Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Musik

Realita Rumitnya Asmara Tertuang dalam 'Radar' Lalahuta

Febrian AdiFebrian Adi - Jumat, 19 Mei 2023
Realita Rumitnya Asmara Tertuang dalam 'Radar' Lalahuta

Lalahuta bareng Laleilmanino rilis single terbaru. (Foto: Dok/Lalahuta)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SUKSES dengan kolaborasinya dengan rapper Tuan Tigabelas. Lalahuta siap kembali dengan mewarnai musik jazz dan city pop Indonesia dalam lagu Radar. Sebuah lagu istimewa hasil kolaborasi dengan trio produser Laleilmanino.

Radar mengisahkan seseorang yang jatuh cinta terhadap orang lain, namun terbatas oleh realita bahwa orang yang dicintai sedang dimiliki orang lain.

“Walau demikian, perasaan dan intuisi kuat membuat orang ini tidak putus asa – karena kebersamaan mereka hanya tertenggat oleh waktu, karena ‘radar cinta’ yang begitu kuat pasti akan mempertemukan mereka,” jelas drummer Lalahuta Boni Eko dalam keterangan resmi yang diterima Merah Putih, Kamis (18/5).

Baca juga:

Lalahuta dan Tuan Tigabelas Sebarkan Semangat di 'Selamat Pagi (Hey World)'

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh LALAHUTA (@lalahuta)

Lebih lanjut, Lalahuta tengah menyiapkan rangkaian rilisan berikutnya untuk membuat sebuah cerita, sebuah narasi dengan akhir yang mengikat di setiap lagunya ke depan.

Radar adalah pembuka, ajakan, dan pertanyaan: 'Aku cinta padamu, dan kurasa kamu juga. Tapi kalian (orang dan pasangannya) sedang menjalin hubungan – apa selanjutnya untuk kita selain permainan kucing-kucingan ini?,” lanjut Boni.

Selain janji untuk menyatukan semua rilisan di 2023 secara naratif, Lalahuta juga telah membuktikan diri sebagai band dengan musisi-musisi kawakan yang tidak segan-segan mengembangkan selera musik mereka. Sukses dalam showcase di awal tahun ini di Lucy In The Sky Jakarta, Lalahuta menjanjikan banyak hal yang akan datang melalui kolaborasi dengan Tuantigabelas, The Bakuucakar, dan banyak lagi.

“Selama ini kan, kami sudah kolaborasi dengan Tora Sudiro, Disko Pantera, dll. Jadi memang sebagai musisi kita selalu harus eksplor dan memperdalam musikalitas kita agar menjadi ciri khas,” kata Boni.

Baca juga:

Lalahuta Ungkap Arti Kesendirian di Single Terbaru

Namun, ada ‘ramuan khusus’ yang diciptakan Lalahuta untuk single Radar. Seiring dengan Lalahuta yang melewati perjalanan kedewasaan bermusik mereka dengan segala eksperimen dan percobaan musik, ‘Radar’ mengingatkan pendengar pada era band saat Tunggu Apalagi? – dengan Jazz sebagai pengaruh utama dan penghubung ke masing-masing anggota band.

“Dengan bantuan Laleilamanino, Alvin, dan Jordy (masing-masing di string dan trumpet), kami memberikan nafas baru pada proyek Lalahuta yang tidak asing untuk fans kami,” pungkas Boni. (Far)

Baca juga:

Adeliesa Bicara Tentang Sebuah Hubungan dalam 'I'm Good Here'

#Musik #Musik Indonesia #Musisi Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Kisah di Balik Lagu 'Gloryland', Anthem Resmi Piala Dunia 1994
'Gloryland' menawarkan atmosfer yang inspiratif dengan lirik yang menekankan harapan, persatuan, perjuangan, dan tekad untuk meraih kemenangan.
Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
Kisah di Balik Lagu 'Gloryland', Anthem Resmi Piala Dunia 1994
ShowBiz
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
Liriknya mengisahkan tentang mimpi, harapan, persatuan, dan perjuangan untuk menjadi yang terbaik, selaras dengan semangat yang mewarnai ajang Piala Dunia.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
ShowBiz
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
Lebih dari 20 tahun tersimpan sebagai rekaman legendaris, penampilan bersejarah Discus di ProgSol Festival Swiss akhirnya resmi dirilis dalam format CD.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
ShowBiz
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
Lagu yang dirilis pada 1998 sebagai bagian dari album Vuelve ini memadukan unsur Latin pop, samba, dan musik dansa dengan irama yang penuh energi.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
ShowBiz
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
for Revenge resmi dipercaya membawakan lagu original versi Indonesia untuk film Spider-Man: Brand New Day.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
ShowBiz
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
The Odyssey hanya menghadirkan satu lagu sebagai soundtrack utama, yakni When I'm Home (2026).
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
ShowBiz
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
EP yang diproduksi secara independen ini menghadirkan lima lagu yang disusun sebagai sebuah narasi utuh.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
ShowBiz
Miki Matsubara Cetak Sejarah, 'Mayonaka no Door~stay with me' Tembus 500 Juta Streaming
Dirilis sejak 1979, 'Mayonaka no Door~stay with me' Miki Matsubara kembali mencetak sejarah. Lagu City Pop Jepang ini kini telah melampaui 500 juta streaming Spotify.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Miki Matsubara Cetak Sejarah, 'Mayonaka no Door~stay with me' Tembus 500 Juta Streaming
ShowBiz
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang
Supple membuka fase baru lewat album Nothing Can Explain. Delapan lagu dalam rilisan ini membawa pendengar menyusuri penyangkalan, obsesi, tekanan sosial, hingga survivor's guilt.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang
Indonesia
Pencatatan Hak Cipta Lagu Kini Gratis, DJKI Berlakukan Tarif Rp 0 Mulai 1 Agustus 2026
Mulai 1 Agustus 2026, pencatatan hak cipta lagu dan musik resmi digratiskan. DJKI berharap kebijakan ini mendorong lebih banyak musisi mendaftarkan karya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Pencatatan Hak Cipta Lagu Kini Gratis, DJKI Berlakukan Tarif Rp 0 Mulai 1 Agustus 2026
Bagikan