MerahPutih Olahraga - Indonesia digunduli Filipina 4-0 di ajang AFF 2014 (25/11). Kekalahan memalukan Timnas atas Filipina menjadi pukulan telak bagi Indonesia. Sakit hati pasti dirasakan pendukung timnas, terasa diinjak-injak tim yang pernah kita bantai 13-1 di Piala Tiger 2002, kini berubah menjadi Piala AFF. kemarin, Indonesia dipermalukan Filipina dengan skor 4-0. Penampilan buruk pada pertandingan kemarin memunculkan spekulasi ada yang tidak beres dengan PSSI. Suporter tim Garuda marah dan mengungkapkan kekesalannya melalui jejaring sosial.
Bukan pemain timnas, namun PSSI yang menjadi sasaran kemarahan. “Bekukan PSSI!” itulah kicauan netizen di twitter. PSSI harus dirombak, PSSI sudah dicampuri masalah politik yang berkepanjangan. Sudah beberapa tahun terkahir PSSI tidak becus mengatasi permasalah sepak bola di negeri ini. Mulai dari Liga, gaji pemain, sampai perebutan kekuasaan di PSSI, menjadi hal yang memalukan untuk Indonesia. Ketika timnas tampil baik di berbagai ajang, PSSI masih saja berkutik dengan permasalahannya. Timnas menjadi terabaikan, gonta-ganti pelatih sering terjadi. Ini membuat perkembangan pemain tertunda dan tidak ada kejelasan.
Timas U19 yang menjadi harapan rakyat Indonesia, kini tampil buruk dan tak bisa berbuat banyak diajang pra Piala Dunia 2014. Puncaknya terjadi saat Indonesia dibantai Filipina, Suporter Indonesia marah besar dan tak tahu harus berbuat apa untuk menjadikan timnas ini menjadi lebih baik.
Hal itu dirasakan juga Menteri Pemuda dan Olahraga (MENPORA), Imam Nahrawi. Dalam akun twitternya, Nahrawi angkat bicara soal kekalahan menyedihkan timnas. Nahrawi mengatakan bahwa sepak bola kita harus berbenah, PSSI harus bisa mengevaluasi diri. Jika tidak, Menpora siap bekerja keras untuk pembinaan pemain usia dini.
Berikut kicauan Menpora di twitter