MerahPutih.com - Jumlah penumpang kereta rel listrik (KRL) terus meningkat setiap harinya seiring kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi di wilayah Jabodetabek.
Untuk mengantisipasi kepadatan penumpang di stasiun, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) akan melakukan rekayasa pola operasi agar ada penambahan frekuensi terutama untuk lintas Bogor-Manggarai dan Cikarang-Manggarai yang jumlah perjalanannya sudah optimal sesuai kapasitas infrastruktur perkeretaapian di lintas tersebut.
Baca Juga
Dengan rekayasa pola operasi ini, mulai Minggu (12/7) ada dua jadwal pemberangkatan kereta luar biasa (KLB) KRL pada pagi hari dari Stasiun Bogor dengan tujuan Manggarai. Sementara dari Stasiun Cikarang pada pagi hari terdapat satu jadwal pemberangkatan KLB KRL dengan tujuan Manggarai.
"Selain jadwal pada pagi hari, terdapat juga KLB pada jam sibuk sore hingga malam hari dengan tujuan akhir Stasiun Cikarang," kata VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba di Jakarta, hari ini.
Sebelumnya rekayasa pola operasi juga sudah dilakukan di lintas Tangerang-Duri sehingga terdapat tambahan 10 perjalanan. Dengan demikian, PT KCI mulai Senin (13/7) mengoperasikan 962 perjalanan KRL per hari.
PT KCI telah menetapkan Stasiun Bogor, Stasiun Cilebut, dan Stasiun Cikarang sebagai stasiun khusus Kartu Multi Trip (KMT).
Uji coba akan dimulai besok, di mana pada masa uji coba ini setiap hari Senin ketiga stasiun tersebut tidak lagi melayani transaksi pembelian dan isi ulang Tiket Harian Berjaminan (THB).
"Namun untuk tap out / keluar menggunakan THB masih dimungkinkan dan pengguna THB Pergi Pulang juga dapat melakukan tap in untuk perjalanan pulangnya," jelas Anne.
Dengan uji coba Stasiun Khusus KMT ini, pengguna dapat naik KRL menggunakan KMT, kartu uang elektronik bank yang telah bekerja sama dengan KCI, dan tiket kode QR Link Aja.
Penetapan stasiun KMT ini selain mengurai antrean THB juga untuk meminimalisir risiko penularan Covid-19 dari transaksi dengan uang tunai yang sering berpindah tangan.
Berbagai layanan KCI di masa pandemi ini diberikan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang ketat. Para pengguna sejak masuk stasiun akan melalui pengecekan suhu tubuh, wajib menggunakan masker, dan mencuci tangan sebelum dan setelah menggunakan KRL.
Saat berada di peron, petugas di lapangan akan mengarahkan pengguna untuk menunggu KRL sesuai marka yang telah ditentukan dan menjaga jarak.
"Di dalam KRL pengguna juga dibatasi hingga maksimal 74 orang per kereta," ungkap Anne.
Pembatasan dilakukan menyesuaikan dengan kondisi kepadatan pengguna melalui antrean penyekatan di beberapa zona stasiun sebelum masuk ke peron.
Bahkan untuk memperkuat protokol kesehatan ini, PT KCI juga mendukung upaya dari pemerintah untuk menggelar rapid test maupun swab test berkala di berbagai stasiun.
"Dengan adanya test berkala ini, diharapkan dapat mencegah mereka yang telah terpapar COVID-19 untuk naik KRL," ungkap Anne.
Penerapan prosedur ini dilakukan dengan kolaborasi erat bersama berbagai pihak terutama TNI dan Polri yang selama beberapa bulan terakhir telah menempatkan ratusan personilnya di stasiun untuk membantu menertibkan antrean dan terlaksananya protokol kesehatan.
Baca Juga
Kemenkeu Pastikan Belum Ada Alokasi Anggaran Buat Proyek Ibu Kota
PT KCI juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah di sejumlah wilayah dan pemerintah pusat yang telah menyiapkan bus sehingga pengguna KRL memiliki alternatif saat kondisi antrean di stasiun cukup panjang.
Bahkan mulai Senin 13 Juli 2020 mendatang jumlah bus bantuan akan bertambah menjadi 170 unit. Dari Stasiun Bogor ke sejumlah stasiun tujuan di Jakarta akan tersedia 140 unit bus, ditambah 10 unit dengan titik keberangkatan di Botani Square Bogor. Selain itu dari Stasiun Cikarang juga tersedia 20 unit bus tujuan Jakarta. (Knu)