Relationship

Putusin Pacar tanpa Drama

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 07 Oktober 2021
Putusin Pacar tanpa Drama

Butuh keahlian untuk putus secara baik-baik. (foto: pixabay/freephotos)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PUTUS cinta sering kali merupakan proses panjang yang menyakitkan, ditandai dengan kecocokan dan permulaan, perdebatan internal, dan banyak negosiasi dengan pasangan. Satu studi menemukan bahwa butuh 16 langkah untuk putus dengan seseorang.

Di sisi lain ada pula ghosting, istilah menghilang tiba-tiba tanpa alasan, yang belakangan pupuler. Namun, jika hubungan cukup santai, kamu bisa saja putus dengan tenang hanya dengan berhenti berkomunikasi.

Dari dua titik esktrem langkah memutuskan hubungan itu, ada jalan tengah. Bahkan dalam situasi putus yang tidak nyaman, kamu tetap dapat berpisah dengan baik-baik tanpa menghancurkan harga diri. Penelitian menunjukkan, proses putus semacam itu membutuhkan serangkaian keterampilan.

BACA JUGA:

Bahaya 'Helicopter Parenting' bagi Tumbuh Kembang Buah Hati

Baik penelitian budaya dan teori-teori relasi mengajarkanmu bahwa hubungan membutuhkan usaha untuk membuatnya bertahan lama. Namun, hubungan apa yang layak untuk dipertahankan? Usaha apa yang diperlukan dan sehat untuk dilakukan? Dan mungkin yang paling penting: Bagaimana kamu tahu kapan waktunya berhenti berusaha dan putus saja?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak secara langsung dijawab dalam penelitian 'Is Breaking Up Hard to Do? Exploring Emerging Adults' Perceived Abilities to End Romantic Relationships' yang dipublikasikan di Jurnal Family Relations pada 2019.

Sebaliknya, Dr. Jonathon Beckmeyer dan Tyler Jamison, Ph.D., Associate Professor of Human Development and Family Studies di University of New Hampshire, AS, memutuskan untuk mengeksplorasi apa yang diperlukan untuk berhasil putus dengan seseorang. Berikut yang mereka temukan seperti yang ditulis Jamison dalam Psychology Today (25/9).

1. Tahu Kapan Harus Putus

putus
Dalam situasi putus yang tidak nyaman, kamu tetap dapat berpisah dengan baik-baik. (crushpixel.com)


"Dr. Beckmeyer dan saya telah menghabiskan sebagian besar karier kami untuk mempelajari orang dewasa baru atau mereka yang berusia 18-29 dan masih mencari tahu siapa diri mereka, karier apa yang mereka inginkan, dan pendidikan apa yang harus dikejar. Mereka biasanya merasa seperti berada di antara masa remaja dan dewasa, dan dunia tampaknya penuh dengan kemungkinan bagi mereka," tulis Jamison.

Selama masa dewasa yang baru muncul, orang-orang juga mengeksplorasi pilihan mereka untuk hubungan. Penelitian menunjukkan, mereka harus mencari cara untuk mengoordinasikan hubungan percintaan dengan rencana pendidikan dan karier.

Selain alasan yang lebih jelas untuk putus (misalnya, pelecehan fisik, emosional, atau seksual), penting untuk menilai apakah hubungan kamu sesuai dengan tujuan pribadimu.

Apakah hubunganmu menghadirkan hambatan untuk menyelesaikan pendidikan atau mengambil pekerjaan yang kamu butuhkan dan inginkan? Apakah kamu merasa didukung oleh pasangan ketika mengejar tujuan hidupmu? Apakah pasangan ingin menjalani kehidupan yang serupa denganmu dalam hal keseimbangan pekerjaan dan keluarga, memiliki anak, dan lokasi geografis?

Pertanyaan-pertanyaan ini sangat penting untuk orang dewasa baru. Jika kamu berada dalam hubungan yang bahagia, sehat, dan mendukung, kamu dapat bekerja sama untuk memastikan setiap tujuan tercapai. Jika tidak, mungkin ini saatnya untuk putus.

2. Pertegas Status Hubungan

putus
Penting untuk menilai apakah hubungan kamu sesuai dengan tujuan pribadimu. (123RF/roboriginal)


Putus hubungan dengan seseorang bisa membuat stres, terutama jika kamu sudah lama bersama. Sayangnya, jika kamu tidak memperjelas hubungan dan mengatakannya langsung saat putus, dia akan bingung tentang status. Dalam hal ini, proses putus dapat berlarut-larut atau kamu akhirnya balik kembali ke dalam hubungan.

Apakah gaya putus kamu lebih fokus pada diri sendiri (bagaimana hal ini memengaruhiku?) atau pada orang lain (bagaimana aku dapat meringankan ketidaknyamanan dia?), memperjelas niatmu untuk mengakhiri hubungan merupakan tindakan yang baik untuk semua pihak. Kamu bisa keluar dari hubungan dan dia tidak bertanya-tanya apa yang terjadi.

3. Terimalah dan Move on

putus
Memperjelas niatmu untuk mengakhiri hubungan akan baik untuk semua pihak. (123RF/rawpixel)


Coba bayangkan kamu berada di sisi lain dari perpisahan ini. Tugasmu adalah menerima keinginan pasangan untuk putus. Kamu mungkin tidak setuju dengan alasan mereka untuk mengakhiri hubungan, tetapi kamu tidak bisa tidak setuju dengan perpisahan itu sendiri.

Benar-benar menerima perpisahan mungkin juga berarti memutuskan ikatan yang kamu miliki dengan orang itu di media sosial. Penelitian menunjukkan, tetap terhubung cenderung menyebabkan stres, kemarahan, dan rasa sakit tambahan. Ini juga membuat kamu berinvestasi secara psikologis dalam kehidupan dia dan mencegah kamu move on, terpisah darinya.

Jika kamu benar-benar berpikir hubungan itu masih memiliki potensi, pertimbangkan petuah lama dari Khalil Gibran, “Jika kamu benar-benar mencintai seseorang, lepaskan dia, karena jika kembali, dia sebenarnya selalu milikmu. Dan jika tidak, dia tidak pernah menjadi milikmu.” Kuncinya adalah kamu harus rela melepaskannya.

4. Jangan Tunda Putus

putus
Menerima perpisahan juga berarti memutuskan ikatan pada media sosial si dia. (123RF/woodoo007)


Setelah kamu tahu hubungan itu tidak sehat atau tidak memuaskan, akhiri saja. "Dalam studi lain, kami mengeksplorasi apa yang terjadi ketika orang berlama-lama dalam hubungan yang tidak membahagiakan. Kalau dipikir-pikir, orang-orang yang kami wawancarai sangat menyesal karena mereka tidak mengakhiri hubungan lebih awal," tulis Jamison.

Dia menambahkan, mereka merasa terjebak, tetapi mereka mengalami kesulitan mengatasi hambatan yang mereka lihat untuk meninggalkan hubungan, apakah itu hidup bersama, terjerat dengan keluarga pasangan, atau memiliki anak bersama.

Perpisahan bisa menyakitkan dan sulit, apakah kamu "orang yang meninggalkan" atau "yang ditinggalkan". Namun, ini semua merupakan bagian normatif dari proses menjadi dewasa.

Meninggalkan hubungan yang tidak berhasil (atau menerima ketika seseorang ingin mengakhiri hubungan) membantu kamu bergerak menuju jenis kemitraan yang benar-benar diinginkan. Kuncinya adalah berusaha dan belajar dari pengalaman agar hubungan selanjutnya yang kamu bentuk lebih kuat dan lebih membahagiakan.(aru)

#Relationship
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Love to read, enjoy writing, and so in to music.

Berita Terkait

Lifestyle
Buat Calon Pengantin nih, Rekomendasi 5 Restoran Terbaik untuk Wedding Venue di Jakarta
Menyewa restoran jadi pilihan terbaik untuk mewujudkan resepsi wedding yang sarat makna dan intim.
Dwi Astarini - Rabu, 19 Februari 2025
Buat Calon Pengantin nih, Rekomendasi 5 Restoran Terbaik untuk Wedding Venue di Jakarta
Lifestyle
Gen Z Spill 2 Tantangan sebelum Menikah, Ekspektasi Orangtua dan Biaya
Keterbatasan bujet menjadi tantangan yang paling banyak diungkap, yakni oleh 59 persen calon mempelai yang menjadi responden.
Dwi Astarini - Jumat, 07 Februari 2025
Gen Z Spill 2 Tantangan sebelum Menikah, Ekspektasi Orangtua dan Biaya
Lifestyle
5 Tanda si Dia Effort dalam Hubunganmu
Effort membutuhkan kerja sama.
Dwi Astarini - Rabu, 01 Januari 2025
5 Tanda si Dia Effort dalam Hubunganmu
Lifestyle
3 Tanda Cintamu Bertepuk Sebelah Tangan, Tinggalkan Saja
Lebih baik tidak perlu memperjuangkan cinta yang bertepuk sebelah tangan itu.
Dwi Astarini - Selasa, 24 Desember 2024
3 Tanda Cintamu Bertepuk Sebelah Tangan, Tinggalkan Saja
Lifestyle
Pentingnya Komitmen untuk Bikin Hubungan Langgeng
Dalam membangun komitmen ada dua faktor yang membuatnya berjalan baik sesuai tujuan.
Dwi Astarini - Sabtu, 21 Desember 2024
Pentingnya Komitmen untuk Bikin Hubungan Langgeng
Lifestyle
5 Tahap Berdamai saat Kena Ghosting
Beberapa orang bahkan butuh beberapa waktu untuk pulih dari efek di-ghosting.
Dwi Astarini - Rabu, 18 Desember 2024
5 Tahap Berdamai saat Kena Ghosting
Lifestyle
Korea Selatan Sambut Generasi Baru, Angka Kelahiran Catatkan Rekor Tertinggi dalam 14 Tahun
Rekor kali ini merupakan yang tertinggi dalam 3 tahun 8 bulan.
Dwi Astarini - Kamis, 28 November 2024
Korea Selatan Sambut Generasi Baru, Angka Kelahiran Catatkan Rekor Tertinggi dalam 14 Tahun
Lifestyle
Lajang Berhak Bahagia, Aktivitas Seru ini Bisa Dilakukan Sendirian
Kamu justru memiliki lebih banyak waktu untuk mengenal diri sendiri dan melakukan hal-hal yang kamu sukai.
Dwi Astarini - Sabtu, 16 November 2024
Lajang Berhak Bahagia, Aktivitas Seru ini Bisa Dilakukan Sendirian
Lifestyle
Memahami Kata Gaul 'Bestie', Apa cuma buat Cewek?
Kata 'bestie' tidak terbatas pada jenis kelamin tertentu.
Dwi Astarini - Senin, 04 November 2024
Memahami Kata Gaul 'Bestie', Apa cuma buat Cewek?
Lifestyle
BI Checking ke Calon Pasangan, Penting enggak Sih?
Perbincangan mengenai finasial di Indonesia masih terbilang tabu.
Dwi Astarini - Senin, 21 Oktober 2024
BI Checking ke Calon Pasangan, Penting enggak Sih?
Bagikan