Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Reformasi Birokrasi Hanya Sebatas Reformasi Dokumen

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Jumat, 03 Maret 2023
Reformasi Birokrasi Hanya Sebatas Reformasi Dokumen

Forum Perangkat Daerah, Rabu 1 Maret 2023 di Hotel Inn Bandung. (Humas Bandung)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Membangun daerah beserta kebijakan di dalamnya, tidak cukup hanya didukung data. Analisis menjadi salah satu skill penting yang harus diasah di era revolusi industri 4.0.

"Selama ini kita sering bekerja dengan otak kiri. Jarang menggunakan otak kanan, padahal harusnya balance. Otak kanan membuat strategi kita lebih matang dan komprehensif," ujar Sekretaris Daerah Provinsi Jabar, Setiawan Wangsaatmaja.

Baca Juga:

Sri Mulyani Jawab Instruksi Jokowi agar Kementerian Tertibkan Aparatur di Bawah

Menurutnya, dalam membuat kebijakan, pemerintah lebih seringnya menggunakan otak kiri. Sehingga, saat berhubungan dengan hal lain yang membutuhkan kerja otak kanan, menjadi lebih kaku dan sulit.

"Dengan dinamika di era ini, pihak yang diurus maupun yang mengurus sudah berbeda generasi," ucapnya.

Mereka yang saat ini memegang kebijakan didominasi generasi X. Sedangkan pihak yang dikelola oleh para pemegang kebijakan didominasi generasi Y dan Z.

"Saat mereka lahir seluruh teknologi ini sudah ada. Sedangkan generasi kita yang baby boomers dan gen X perlu memahami ini," ungkapnya.

Setiawan menyebutkan, ada 10 skill yang harus kita asah untuk menghadapi era revolusi. Di antaranya complex problem solving, critical thinking, creativity, people management, co-ordinating with other, emotional intelligence, judgements and decision making, service orientation, negotiation, dan cognitive flexibility.

Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan, generasi Y dan Z harus dibimbing dengan interaksi yang lebih kreatif, bukan lagi secara struktural.

"Sistem birokrasi perlu direformasi ke dynamic working arrangement. Kita bisa bekerja dari mana saja, tapi tetap dipantau kinerjanya melalui aplikasi," ungkap Ema.

Melalui aplikasi tersebut bisa melihat persoalan apa yang harus diselesaikan tiap OPD sehari-harinya. Hanya dengan memasukkan keyword dalam aplikasi, artificial intelligence (AI) bisa menjabarkan permasalahan-permasalahannya.

"Tajamkan daya analisis dan kreativitas. Hal ini adanya di otak kanan. Jadi kalau kita hanya asah otak kiri, akan sulit bertahan di tengah arus AI teknologi," tuturnya.

Asisten Deputi Perumusan Kebijakan Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan PANRB, Kamaruddin menjelaskan, reformasi birokrasi saat ini belum memberikan dampak yang signifikan untuk masyarakat.

Kecepatan reformasi birokrasi antar kabupaten/kota tidak sama satu sama lain.

"Pengentasan kemiskinan, stunting, dan lapangan kerja itu masih belum terlihat dampaknya. Masih bersifat administratif. Hanya sebatas reformasi dokumen. Tidak terlalu memperhatikan substansinya," jelas Kamaruddin.

Sehingga menurutnya, perlu ada kolaborasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Pun dengan organisasi perangkat daerah (OPD) satu sama lain harus ada sinergitas dalam menjalankan kebijakan yang ada.

"Kolaborasi kita masih belum maksimal. Kita harus memperbaiki kebijakan reformasi birokrasi kita dengan membangun dynamic governance. Birokrasi semakin efektif, efisien, dan bersih, dengan ciri agile dan adaptif sehingga setara dengan birokrasi kelas dunia," imbuhnya. (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga:

Jokowi Peringatkan Pejabat Tak Pamer Kekayaan dan Kekuasaan

#Reformasi Birokrasi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Jelang Pidato Kenegaraan, Presiden Prabowo Minta Kabinet Percepat Reformasi Birokrasi dan Berantas Korupsi Tanpa Tebang Pilih
Presiden meminta Kabinet Merah Putih menjadikan evaluasi kinerja sebagai momentum mempercepat penyelesaian berbagai persoalan nasional.
Dwi Astarini - Selasa, 21 Juli 2026
Jelang Pidato Kenegaraan, Presiden Prabowo Minta Kabinet Percepat Reformasi Birokrasi dan Berantas Korupsi Tanpa Tebang Pilih
Indonesia
Prabowo Dorong Reformasi Birokrasi, Percepat Digitalisasi Pemerintahan dan Single National Identity Card
Prabowo menegaskan percepatan reformasi birokrasi melalui penyederhanaan regulasi, digitalisasi pemerintahan lewat GovTech, serta implementasi Single National Identity Card.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 20 Juli 2026
Prabowo Dorong Reformasi Birokrasi, Percepat Digitalisasi Pemerintahan dan Single National Identity Card
Indonesia
Dihadapan Anggota DPR, Presiden Perintahkan Bawahannya Inisiatif Bersihkan Birokrasi
Menurut Presiden, tidak ada satu pun pejabat atau aparatur sipil negara (ASN) yang posisinya tidak dapat digantikan apabila terbukti melakukan pelanggaran hukum atau kinerja yang buruk.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 20 Mei 2026
Dihadapan Anggota DPR, Presiden Perintahkan Bawahannya Inisiatif Bersihkan Birokrasi
Indonesia
Jokowi Perintahkan Eks PM Inggris Tony Blair Percepat Tranformasi Digital Birokasi RI
Kemenpan-RB didampingi tim Tony Blair Institute telah mengeksekusi langkah-langkah menuju akselerasi transformasi digital, salah satunya dengan melakukan peninjauan ke Inggris dan Estonia.
Wisnu Cipto - Kamis, 18 April 2024
Jokowi Perintahkan Eks PM Inggris Tony Blair Percepat Tranformasi Digital Birokasi RI
Bagikan