Restoran Halal Pertama Indonesia Dibuka di Kazan

Andika PratamaAndika Pratama - Sabtu, 12 Mei 2018
Restoran Halal Pertama Indonesia Dibuka di Kazan

Ilustrasi restoran Indonesia di luar negeri. Foto: blog.davestpay.com

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Makanan khas Indonesia seperti nasi goreng, mi goreng dan pisang goreng kini bisa dinikmati oleh warga Tatarstan Rusia, tepatnya di kota Kazan.

Pasalnya, restoran halal Indonesia pertama "Indo Food" sudah dibuka di GUM, pusat perbelanjaan di kota Kazan. Tempat makan itu didirikan oleh Miratullo Saidov, Warga Tatarstan alumni Universitas Islam Negeri Malang bersama pengusaha lokal, Ayrat Khakimov.

Sekretaris Pertama Fungsi Pensosbud KBRI Moskow, Enjay Diana, sebagaimana dilansir Antara, mengatakan Dubes RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi, di sela-sela kehadirannya pada konferensi internasional "Russia-Islamic World: Kazan Summit 2018", sempat menengok restoran tersebut.

Ilustrasi restoran Indonesia di luar negeri. Foto: JURNAL TODDDOPULI

Dubes Wahid mengatakan promosi makanan Indonesia dengan konsep cepat saji seperti ini justru akan sangat efektif dengan mudah dinikmati publik dan tentunya harga cukup terjangkau, dan bersertifikasi halal.

Republik Tatarstan, negara bagian di Rusia mayoritas warganya beragama Islam.

"Ada sekitar 25 juta umat Muslim di Rusia, artinya produk halal memiliki peluang besar, ujar Dubes Wahid Supriyadi.

Miratullo bersama Ayrat dan koki masak sempat menyambangi Moskow setelah mendengar adanya Indonesian Culinary Festival yang digelar KBRI bersama jaringan restoran Grabli yang populer di Moskow.

Juru masak Dalam pertemuan itu, Dubes Wahid berjanji akan mengirim juru masak ke Kazan untuk memberi pelatihan.

"Rencananya kami akan buka beberapa cabang lagi di Tatarstan dan Insya Allah bisa melebarkan sayap ke beberapa mall di Moskow," ujar Miratullo dengan nada optimistis Meskipun belum dibuka secara resmi restoran "Indo Food" memiliki pelanggan yang sebagian besar adalah mahasiswa.

"Saya belum pernah ke Indonesia tapi saya suka masakannya," ujar Leisan, mahasiswi di Kazan bersama rekannya menikmati mi goreng.

Ilustrasi restoran Indonesa di luar negeri

"Harga satu porsi mi goreng cukup murah, 120 rubel (senilai Rp. 27 ribu)," ujar Miratullo.

Beberapa menu masakan telah diuji coba dan akan segera menjadi menu utama antara lain nasi goreng, mi goreng, pisang goreng, jamur goreng, ayam goreng dan lainnya. Menu bakso dan soto menyusul, kata Muratullo penggemar bakso. Mi goreng dan nasi goreng, juga cocok untuk lidah Indonesia, ujar Reza, mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Kazan Federal University.

Menurut rencana restoran melakukan peresmia nawal atau soft-launching 15 Mei mendatang dan Dubes RI diminta membuka secara resmi setelah Idul Fitri. Dubes Wahid berjanji membawa tim kesenian sekaligus diplomasi seni budaya, di samping kuliner.

Dalam kunjungannya ke Kazan, Dubes Wahid bertemu dengan Presiden (sebutan untuk Kepala Daerah di Republik Tatarstan) Rustam Minnikhanov. Keduanya sepakat mengadakan forum bisnis dan "Indonesian Day" di Kazan tahun depan. (*)

#Restoran #Rusia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Rusia Buka Peluang Pertemuan Putin dan Trump Saat KTT APEC di China
November merupakan waktu di mana para pemimpin dunia mengikuti KTT Organisasi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Shenzhen, China.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 24 Agustus 2026
Rusia Buka Peluang Pertemuan Putin dan Trump Saat KTT APEC di China
Indonesia
Rusia Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir dan Kilang Minyak di Myanmar
Moskow dan Naypyidaw juga tengah membahas rencana pembangunan pelabuhan laut dalam di pesisir selatan Myanmar yang mampu menampung kapal-kapal berukuran besar.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 19 Agustus 2026
Rusia Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir dan Kilang Minyak di Myanmar
Indonesia
Kemenhub Ajak China dan Rusia Bangun Jalur Kereta Trans Kalimantan
Dudy belum dapat memastikan proyek pembangunan yang mana yang akan berjalan lebih duluan karena tergantung pada penilaian investor.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 07 Agustus 2026
Kemenhub Ajak China dan Rusia Bangun Jalur Kereta Trans Kalimantan
Dunia
AS Siapkan Sanksi Baru Buat Rusia dan Iran, Bakal Kenakan Tarif Bea 500 Persen
Pemungutan suara tersebut merupakan tahap prosedural kedua terkait RUU tersebut dalam waktu kurang dari 24 jam.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 30 Juli 2026
AS Siapkan Sanksi Baru Buat Rusia dan Iran, Bakal Kenakan Tarif Bea 500 Persen
Dunia
Rusia Ogah Bayar Tarif Kapal di Selat Hormuz, Prioritaskan Perlindungan Armada Sendiri
Tarif terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz bertentangan dengan hukum maritim internasional.
Dwi Astarini - Kamis, 16 Juli 2026
Rusia Ogah Bayar Tarif Kapal di Selat Hormuz, Prioritaskan Perlindungan Armada Sendiri
Berita Foto
DPD RI Terima Delegasi Rusia, Bahas Pengembangan PLTN di Indonesia
Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin bersama Direktur Jenderal Badan Antariksa Rusia Alexey Likhachev (kiri) saat pertemuan di Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 02 Juli 2026
DPD RI Terima Delegasi Rusia, Bahas Pengembangan PLTN di Indonesia
Indonesia
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia di Kazan, Fokus Selesaikan Agenda Dalam Negeri
Prabowo dipastikan batal menghadiri KTT ASEAN-Rusia di Kazan. Istana menyebut Presiden memilih fokus menyelesaikan berbagai agenda prioritas di dalam negeri.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 17 Juni 2026
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia di Kazan, Fokus Selesaikan Agenda Dalam Negeri
Indonesia
Tim Indonesia Borong Emas di Kejuaraan Dunia Olimpiade Biologi 2026 Rusia, Cetak Sejarah Baru
Delegasi Indonesia meraih total enam medali individu, terdiri atas 1 medali emas, 4 medali perak, dan 1 medali perunggu.
Dwi Astarini - Jumat, 22 Mei 2026
Tim Indonesia Borong Emas di Kejuaraan Dunia Olimpiade Biologi 2026 Rusia, Cetak Sejarah Baru
Indonesia
Indonesia Siapkan Skema Khusus Impor Ratusan Juta Barel Minyak Rusia
PT Pertamina (Persero) mengandalkan obligasi global (global bond) dalam pendanaan bisnisnya
Angga Yudha Pratama - Kamis, 21 Mei 2026
Indonesia Siapkan Skema Khusus Impor Ratusan Juta Barel Minyak Rusia
Indonesia
Rusia dan China Bangun Tata Kelola Global Anyar, Tolak Hegemoni Sepihak
Situasi global saat ini "kompleks dan bergejolak" karena meningkatnya "hegemoni sepihak," tetapi perdamaian, pembangunan, dan kerja sama tetap menjadi aspirasi utama dunia.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 20 Mei 2026
Rusia dan China Bangun Tata Kelola Global Anyar, Tolak Hegemoni Sepihak
Bagikan