Rakyat Korsel Gugat Presiden Yoon Suk-yeol karena Kekacauan Darurat Militer

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 11 Desember 2024
 Rakyat Korsel Gugat Presiden Yoon Suk-yeol karena Kekacauan Darurat Militer

Lightstick warnai aksi menuntut pemakzulan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol.(foto: Allkpop)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - WARGA negara Korea Selatan secara kolektif mengajukan gugatan class action terhadap Presiden Yoon Suk-yeol. Mereka menuntut ganti rugi atas tekanan emosional yang disebabkan deklarasi darurat militer ilegal pada 3 Desember.

Seperti dilaporkan The Korea Times, kelompok yang menamakan diri mereka Komite Persiapan untuk Tuntutan Ganti Rugi Terhadap Yoon Suk-seol atas Tindakan Pengkhianatan, pada Selasa (10/12) mengumumkan rencana mereka untuk meminta ganti rugi sebesar 100.000 won (Rp 1,1 juta) per warga dari Suk-yeol. Gugatan tersebut diajukan pengacara Lee Geum-kyu, yang mewakili Majelis Nasional selama persidangan pemakzulan mantan Presiden Park Geun-hye, dan Kim Jung-ho, yang menangani kasus-kasus perdata dan pidana yang berkaitan dengan memoar mendiang Presiden Chun Doo-hwan.

Kelompok ini berencana merekrut 105 penggugat, yang melambangkan 105 anggota parlemen dari Partai Kekuatan Rakyat yang secara kolektif abstain dalam pemungutan suara pemakzulan terhadap Suk-yeol. Biaya pengacara akan dibebaskan. Setiap ganti rugi yang diberikan, setelah dikurangi biaya hukum, akan disumbangkan ke organisasi kepentingan publik.

Kelompok ini menekankan bahwa deklarasi darurat militer yang dilakukan Suk-yeol telah menimbulkan ketakutan dan kecemasan di kalangan warga sehingga menjadi dasar yang sah untuk mendapatkan ganti rugi. "Presiden Suk-yeol telah meninggalkan tugasnya untuk melindungi kehidupan warga negara, kebebasan, dan martabat. Sebaliknya, ia menanamkan ketakutan, ketidaknyamanan, dan hilangnya harga diri," kata kelompok tersebut.

Baca juga:

Presiden Yoon Suk-yeol Kena Cekal, Dilarang Berpergian ke Luar Negeri



Menurut mereka, gugatan ini menuntut kompensasi awal sebesar 100.000 won per warga untuk tekanan emosional yang disebabkan tindakan inkonstitusionalnya. Kelompok ini juga mendesak adanya gerakan nasional untuk meminta pertanggungjawaban Suk-yeol di semua pengadilan. "Ini harus memastikan tidak hanya tanggung jawab konstitusional dan pidana, tetapi juga tanggung jawab perdata," kata kelompok itu.

Pihak oposisi, termasuk Partai Demokratik Korea, juga telah bergabung dengan inisiatif ini. Anggota Dewan Tertinggi Partai Demokrat, Kim Min-seok, mengajukan gugatan nasional terhadap Suk-yeol dan yang lainnya. Min-seok mengatakan dalam sebuah unggahan di media sosial bahwa warga berhak mendapatkan ganti rugi atas luka mereka.

"Mereka yang mengarahkan senjata ke warga harus menghadapi kehancuran total, memastikan tidak ada yang berani melakukan tindakan antikonstitusional seperti itu di masa depan,” tegas mereka.(dwi)

Baca juga:

Perwira AD Korsel Ungkap Perintah Presiden Yoon Suk-yeol Menyeret Anggota Parlemen

#Korea Selatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Olahraga
Shin Tae-yong Disanksi Berat oleh Federasi Sepak Bola Korea, Dugaan Kekerasan terhadap Pemain
Shin Tae-yong terseret kasus dugaan kekerasan terhadap pemain saat masih menangani Ulsan HD pada musim lalu.
Frengky Aruan - Jumat, 24 Juli 2026
Shin Tae-yong Disanksi Berat oleh Federasi Sepak Bola Korea, Dugaan Kekerasan terhadap Pemain
Indonesia
Kemenlu Tangani WNI Kabur Dari Rombongan Wisata di Korea Selatan
Kabar mengenai seorang WNI berinisial F asal Madiun, Jawa Timur yang diduga kabur dalam perjalanan tur di Korea Selatan menjadi sorotan masyarakat
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 23 Juli 2026
Kemenlu Tangani WNI Kabur Dari Rombongan Wisata di Korea Selatan
Indonesia
Dubes Korsel Bertemu Megawati di Teuku Umar, Bahas Upaya Perdamaian Korea
Dubes Korea sangat mengapresiasi perhatian Megawati atas persoalan di Semenanjung Korea.
Dwi Astarini - Senin, 13 Juli 2026
Dubes Korsel Bertemu Megawati di Teuku Umar, Bahas Upaya Perdamaian Korea
Olahraga
Pulang ke Korea, Son Heung-min Minta Maaf atas Hasil Buruk di Piala Dunia
Ia mengakui kata-kata maafnya tidak akan mampu menggambarkan besarnya kekecewaan dan kepedihan yang dirasakan para pendukung timnas Korea.
Dwi Astarini - Rabu, 01 Juli 2026
Pulang ke Korea, Son Heung-min Minta Maaf atas Hasil Buruk di Piala Dunia
Olahraga
Gagal Bawa Korsel Bersinar di Piala Dunia 2026, Pelatih Hong Myung-bo Mundur
Satu-satunya kemenangan Korea Selatan diraih saat mengalahkan Republik Ceko dengan skor 2-1.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 29 Juni 2026
Gagal Bawa Korsel Bersinar di Piala Dunia 2026, Pelatih Hong Myung-bo Mundur
Dunia
2 WNI Hilang dalam Kecelakaan Kapal Nelayan di Lepas Pantai Busan
Kapal nelayan berbobot 79 ton tersebut tenggelam setelah bertabrakan dengan kapal pengangkut LPG seberat 992 ton.
Dwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026
  2 WNI Hilang dalam Kecelakaan Kapal Nelayan di Lepas Pantai Busan
Indonesia
Kapal LPG Tabrak Nelayan, 2 ABK WNI Hilang di Lepas Pantai Busan Korsel
Kapal nelayan asal Indonesia bertabrakan dengan kapal LPG di perairan Busan, Korea Selatan. Dua ABK WNI hilang, enam awak diselamatkan. Presiden Korsel perintahkan pencarian besar-besaran.
Wisnu Cipto - Kamis, 25 Juni 2026
Kapal LPG Tabrak Nelayan, 2 ABK WNI Hilang di Lepas Pantai Busan Korsel
Olahraga
Link Streaming Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026, Duel Hidup-Mati di Grup A
Link live streaming Afrika Selatan vs Korea Selatan akan dimulai Kamis (25/6) pukul 08.00 WIB. Keduanya berusaha mengamankan babak 32 besar.
Soffi Amira - Kamis, 25 Juni 2026
Link Streaming Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026, Duel Hidup-Mati di Grup A
Olahraga
Jadwal Piala Dunia 2026 Pekan Ini: Inggris, Brasil dan Jerman Main, Catat Tanggalnya
Simak jadwal piala dunia 2026 malam ini18-21 Juni 2026. Ada laga Inggris vs Kroasia, Brasil vs Haiti, Jerman vs Pantai Gading hingga Spanyol vs Arab Saudi
ImanK - Kamis, 18 Juni 2026
Jadwal Piala Dunia 2026 Pekan Ini: Inggris, Brasil dan Jerman Main, Catat Tanggalnya
Olahraga
Meksiko vs Korea Selatan: Tuan Rumah Percaya Diri Lumat Habis Taeguk Warriors
Pelatih Hong Myung-Bo menginstruksikan anak asuhnya tampil menekan sejak menit awal guna meredam agresivitas penyerang sayap Meksiko, Julian Quinones
Angga Yudha Pratama - Kamis, 18 Juni 2026
Meksiko vs Korea Selatan: Tuan Rumah Percaya Diri Lumat Habis Taeguk Warriors
Bagikan