Romantis dan Aman Rayakan Valentine di Tengah Pandemi

annehsannehs - Rabu, 20 Januari 2021
Romantis dan Aman Rayakan Valentine di Tengah Pandemi

Lego botanical collection. (Foto Hypebae)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

HARI Valentine akan hadir tidak sampai satu bulan lagi. Perayaan Hari Kasih Sayang yang jatuh pada 14 Februari ini cukup penting untuk sebagian orang. Berbagai restoran atau kafe biasanya pun sudah full karena telah direservasi dari jauh-jauh hari.

Tidak hanya dirayakan dengan makan malam, biasanya Hari Valentine juga melibatkan hadiah romantis seperti bunga dan cokelat yang diberikan kepada orang tersayang.

Baca juga:

Bunga Mawar Identik dengan Cinta? Ini Alasannya

Namun situasinya akan berbeda di tengah pandemi. Kita diimbau untuk tetap di rumah saja demi meredam jumlah kasus COVID-19 yang semakin membludak. Meski begitu, jarak dan situasi tidak akan menjadi halangan untuk menunjukkan perhatian dan rasa sayang terhadap orang-orang penting di hidup kamu.

Mawar menjadi tanda cinta untuk orang terkasih. (Foto: Same Day Flower Delivery)
Mawar menjadi tanda cinta untuk orang terkasih. (Foto: Same Day Flower Delivery)

Pertama, kamu bisa mengirimkan hadiah ke rumah orang tercinta tanpa harus bertemu. Menunjukkan kasih sayang tidak melulu harus berduaan. Memang, rasanya kamu membutuhkan lebih banyak persiapan dan perhatian lebih untuk mencurahkan perasaan kepada orang tersayang di tengah pandemi. Meski begitu, pasanganmu akan menghargai effort yang kamu berikan jika kamu mengirimkan hadiah yang bisa berupa makanan ataupun bunga ke kediaman mereka.

Baca juga:

Mitos Bunga, dari Pengusir Roh Jahat Sampai Pembawa Sial

Tindakan ini seolah menunjukkan bahwa bahkan ketika kamu tidak bisa bertemu atau melepas rindu, tetap ada gesture kasih sayang dan perhatian yang kamu berikan kepada mereka. Jika seseorang benar-benar penting, baik jarak, waktu maupun keadaan pun tidak akan menjadi halangan.

Jika tetap ingin merayakan berdua, kamu bisa membuat cokelat sendiri atau memasak makanan kesukaan orang tersayang. Bagaimana pun rasanya, setidaknya kamu bisa menunjukkan bahwa kamu telah berusaha sekuat tenaga. Kamu juga bisa mendokumentasikan struggle kamu ketika memasak dan mengirimkannya ke pasangan atau mengunggahnya ke media sosial.

Masak bersama pasangan. (Foto unsplash/jsnbrsc)
Masak bersama pasangan. (Foto unsplash/jsnbrsc)

Kemudian, kamu dan dia bisa bertemu dan menikmati hidangan di mobil atau di kediaman masing-masing. Minta dia menilai rasa masakanmu secara jujur dan tertawakan bersama jika rasa masakanmu kurang enak.

Jika ingin berkegiatan bersama, kamu bisa membeli DIY Kit berbentuk lukisan, kerajinan tangan, atau menyiapkan Lego. Kamu dan dia bisa melakukan kegiatan ini bersama-sama untuk merayakan Hari Kasih Sayang.

 Lego flower Bouquet. (Foto Hypebeast)
Lego flower Bouquet. (Foto Hypebeast)

Ingat, menunjukkan rasa cinta tidak melulu dinilai dari materi. Terkadang, usaha, perhatian dan pengorbanan pun menjadi bentuk cinta yang tidak akan ternilai dan tidak bisa tergantikan. (SHN)

Baca juga:

Buket Bunga dan Tanaman Bonsai Abadi dari Lego

#Relationship #Kesehatan Mental
Bagikan
Ditulis Oleh

annehs

Berita Terkait

ShowBiz
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Yacko merilis 'Unbreakable Me', anthem tentang pemulihan kesehatan mental perempuan. Lagu ini juga jadi bagian kampanye di Sydney Marathon 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 April 2026
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Lifestyle
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Psikiater mengungkap stigma dan ejekan saat menstruasi bisa memicu tekanan mental. Perempuan didorong berani membela diri dan memahami kondisi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Lifestyle
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
PMDD adalah gangguan menjelang haid yang lebih berat dari PMS. Psikiater ingatkan gejalanya bisa picu depresi hingga butuh penanganan serius.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Indonesia
Promosi Film Horor "Aku Harus Mati" Dinilai Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Mental Anak dan Remaja P
Sekitar 10 persen remaja mengalami gangguan kesehatan mental. Pada remaja dengan kerentanan psikologis seperti mereka, baliho film semacam "Aku Harus Mati" bisa memunculkan gagasan yang membahayakan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 April 2026
Promosi Film Horor
Indonesia
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Saat ini pemerintah juga mempercepat pemenuhan tenaga psikolog klinis di Puskesmas yang jumlahnya masih terbatas,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 09 Maret 2026
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Olahraga
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Raphael Varane mengaku dirinya mengalami depresi saat masih membela Real Madrid. Ia menceritakan itu saat wawancara bersama Le Monde.
Soffi Amira - Rabu, 03 Desember 2025
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Indonesia
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Kemenkes membuka layanan healing 119.id bagi warga yang mengalami stres, depresi atau memiliki keinginan bunuh diri.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Oktober 2025
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Indonesia
Hasil Cek Kesehatan Gratis: 2 Juta Anak Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Mental
Tercatat, ada sekitar 20 juta rakyat Indonesia didiagnosis mengalami gangguan kesehatan mental dari data pemeriksaan kesehatan jiwa gratis yang dilakukan.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Oktober 2025
Hasil Cek Kesehatan Gratis: 2 Juta Anak Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Mental
Bagikan