SEBUAH perusahaan rintisan teknologi angkasa luar asal Inggris berhasil menguji coba roket yang ditenagai sampah plastik. Sebelumnya, Virgin Galactic juga pernah mencoba menggunakan sampah plastik sebagai bahan bakar pada 2014. Namun, perusahaan milik Richard Branson itu gagal membuatnya bekerja. Mereka langsung beralih ke bahan bakar yang lain.
Menurut Screenrant, seiring perkembangan teknologi hijau, perusahaan menanggapi kekhawatiran yang berkembang tentang teknologi angkasa luar yang tidak berkelanjutan. Saat ini China, Rusia, dan Amerika Serikat mengembangkan teknologi nuklir untuk perkakas yang dikirim ke angkasa luar. Mereka memanfaatkan uranium yang diperkaya.
BACA JUGA:
Dengan teknologi yang sudah ada, roket menggunakan bahan bakar yang mahal dan tidak terbarukan. Lebih daripada itu, puing-puing yang ada di ruang angkasa meningkat secara eksponensial karena satelit dan roket bagian atas mati di orbit. Oleh karena itu, mesin pesawat ruang angkasa yang menggunakan listrik, roket yang tidak membutuhkan bahan bakar, atau satelit yang terbuat dari bahan daur ulang merupakan sebuah kemajuan dari teknologi hijau.
Terobosan terbaru yang dilakukan Pulsar Fusion ialah mengembangkan dan menguji mesin roket kimia pertama berdaya tinggi. Roket itu bisa diluncurkan menggunakan bahan bakar sampah plastik. Pulsar menjelaskan roket hijau mereka menggunakan bahan bakar hibrida yang terbuat dari polyethylene HDPE berdensitas tinggi dan oksidator nitrous oxide. Kemampuan untuk mendaur ulang sampah plastik menjadi sumber bahan bakar roket atau lainnya memberikan insentif tambahan bagi perusahaan untuk mengumpulkan limbah yang dihasilkan perusahaan dan pelanggan.
Pulsar memiliki ambisi yang lebih besar daripada mendaur ulang plastik untuk bahan bakar roket. Mereka sedang mengejar sebuah energi fusi nuklir. Hal tersebut digunakan untuk pembangkit listrik tenaga nuklir dan senjata nuklir. Fusi nuklir merupakan energi yang bersih pada puncaknya dan bebas limbah.
Fusi nuklir akan mengakhiri era roket mahal dan berat, serta mengurangi perjalanan angkasa luar ke Mars. Saat ini, masih belum ada negara yang mampu mengendalikan fusi nuklir di pesawat angkasa luar, tetapi Pulsar mengatakan sedang mengembangkannya.
Meski demikian, Pulsar tidak sendirian. Perusahaan tersebut hanyalah sebuah bagian dari gambaran yang lebih besar. Perusahaan ini memimpin sekelompok perusahaan antariksa baru Inggris yang bekerja untuk meningkatkan eksplorasi ruang angkasa sebagai bagian dari strategi ruang angkasa nasional Inggris.
Melalui strategi nasional, negara itu ingin merancang, meluncurkan, dan mengoperasikan beberapa program satelit. Tujuan utamanya ialah memperkuat komunikasi, memerangi perubahan iklim, dan meningkatkan pengawasan ilmiah. Selain itu, ada yang lebih penting, yakni Inggris ingin siap menghadapi krisis energi yang bertambah buruk di masa depan. Jadi fusi nuklir dan energi ruang solar merupakan prioritas negara.(frs)