DPR Sebut Pemulihan RS Pasca Banjir Sumatra Terlalu Santai
Berita Foto
Momen Presiden Prabowo Subianto Resmikan Rumah Sakit Kardiologi Emirates Indonesia di Solo
Presiden Prabowo Subianto meresmikan Rumah Sakit Kardiologi Emirates Indonesia di kawasan Solo Technopark, Solo, Jawa Tengah, Rabu (19/11/2025).
Didik Setiawan - Rabu, 19 November 2025
Momen Presiden Prabowo Subianto Resmikan Rumah Sakit Kardiologi Emirates Indonesia di Solo
Indonesia
Presiden Prabowo Resmikan RS Kardiologi Emirates–Indonesia di Solo, Hadirkan Teknologi Medis Tercanggih
Presiden Prabowo meresmikan RS KEI di Solo, fasilitas kesehatan hasil kolaborasi Indonesia–UEA dengan teknologi medis tercanggih di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 19 November 2025
Presiden Prabowo Resmikan RS Kardiologi Emirates–Indonesia di Solo, Hadirkan Teknologi Medis Tercanggih
Indonesia
Pramono Mulai Perintahkan Anak Buah Bikin Feasibility Study Bangun RS Tipe A di Bekas RS Sumber Waras
Dari lima temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang berdampak pada tertundanya pembangunan, tiga di antaranya sudah dipenuhi.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 Oktober 2025
Pramono Mulai Perintahkan Anak Buah Bikin Feasibility Study Bangun RS Tipe A di Bekas RS Sumber Waras
Bagikan