Ratusan Pelajar SMP di Perbatasan Papua Ikut Penyuluhan Wawasan Kebangsaan

Eddy FloEddy Flo - Kamis, 08 Juni 2017
Ratusan Pelajar SMP di Perbatasan Papua Ikut Penyuluhan Wawasan Kebangsaan

Ilustrasi pelajar SMP (Foto: ANTARA Foto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Ratusan pelajar SMP Negeri 1 Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, Papua yang berbatasan langsung dengan negara Papua Nugini ikuti penyuluhan wawasan kebangsaan yang digelar Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Yonif 405/Surya Kusuma.

Sebagaimana dilansir Antara, Komandan Satgas (Dansatgas) Pamtas Yonif 405/SK Letkol Inf Diantoro ketika dihubungi dari Kota Jayapura, Papua, Kamis mengatakan di samping mengemban tugas negara sebagai penjaga perbatasan RI-PNG, pihaknya turut serta membangun semangat generasi muda melalui penyuluhan wawasan kebangsaan.

"Wawasan kebangsaan dapat diartikan sebagai konsepsi cara pandang yang dilandasi akan kesadaran diri sebagai warga dari suatu negara akan diri dan lingkungannya di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," katanya, Kamis (8/6).

Makna wawasan kebangsaan mengamanatkan kepada seluruh bangsa agar menempatkan persatuan dan kesatuan serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan.

"Sehingga wawasan kebangsaan sangat erat kaitannya dengan pembangunan karakter, yang merupakan suatu proses atau usaha yang dilakukan untuk membina, memperbaiki dan membentuk tabiat, watak, sifat-sifat kejiwaan, akhlak, insan manusia, sehingga menunjukkan perangai dan tingkah laku yang baik berlandaskan Pancasila,"katanya.

Apalagi, pemuda adalah tulang punggung negara, karenanya masa depan suatu negara tergantung pada peran pemuda itu sendiri, sehingga ditangan pemuda jua lah ke mana negara ini akan dibawa karena pemuda memiliki prioritas utama untuk memikul tanggung jawab ini.

"Tidak dapat dipungkiri peran pemuda sangat besar bagi kemajuan suatu bangsa, karena merekalah tumpuan dan harapan bagi kelangsungan hidup suatu bangsa. Kami berharap agar para pelajar dari SMP Negeri 1 Tanah Merah dapat menunjukkan prestasi, karena dengan prestasi diri yang tinggi akan sangat berpengaruh pada keunggulan bangsa," kata Diantoro.

Sementara itu, Kepala sekolah SMP Negeri 1 Tanah Merah, Piter Yawan SIp memberikan apresiasi dan sangat mendukung kegiatan tersebut.

"Terima kasih kepada bapak-bapak Satgas Yonif 405 SK yang telah memberikan penyuluhan wawasan kebangsaan kepada pelajar dan guru SMP Negeri 1 Tanah Merah. Kegiatan ini menambah pemahaman tentang wawasan kebangsaan, cinta tanah air dan menumbuhkan mental siswa menjadi lebih baik," katanya.

Sumber: ANTARA

#Nasionalisme #Papua #TNI AD #Indonesia
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
Gibran Dorong Program MBG Masuk Asmat, Usulkan Libatkan Gereja dan Keuskupan
Wapres Gibran Rakabuming meminta Program Makan Bergizi Gratis menjangkau Asmat, Papua Selatan. Ia mengusulkan keterlibatan gereja dan keuskupan.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 21 Juni 2026
Gibran Dorong Program MBG Masuk Asmat, Usulkan Libatkan Gereja dan Keuskupan
Indonesia
8 Anggota OPM Berikrar Kembali ke NKRI, TNI : jangan Bangun Masa Depan Papua dengan Permusuhan
Menunjukkan komitmen dari masyarakat untuk menjaga kedamaian dan mendukung pembangunan daerah.
Dwi Astarini - Kamis, 11 Juni 2026
8 Anggota OPM Berikrar Kembali ke NKRI, TNI : jangan Bangun Masa Depan Papua dengan Permusuhan
Indonesia
4 Sekolah Rakyat Bakal Dibangun di Papua
Pihaknya bakal terus mematangkan pelaksanaan Sekolah Rakyat sebagai salah satu program strategis nasional untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 09 Juni 2026
4 Sekolah Rakyat Bakal Dibangun di Papua
Olahraga
Kutukan Patah Sejarah Berulang, Timnas Indonesia Bungkam Oman 3-0 Seperti 38 Tahun Silam
Gol Hubner, Romeny, dan Ragnar mengulang sejarah King’s Cup 1988, mengakhiri kutukan 38 tahun tanpa kemenangan.
Wisnu Cipto - Jumat, 05 Juni 2026
Kutukan Patah Sejarah Berulang, Timnas Indonesia Bungkam Oman 3-0 Seperti 38 Tahun Silam
Olahraga
Indonesia Unggul 2-0 Lawan Oman di Babak Pertama, Emil Audero Sukses Gagalkan Penalti
Timnas Indonesia sukses mencetak 2 gol ke gawang Oman di babak pertama pada laga persahabatan FIFA Matchday, Jumat (5/6) malam. Gol diciptakan Justin Hubner dan Oley Romeny.
Wisnu Cipto - Jumat, 05 Juni 2026
Indonesia Unggul 2-0 Lawan Oman di Babak Pertama, Emil Audero Sukses Gagalkan Penalti
Indonesia
Pasca Ledakan Biak, Dua Mortir PD II Ditemukan di Jayapura
Tim Jibom Gegana Brimob Polda Papua amankan dua mortir peninggalan PD II di Jayapura. Sehari sebelumnya, UXO berisiko tinggi ditemukan di Sentani.
Wisnu Cipto - Kamis, 04 Juni 2026
Pasca Ledakan Biak, Dua Mortir PD II Ditemukan di Jayapura
Indonesia
Pancasila Kompas Moral Bangsa Hadapi Tantangan Zaman
Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga pedoman hidup yang menjaga keutuhan bangsa sejak Indonesia merdeka.
Wisnu Cipto - Senin, 01 Juni 2026
Pancasila Kompas Moral Bangsa Hadapi Tantangan Zaman
Olahraga
Fajar/Fikri Kalah di Final, Tim Indonesia Pulang Tanpa Gelar dari Singapore Open 2026
Harapan Indonesia meraih gelar di ajang Singapore Open 2026 pupus setelah pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri kalah di babak final.
Wisnu Cipto - Minggu, 31 Mei 2026
Fajar/Fikri Kalah di Final, Tim Indonesia Pulang Tanpa Gelar dari Singapore Open 2026
Indonesia
Dilaporkan ke Polisi, Tim Produksi Film Pesta Babi Puji Mama Sinta Pejuang Hak Adat Papua
Tim kolaborasi film dokumenter Pesta Babi akhirnya angkat bicara terkait laporan hukum yang diajukan tokoh perempuan adat Malind, Yasinta Moiwend atau Mama Sinta, ke Polda Metro Jaya.
Wisnu Cipto - Minggu, 31 Mei 2026
Dilaporkan ke Polisi, Tim Produksi Film Pesta Babi Puji Mama Sinta Pejuang Hak Adat Papua
Indonesia
Aktivis Tidak Setuju Proyek Pangan dan Energi di Papua Dilabeli Kolonialisme, Perlu dengan Hati, Hukum, dan Keadilan
Pembangunan di Papua harus dibaca secara lebih objektif, yaitu sebagai bagian dari upaya negara memperkuat ketahanan pangan, ketahanan energi, pemerataan pembangunan, penguatan infrastruktur, serta perlindungan kedaulatan nasional di wilayah timur Indonesia.
Frengky Aruan - Minggu, 31 Mei 2026
Aktivis Tidak Setuju Proyek Pangan dan Energi di Papua Dilabeli Kolonialisme, Perlu dengan Hati, Hukum, dan Keadilan
Bagikan