Revisi UU TNI Diharap Bisa Merespons Tantangan dan Dinamika Global

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 09 Oktober 2024
Revisi UU TNI Diharap Bisa Merespons Tantangan dan Dinamika Global

Ilustrasi (MP/Didik Setiawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Kepala Laboratorium Indonesia 2045 (Lab 45) Jaleswari Pramodhawardani mendukung upaya revisi Undang-Undang TNI. Namun, poin-poin revisi dalam RUU TNI tersebut harus dipastikan untuk memperkuat TNI terutama untuk merespons tantangan dan dinamika global.

“RUU TNI itu setidaknya memenuhi persyaratan, apakah itu merespons tantangan global hari ini, apakah itu membuat TNI lebih profesional, efektif, dan efisien. Nah, persyaratan-persyaratan itu harus dijawab, dan itu tidak bisa mencuplik 1–2 pasal dan merevisinya,” kata Jaleswari dikutip Antara, Selasa (8/10).

Kemudian, terkait kendali sipil terhadap militer, Jaleswari menyebut itu bagian dari mewujudkan profesionalisme TNI.

Baca juga:

DIM RUU TNI Bahas Usul Penghapusan Pasal Larangan Tentara Berbisnis

“Kendali efektif sipil terhadap militer itu menjadi salah satu bagian dari profesionalisme, dan tentu saja TNI yang harus dibiayai negara. Jangan sampai membiayai dirinya sendiri, tetapi dia harus dijamin kesejahteraannya juga oleh negara,” kata dia.

Oleh karena itu, kenaikan anggaran pertahanan pun mutlak jika ingin meningkatkan profesionalisme TNI.

Terkait profesionalisme prajurit, Jaleswari menyebut itu tidak cukup hanya dengan meningkatkan kesejahteraan mereka, tetapi juga soal pendidikan, keterampilan, dan banyak kompetensi lainnya.

Kemudian, poin lain soal profesionalisme prajurit, Jaleswari menyoroti soal tren promosi, mutasi, dan rotasi beberapa perwira TNI dalam beberapa tahun terakhir. Dia mengingatkan ke depan sebaiknya faktor kedekatan personal tidak lagi dikedepankan dalam promosi perwira TNI.

Baca juga:

HUT ke 79, TNI Dihadapkan Pada Perang Siber

“Jangan pertimbangan kedekatan personal menjadi satu-satunya alasan untuk mempromosikan perwira TNI,” kata dia.

Hasil kajian Lab 45 menunjukkan riwayat kedekatan “kental” terlihat dalam beberapa promosi jabatan perwira TNI. Dalam daftar yang ditampilkan Lab 45 saat seminar, faktor kedekatan itu terlihat cukup banyak untuk promosi jabatan di lingkungan TNI Angkatan Darat, kemudian TNI Angkatan Udara, dan yang paling sedikit di lingkungan TNI Angkatan Laut.

Bagi Jaleswari, jika promosi menomorduakan pertimbangan-pertimbangan profesional, itu dapat melemahkan organisasi TNI.

“Itu akan merusak sistem, merusak organisasi, dan artinya melemahkan TNI,” kata dia.

#TNI
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pedagang Es Gabus Terima Bantuan TNI usai Difitnah Pakai Spons, Dapat Kulkas hingga Dispenser
Pedagang es gabus yang dituduh pakai spons, mendapat bantuan dari TNI berupa kulkas hingga kasur.
Soffi Amira - Kamis, 29 Januari 2026
Pedagang Es Gabus Terima Bantuan TNI usai Difitnah Pakai Spons, Dapat Kulkas hingga Dispenser
Indonesia
Respons Paspampres Video Pengamanan Presiden Prabowo di Inggris Viral di Media Sosial
Pihak Paspampres menilai reaksi anggota dalam video tersebut sangat proporsional
Angga Yudha Pratama - Kamis, 29 Januari 2026
Respons Paspampres Video Pengamanan Presiden Prabowo di Inggris Viral di Media Sosial
Indonesia
23 Prajurit Marinir Tertimbun Longsor di Cisarua Saat Latihan, Baru 4 Jasad Ditemukan
TNI AL bersama tim SAR gabungan dari BPBD, Basarnas, dan Polri terus berupaya memacu waktu untuk menemukan 19 prajurit yang masih hilang
Angga Yudha Pratama - Senin, 26 Januari 2026
23 Prajurit Marinir Tertimbun Longsor di Cisarua Saat Latihan, Baru 4 Jasad Ditemukan
Indonesia
SETARA Institute Kritik Rencana Libatkan TNI dalam Penanggulangan Terorisme
Rencana pelibatan TNI dalam penanggulangan terorisme tuai kritik. SETARA Institute menilai kebijakan tersebut bertentangan dengan supremasi sipil dan sistem peradilan pidana.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Januari 2026
SETARA Institute Kritik Rencana Libatkan TNI dalam Penanggulangan Terorisme
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : TNI Kini Bisa Audit Penggunaan Dana Desa karena Sering Digunakan Kades untuk Memperkaya Diri
Diketahui, video merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,9 persen.
Dwi Astarini - Minggu, 18 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA] : TNI Kini Bisa Audit Penggunaan Dana Desa karena Sering Digunakan Kades untuk Memperkaya Diri
Olahraga
Panglima TNI Mau Bentuk Batalyon Olahraga, Atlet Sipil Bakal Direkrut
“Kebijakan dari Mabes TNI bahwa kita merekrut khusus, saya sudah merekrut khusus dari sipil yang punya kemampuan olahraga dijadikan militer," kata Panglima TNI Jenderal Agus.
Wisnu Cipto - Jumat, 09 Januari 2026
Panglima TNI Mau Bentuk Batalyon Olahraga, Atlet Sipil Bakal Direkrut
Olahraga
Berprestasi di SEA Games 2025, Atlet dari Unsur TNI Mendapat Kenaikan Pangkat, Rizki Juniansyah Jadi Kapten
Atlet-atlet dari unsur TNI mendapat kenaikan pangkat hingga menjadi perwira setelah meraih prestasi di SEA Games 2025.
Frengky Aruan - Kamis, 08 Januari 2026
Berprestasi di SEA Games 2025, Atlet dari Unsur TNI Mendapat Kenaikan Pangkat, Rizki Juniansyah Jadi Kapten
Indonesia
Kehadiran Prajurit TNI di Sidang Nadiem Makarim Tuai Sorotan, Ini Klarifikasinya
TNI menegaskan kehadiran prajurit di sidang dugaan korupsi Nadiem Makarim hanya untuk pengamanan sesuai MoU dengan Kejaksaan dan Perpres Nomor 66 Tahun 2025.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Januari 2026
Kehadiran Prajurit TNI di Sidang Nadiem Makarim Tuai Sorotan, Ini Klarifikasinya
Indonesia
BNPB Jamin Semua Anggota TNI yang Ikut Penanganan Bencana Sumatra Dapat Uang Lelah dan Makan Rp 165 Ribu per Hari
Personel TNI yang bertugas menangani bencana di Sumatra mendapatkan uang makan dan uang lelah
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
BNPB Jamin Semua Anggota TNI yang Ikut Penanganan Bencana Sumatra Dapat Uang Lelah dan Makan Rp 165 Ribu per Hari
Indonesia
Panglima TNI Perintahkan Tangkap Provokator Pengibaran Bendera GAM
Saat ini TNI, Polri, bersama Kementerian/Lembaga bekerja secara maksimal untuk mempercepat pemulihan pascabencana.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 30 Desember 2025
Panglima TNI Perintahkan Tangkap Provokator Pengibaran Bendera GAM
Bagikan