Reklamasi Teluk Jakarta Dilanjutkan, Sri Bintang: Jokowi Makar
Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta. (Foto: setkab.go.id)
MerahPutih.com - Aktivis Sri Bintang Pamungkas menyebut pencabutan moratorium reklamasi oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan sebagai tindakan makar.
Selain itu, Sri Bintang juga menjelaskan jika tindakan itu dibiarkan oleh Presiden Joko Widodo dan terus melanjutkan proyek reklamasi tersebut, maka Jokowi juga terlibat tindakan makar.
"Reklamasinya Jokowi itu reklamasi makar. Artinya dia membikin suatu wilayah di Indonesia yang kemudian diserahkan kepada pihak asing untuk menguasainya," kata Sri Bintang saat menghadiri acara alumni Insitut Teknologi Bandung Tolak Reklamasi Teluk Jakarta di Kawasan Menteng, Jakarta, Selasa (24/10).
Menurut Sri Bintang, pelanggaran itu dapat disangkakan dengan UU KUHP sebagaiman diatur. "Sesuai dengan Pasal 106 KUHP itu adalah makar. Jadi, bukan saya yang makar, dia yang makar," tambah Aktivis 70-an itu.
Sri Bintang menambahkan, indikasi pelanggaran UU tersebut dapat dilihat dari proses awal pembangunan pulau-pulau reklamasi. "Ini persiapan awal sudah berlangsung, pulau sudah dibikin, kalau dilanjutkan seharusnya kena dia," katanya.
Namun, lanjut Sri, sangat ironis karena tidak ada yang berani bersuara keras apalagi menangkap Jokowi.
"Mestinya dia langsung ditangkap oleh Jaksa Agung atau Kapolri, tapi sayangnya Kapolri dan Jaksa Agung berada di bawah dia," tandasnya. (Fdi)
Baca berita terkait Reklamasi Teluk Jakarta lain di: Alumni ITB Bantah Rekomendasikan Pencabutan Moratorium Reklamasi
Bagikan
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Ditetapkan sebagai Bencana Nasional oleh Pemerintah
[HOAKS atau FAKTA]: Presiden ke-7 RI Joko Widodo Ditugaskan BRIN jadi Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Bencana
[HOAKS atau FAKTA]: Ingin Dicap sebagai Pahlawan, Jokowi Datangi Lokasi Bencana di Sumatra
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Marahi Menkeu Purbaya karena Menolak Membayar Utang Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Kader PDIP Sebut Serangan Ahmad Ali ke Jokowi Adalah Order Busuk Agar Aman dari KPK
[HOAKS atau FAKTA ]: Kejagung Sita Uang Jokowi Triliunan Rupiah
Dukungan Projo ke Prabowo Dinilai Langkah Terhormat Dalam Politik Kebangsaan
[HOAKS atau FAKTA]: Ketua Harian PSI Usulkan Duet Gibran-Jokowi di Pilpres 2029
Terkait Kasus Dugaan Korupsi Kereta Cepat Whoosh, Jokowi: Prinsip Dasar Transportasi Bukan Mencari Laba
[HOAKS atau FAKTA]: Menko Yusril Mengamuk dan Minta Relawan Jokowi yang Bikin Gaduh Segera Ditangkap dan Dibubarkan Tanpa Ampun