Refleksi 20 Tahun Tsunami Aceh, Mengintip Cara Kerja Operator Ina-TEWS

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Kamis, 26 Desember 2024
Refleksi 20 Tahun Tsunami Aceh, Mengintip Cara Kerja Operator Ina-TEWS

Melihat kerja para operator Ina-TEWS. (Foto: YouTube/Info BMKG)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Dua puluh tahun setelah bencana tsunami Aceh, Indonesia telah bertransformasi dalam teknologi persiapan menghadapi bencana. Ini dibuktikan lewat Ina-TEWS (Tsunami Early Warning System Indonesia).

Sistem ini menjadi tulang punggung Indonesia untuk cepat mengetahui keberadaan gempa sekaligus mendeteksi potensi tsunami setelah gempa terjadi. Perangkatnya berada di kantor Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jakarta.

Informasi itu kemudian dipublikasikan kepada masyarakat luas. yang bekerja tanpa henti untuk melindungi kita dari ancaman tsunami.

Untuk mengoperasikan Ina-TEWS, BMKG menugaskan tim kecil yang berjumlah 15 orang. Salah satunya Muhaimin, seismolog sekaligus supervisor para operator.

Baca juga:

Peristiwa Bersejarah 26 Desember: Dari Tsunami Aceh hingga Pembubaran Uni Soviet

Muhaimin bekerja di ruangan penuh monitor dan komputer canggih. Setiap detik sangat berarti. Begitu gempa terdeteksi, tim harus bergerak cepat. Dalam waktu kurang dari dua menit, mereka menganalisis data seismik dengan algoritma canggih untuk menentukan potensi tsunami.

“Kami tidak bisa memprediksi gempa, tapi yang bisa kami lakukan adalah mendeteksinya secepat mungkin dan memberikan peringatan untuk mengurangi dampaknya,” kata Muhaimin, seismolog lulusan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta itu, dikutip Antara (26/12).

Para operator Ina-TEWS ini tak boleh asal meninggalkan ruangan. Bahkan untuk sekadar ngobrol atau memalingkan muka guna menonton siaran televisi harus izin.

Para operator harus tetap berada dalam ruangan dengan mata dan telinga yang selalu awas, sehingga tidak ada aktivitas getaran yang terlewatkan.

Baca juga:

Peringatan Gempa dan Tsunami Bisa Lewat TV Digital, Terdeteksi Kurang dari 3 Menit

Ratusan seismometer tersebar dari ujung barat Aceh hingga timur Merauke, siap mendeteksi getaran sekecil apa pun. Sistem ini juga terintegrasi dengan 250 tide gauge yang memantau perubahan pasang surut air laut. Semua ini bertujuan untuk memberikan peringatan dini sesegera mungkin.

Kecepatan dan ketepatan adalah kunci. Dengan bantuan teknologi digital, informasi peringatan disebarluaskan melalui internet, televisi, dan radio. Ini memberi masyarakat kesempatan berharga untuk segera mengevakuasi diri.

Ina-TEWS adalah bukti nyata dari komitmen Indonesia untuk belajar dari masa lalu dan mempersiapkan masa depan. (dru)

Baca juga:

Refleksi 20 Tahun Tsunami Aceh, Mengenal Early Warning System Indonesia (Ina-TEWS)

#Tsunami #Aceh
Bagikan
Ditulis Oleh

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.

Berita Terkait

Dunia
Gempa Jepang, Otoritas Turunkan Status Peringatan Tsunami di Wilayah Pesisir Timur Laut, Peringatkan Guncangan Besar dalam Sepekan Mendatang
Japan Meteorological Agency memperingatkan gempa dengan skala serupa dapat terjadi dalam sepekan mendatang.
Dwi Astarini - Senin, 20 April 2026
 Gempa Jepang, Otoritas Turunkan Status Peringatan Tsunami di Wilayah Pesisir Timur Laut, Peringatkan Guncangan Besar dalam Sepekan Mendatang
Dunia
Gempa Jepang M 7,4, Gelombang Tsunami Pertama Hantam Pelabuhan Miyako
Gempa terjadi pukul 16.53 dengan kedalaman sekitar 10 kilometer, berpusat di perairan dekat Prefektur Iwate.
Wisnu Cipto - Senin, 20 April 2026
Gempa Jepang M 7,4, Gelombang Tsunami Pertama Hantam Pelabuhan Miyako
Dunia
Gempa M7,5 Guncang Jepang, JMA Keluarkan Peringatan Tsunami Setinggi 3 Meter
Gempa bermagnitudo 7,5 mengguncang Jepang utara, Senin (20/4). JMA keluarkan peringatan tsunami hingga 3 meter di Iwate, Aomori, dan Hokkaido.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 20 April 2026
Gempa M7,5 Guncang Jepang, JMA Keluarkan Peringatan Tsunami Setinggi 3 Meter
Berita
BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem, Aceh Tetapkan Status Siaga Bencana Hidrometeorologi hingga 20 April
Berdasarkan prakiraan BMKG, hampir seluruh wilayah Aceh berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang, khususnya pada periode 11 hingga 20 April 2026.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem, Aceh Tetapkan Status Siaga Bencana Hidrometeorologi hingga 20 April
Indonesia
DPR Dorong Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabencana Aceh, Pemerintah Diminta Segera Bergerak
Komisi V DPR mendorong percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana di Aceh. Langkah tersebut dinilai sangat krusial.
Soffi Amira - Sabtu, 11 April 2026
DPR Dorong Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabencana Aceh, Pemerintah Diminta Segera Bergerak
Indonesia
Banjir Bandang Kembali Terjang Aceh Tengah, Sebabkan 2 Jembatan Darurat Ambruk
Dua jembatan darurat baru dibangun setelah bencana hidrometeorologi akhir November 2025.
Frengky Aruan - Selasa, 07 April 2026
Banjir Bandang Kembali Terjang Aceh Tengah, Sebabkan 2 Jembatan Darurat Ambruk
Indonesia
Kayu Hanyutan di Aceh hingga Sumbar Dipakai Bangun Huntara Warga
Kayu hanyutan akibat banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar dimanfaatkan untuk hunian sementara hingga sumber PAD. Ini strategi pemerintah pascabencana.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 03 April 2026
Kayu Hanyutan di Aceh hingga Sumbar Dipakai Bangun Huntara Warga
Indonesia
BMKG: Potensi Tsunami Akibat Gempa Magnitudo 7,6 Berakhir
BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi gempa susulan serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 April 2026
BMKG: Potensi Tsunami Akibat Gempa Magnitudo 7,6 Berakhir
Indonesia
Gempa M 7,6 Guncang Sulut–Malut, BMKG Ungkap Penyebab dan Potensi Tsunami
Gempa M 7,6 mengguncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara. BMKG ungkap penyebab, dampak kerusakan, dan potensi tsunami hingga 3 meter.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 02 April 2026
Gempa M 7,6 Guncang Sulut–Malut, BMKG Ungkap Penyebab dan Potensi Tsunami
Indonesia
Setelah Gempa Magnitude 7,6, Malut Diguncang 29 Gempa Susulan
Besaran magnitudo gempa susulan tersebut berada pada 3,1 dan terbesar 5,5. Gempa susulan, adalah lazim terjadi setelah terjadi gempa utama.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 April 2026
Setelah Gempa Magnitude 7,6, Malut Diguncang 29 Gempa Susulan
Bagikan