Sebanyak 26 unit rumah toko (ruko) semi permanen di Kecamatan Labuhanhaji, Kabupaten Aceh Selatan, musnah terbakar si jago merah pada Selasa (2/5) dini hari.
Camat Labuhanhaji, T Masri mengatakan, kobaran api pertama kali diketahui dari salah seorang korban sekitar pukul 02.30 WIB. Warga tersebut terkejut dan terbangun dari tidurnya ketika merasakan api sedang melalap bangunan tempat tinggalnya.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran tersebut. Namun, sebanyak dua warga korban sempat mengalami luka-luka ringan terkena serpihan api dan papan saat meloncat dari lantai dua ruko untuk menghindari kobaran api.
Berdasarkan hasil perhitungan sementara, jumlah kerugian musibah kebakaran di Padang Bakau, Gampong (desa) Manggis Harapan itu mencapai Rp5,5 miliar.
Karena mayoritas bangunan yang berdiri berderetan tersebut masih terbuat dari papan (semi permanen) sehingga kobaran api bagaikan secepat kilat menyambar bangunan lainnya. Dalam hitungan tak kurang dari satu jam sebanyak 26 ruko beserta seluruh isinya musnah terbakar rata dengan tanah.
"Saat mengetahui kebakaran api sudah membesar, warga korban dengan cepat langsung berhamburan keluar rumah tanpa berhasil menyelamatkan barang-barangnya kecuali hanya pakaian di badan," kata Masri di Labuhanhaji, Aceh Selatan, kepada wartawan.
Menurutnya, dari 26 unit ruko yang musnah terbakar tersebut mayoritasnya ditempati para pedagang yang berjualan kelontong, foto copy, toko buku, dan lain sebagainya.
"Musibah kebakaran ini menimpa sebanyak 28 kepala keluarga atau 91 jiwa penduduk dengan kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp5,5 miliar," tandasnya.
Sumber: ANTARA

