MerahPutih.com - Data statistik BMKG Bali wilayah Buleleng dan Karangasem diprediksi akan mengalami kekeringan hingga akhir Agustus, dan baru akan turun hujan pada periode September hingga November mendatang.
Kepala Stasiun Klimatologi Provinsi Bali Rahmat mengatakan, pada peta monitoring klimatologi Jembrana menyebutkan bahwa wilayah Buleleng dan Karangasem masuk zona cokelat, tanpa adanya hujan per tanggal 20 Agustus 2017.
"Berdasarkan analisis tersebut, daerah dengan warna cokelat sudah lebih dari 30 hari tidak ada hujan. Sehingga potensi kekeringan secara meteorologis," kata Rahmat.
Daerah zona cokelat itu meliputi kawasan Kubu Kabupaten Karangasem, Kubutambahan, dan Gerokgak di Kabupaten Buleleng dan sebagian daerah Nusa Penida. Musim kemarau di Bali khususnya daerah Bali Utara diperkirakan hingga awal September.
"Sebagai informasi, Agustus ini adalah puncak musim kemarau," tandasnya.
Menurutnya, musim kemarau pada tahun ini tidak separah pada tahun 2015 di mana, terjadi kemarau el Nino yang juga merembet ke Pulau Bali.
Rahmat mengimbau kepada seluruh masyarakat yang berada di kawasan Buleleng dan Karangasem untuk dapat menyetok air bersih mulai saat ini. Sebab, diperkirakan kemarau akan terjadi hingga akhir Agustus.
"Untuk masyarakat khususnya daerah yang warna cokelat seperti peta di atas sebaiknya agar menyesuaikan dengan ketersediaan air saat ini," katanya. (*)
Berita ini merupakan laporan dari kontributor Merahputih.com untuk wilayah Bali dan sekitarnya, Raiza Andini. Baca berita terkait Bali lainnya di: Penambak Garam Panen Raya Di Musim Kemarau