Rahasia Umur Panjang yang Bisa Kamu Coba

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Kamis, 14 Februari 2019
Rahasia Umur Panjang yang Bisa Kamu Coba

Gambaran pertumbuhan hidup manusia. (Pixabay/bogitw)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SELAMAT ulang tahun dan semoga panjang umur. Begitulah kiranya bunyi doa yang selalu datang disetiap hari perayaan ulang tahun kamu. Namun faktanya seiring berjalannya waktu, masa hidup manusia semakin ke sini semakin pendek.

Tapi, ada di beberapa negara yang sebagian besar masyarakatnya masih berumur panjang. Seperti,Jepang, Eropa Selatan, dan Spanyol adalah beberapa di antaranya. Panjangnya usia rata-rata penduduk di wilayah tersebut diduga berhubungan dengan diet dan gaya hidup mereka.

Apa sajakah gaya hidup yang dimaksud? Berikut merahputih.com akan memaparkan hal-hal yang diduga bisa memperpanjang umur seseorang seperti dilansir dari Go-Dok;

1. Diet ala Jepang

Diet ala Jepang. (Instagram/@haruchan________)
Diet ala Jepang. (Foto: Instagram/@haruchan___)

Rahasia umur panjang masyarakat Jepang adalah dengan diet. John Beard, Direktur Aging and Life-course dari World Health Organization (WHO) mengatakan bahwa sebagian besar penyebab orang-orang Jepang rata-rata memiliki umur di atas 64 tahun adalah diet tradisional mereka.

Diet yang dimaksud mencakup banyak makanan berbahan ikan segar dan sayuran, dikombinasikan dengan daging berlemak rendah. Selain itu, infrastruktur kota yang lebih hijau serta banyaknya kegiatan luar seperti berolahraga yang dilakukan penduduk Jepang juga salah satu kunci umur panjang mereka.

2. Diet ala Mediterania (Eropa Selatan)

Makanan Diet ala Mediterania. (Instagram/@mzgieawakening)
Makanan Diet ala Mediterania. (Foto: Instagram@mzgieawakening)

Rahasia umur panjang di Eropa Selatan. Lebih dari setengah populasi penduduknya dapat diharapkan mencapai umur yang lebih panjang dari 80 tahun. Diet ala Mediterania berperan besar dalam hal ini.

Diet tradisional yang dimaksud terdiri dari sedikit porsi minuman anggur, sayuran segar, minyak zaitun, dan daging berlemak rendah. Tentu saja, aktivitas fisik yang konsisten dilakukan juga berpengaruh besar. Orang-orang yang mengikuti diet ini, terbukti tetap sehat hingga hari tuanya baik secara fisik maupun mental.

#Tips #Tips Masak #Kesehatan #Tips Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan