Kesehatan Mental

Sulitnya Berempati

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Minggu, 25 Oktober 2020
Sulitnya Berempati

Empati membuat hubungan antar sesama semakin akrab. (Foto: AW360)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KAMU pernah punya sahabat yang sering curhat ke kamu? Mungkin apa yang ia ceritakan juga pernah kamu alami dan membuat kamu untuk berempati dengannya. Ya, empati memainkan peran penting dalam membangun dan menjaga hubungan antarsesama manusia.

Manusia sudah mulai menunjukkan tanda-tanda empati sejak bayi dan akan semakin berkembang selama masa anak-anak dan remaja. Namun, tingkat empati seseorang bisa saja berbeda dengan orang lainnya. Ada orang yang mudah untuk berempati, ada pula yang sulit untuk melakukan hal tersebut.

Punya Dampak Positif, Empati Ternyata Sulit Dilakukan Sebagian Orang
Beremepati pada orang lain juga akan melatihmu dalam mengendalikan emosi. (Foto: Verywell Mind)

Baca juga:

Hindari Nasihat, Ini Yang Harus Dilakukan Saat Menghadapi Orang Depresi

Ada beberapa ciri yang menandakan apakah kamu merupakan orang yang memiliki empat tinggi atau biasa saja.

1. Memiliki kepedulian yang tinggi terhadap orang lain
2. Merupakan pendengar yang baik
3. Pandami memahami perasan orang lain
4. Sering dijadikan tempat curhat oleh orang lain
5. Sering memikirkan perasaan orang lain
6. Sering diminta menjadi penasihat bagi masalah orang lain
7. Terkadang merasa lelah atau kewalahan dalam situasi sosial

Kamu termasuk yang mana, Sobat Merah Putih?

Nah selain itu, empati juga memiliki beragam manfaat lho. Melansir laman Alodokter, rasa empati dibutuhkan untuk membangun hubungan sosial dengan orang lain. Dengan empati, kamu akan mampu memahami apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh orang lain. Kamu juga akan terlatih untuk memberikan tanggapan yang tepat dalam segala situasi sosial.

Bermepati pada orang lain juga akan melatihmu dalam mengendalikan emosi. Dengan begitu, kami tidak akan mudah merasa stres.

Baca juga:

Kenali 4 Jenis Gangguan Kepribadian Ini Sebelum Terlambat

Selain itu, kamu juga akan membayangkan bagaimana rasanya jika berada pada posisi orang lain. Hal ini aka mendorongmu untuk melakukan sesuatu yang bisa meringankan beban atau masalah orang tersebut. oleh karena itu rasa empat juga bermanfaat untuk melatih perilaku tolong-menolong atau sikap atruisme antara sesama manusia.

Punya Dampak Positif, Empati Ternyata Sulit Dilakukan Sebagian Orang
Jadilah pendengar yang baik. (Foto: The Conversation)

Karena empati merupakan sebuah kemampuan, kamu bisa membentuk atau memperkuatnya, seperti memperbanyak bergaul dengan orang yang memiliki latar belakang berbeda denganmu, berusaha mendengarkan orang lain sebaik mungkin, dan cobalah untuk memahami orang lain.

Menumbuhkan dan memperkuat rasa empat memang tidak bisa dilakukan secara instan. Seiring berjalannya waktu, rasa empatimu akan terasah dan segera merasakan manfaatnya, terutama di kehidupan sosialmu. (and)

Baca juga:

Aspek Psikologis yang Timbul Akibat Kecanduan Game Online

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan