Ribuan Bencana Hidrometerologi Diprediksi Guncang Indonesia di 2019

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 19 Desember 2018
Ribuan Bencana Hidrometerologi Diprediksi Guncang Indonesia di 2019

Ilustrasi bencana longsor (ANTARA FOTO/Ampelsa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprediksi terdapat lebih dari 2.500 bencana di tahun 2019 di seluruh wilayah Indonesia.

"Diprediksi akan lebih dari 2.500 bencana yang akan terjadi di seluruh Indonesia. Diprediksi bencana hidrometerologi akan terus mendominasi," kata Ketua BNPB Willem Rampangilei saat jumpa pers di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Rabu (19/20).

Bencana hidrometerologi yang dimaksud banjir, longsor, dan angin puting beliung. Sedangkan bencana geologi yang dijelaskan Willem seperti gempa dan tsunami akan tetap mengancam.

Sementara itu, Willem menyampaikan setidaknya terdapat 469 kabupaten/kota yang masuk ke dalam area rawan banjir dan longsor. Mayoritas yang memiliki potensi paling besar berada di area Jawa dan Sumatera.

Sementara itu, lanjut dia, BNPB mencatat bahwa pada 2018 titik gempa bertambah dengan ditemukannya 214 patahan baru di seluruh Indonesia. Namun gempa bumi dan tsunami merupakan bencana yang sulit diprediksi.

Papan pengumuman rawan longsor. Foto: net

Meski demikian, potensi tsunami juga bisa dipengaruhi seberapa besar gempa dan kedalaman pusat gempa yang terjadi.

"Gempa tidak dapat diprediksi secara pasti. Potensi tsunami juga sangat bergantung pada besaran gempa bumi dan lokasinya. Jika gempa lebih dari 7 SR dan kedalaman kurang dari 20 km dan berada di jalur subduksi maka (ada) potensi tsunami. Selain itu, sistem tsunami juga sudah lebih baik daripada dahulu," tuturnya.

Willem menegaskan, secara garis besar potensi bencana akan terus bertambah setiap tahun tahunnya. Hal itu dikarenakan bertambahnya jumlah penduduk, juga efek kerusakan lingkungan dan perubahan cuaca secara global.

"Secara umum tren bencana pasti meningkat, baik itu intensitas maupun frekuensi. Faktor meningkat karena kerusakan lingkungan yang terus menerus terjadi. Yang kedua adalah DAS kritis. Faktor lainnya climate change, pertumbuhan penduduk, urbanisasi, dan masalah tata ruang. Begitu juga perilaku masyarakat yang belum mencermikan belum sadar bencana," pungkasnya. (Asp)

#BNPB #Tanah Longsor
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Luas Karhutla Papua Selatan Turun Jadi 695 Hektare, BNPB Tetap Waspada
Berdasarkan data per 1 November 2026 pukul 17.00 WIB, terdapat 171 titik api dengan sekitar 253 hektare lahan yang masih belum padam.
Dwi Astarini - Senin, 02 November 2026
Luas Karhutla Papua Selatan Turun Jadi 695 Hektare, BNPB Tetap Waspada
Indonesia
Pemerintah Terapkan 8 Langkah Kesiapsiagaan Hadapi Musim Hujan 2026/2027
Mencakup pemetaan wilayah rawan bencana, penyiapan personel dan logistik, pemantauan informasi cuaca, penguatan sistem peringatan dini, hingga edukasi.
Dwi Astarini - Senin, 02 November 2026
Pemerintah Terapkan 8 Langkah Kesiapsiagaan Hadapi Musim Hujan 2026/2027
Indonesia
3 Gunung Api di Indonesia Berstatus Siaga, BNPB Minta Warga Hindari Zona Bahaya
BNPB mengingatkan bahaya Gunung Anak Krakatau, Merapi, dan Semeru yang berstatus Level III atau Siaga. Simak radius larangan aktivitasnya.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 31 Oktober 2026
3 Gunung Api di Indonesia Berstatus Siaga, BNPB Minta Warga Hindari Zona Bahaya
Indonesia
Cuaca Ekstrem Berpotensi Landa Indonesia, BNPB Petakan Wilayah Siaga dan Waspada
BNPB mengimbau masyarakat waspada banjir, angin kencang, dan longsor. Simak daftar wilayah berstatus siaga dan waspada cuaca ekstrem.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 31 Oktober 2026
Cuaca Ekstrem Berpotensi Landa Indonesia, BNPB Petakan Wilayah Siaga dan Waspada
Indonesia
BNPB Peringatkan Hujan Lebat hingga 31 Oktober 2026, 7 Provinsi Diminta Waspada
Hujan lebat mengancam tujuh provinsi di Indonesia. BNPB memperingatkan hujan lebat terjadi hingga 31 Oktober 2026.
Soffi Amira - Jumat, 30 Oktober 2026
BNPB Peringatkan Hujan Lebat hingga 31 Oktober 2026, 7 Provinsi Diminta Waspada
Indonesia
Bibit Siklon Tropis 91B Ancam Sumatera, Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi Perlu Diwaspadai
Bibit siklon tropis 91B kini muncul di Laut Andaman, yakni dekat perairan utara Aceh. Fenomena ini berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat.
Soffi Amira - Jumat, 30 Oktober 2026
Bibit Siklon Tropis 91B Ancam Sumatera, Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi Perlu Diwaspadai
Indonesia
Bibit Siklon Muncul, Waspadai Cuaca Ekstrem di Beberapa Provinsi Ini
Bibit siklon tropis 91B mulai terbentuk di Laut Andaman, dekat perairan utara Aceh, Kamis (29/10) dini hari.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Bibit Siklon Muncul, Waspadai Cuaca Ekstrem di Beberapa Provinsi Ini
Indonesia
KPK Periksa Sestama BNPB Rustian sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi
Ia menjalani pemeriksaan selama kurang lebih tujuh jam sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi di lingkungan BNPB.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
KPK Periksa Sestama BNPB Rustian sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi
Indonesia
Dilepas Pasca-OTT, Sestama BNPB Rustian Kembali Diperiksa KPK Lagi Hari Ini
Sestama BNPB Rustian kembali diperiksa KPK terkait dugaan korupsi dana siap pakai penanganan bencana usai sempat dilepas saat OTT. Cek faktanya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 27 Oktober 2026
Dilepas Pasca-OTT, Sestama BNPB Rustian Kembali Diperiksa KPK Lagi Hari Ini
Indonesia
Waspada, Aceh dan Sumut Terancam ‘Kiriman’ Bibit Siklon dari India
Bibit siklon tersebut berpotensi menimbulkan hujan deras, petir, hingga angin kencang. Hal tersebut dapat terjadi di siang ataupun malam hari.
Dwi Astarini - Senin, 26 Oktober 2026
Waspada, Aceh dan Sumut Terancam ‘Kiriman’ Bibit Siklon dari India
Bagikan