PSI Desak Pemprov DKI Vaksin Siswa di Sekolah-Sekolah Negeri
Gubernur DKI Anies Baswedan meninjau vaksinasi COVID-19 untuk anak-anak di MAN 7 Jagakarsa, Jumat (2/7). (Foto: MP/Asropih)
MerahPutih.com - Capaian vaksinasi anak usia 12-17 tahun baru mencapai 48,5 persen. Padahal, vaksinasi COVID-19 di Jakarta ditargetkan tuntas pada akhir Agustus 2021.
Rendahnya capaian vaksin bocah ini, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendesak Pemprov DKI untuk melibatkan Dinas Pendidikan agar segera melakukan vaksinasi di sekolah-sekolah negeri se-Jakarta.
Anggota DPRD DKI Fraksi PSI Anggara Wicitra Sastroamidjojo mengatakan kerja sama lintas sektor antara Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan seharusnya tidak hanya sekadar berbagi database anak di Jakarta yang menjadi acuan peserta vaksinasi.
Baca Juga:
Sejoli Ini Diciduk Gegara Jual Sertifikat Vaksin COVID-19 Secara Online
Dinas Pendidikan harus diberi wewenang untuk menjadi penyelenggara vaksinasi di sekolah sehingga percepatan vaksinasi anak dapat tercapai.
“Dinas Kesehatan sudah mengaku SDM-nya terbatas dan kewalahan mengejar target masyarakat umum. Bebannya sudah terlalu banyak, tidak mungkin bisa mengejar vaksinasi di 2000-an sekolah negeri di Jakarta,” jelasnya.
Untuk itu, Dinas Pendidikan diminta proaktif menurunkan Satuan Pelaksana (Satlak) untuk mendata dan mendaftarkan peserta vaksinasi anak di wilayah masing-masing, termasuk mengedukasi orang tua murid mengenai pentingnya vaksinasi di masa pandemi ini.
“Jangan hanya mengejar pembelajaran tatap muka, tapi tidak berupaya memberikan perlindungan kepada murid-murid melalui vaksinasi,” tegas Anggara.
Dinas Kesehatan dapat terlibat pada tahapan penyediaan vaksin dan tenaga kesehatan di hari vaksinasi, namun untuk tahapan non-medis dapat diambil alih oleh Dinas Pendidikan.
“Kami sudah menjalankan ini sejumlah sekolah di Jakarta, ini sangat memungkinkan, tidak bisa semuanya diserahkan ke Dinas Kesehatan saja. Animo sekolah dan murid juga sangat tinggi,” pungkasnya.
Berdasarkan catatan, Dinas Kesehatan DKI pada Selasa (27/7) kemarin, lebih dari 7 juta orang telah mendapatkan vaksin COVID-19 oleh Pemprov DKI.
Rinciannya, total dosis 1 sebanyak 7.209.473 orang. Sedangkan, total dosis 2 kini mencapai 2.321.531 orang.
Capaian vaksinasi untuk anak usia 12-17 tahun, untuk dosis 1 telah dilakukan sebanyak 48,5 persen. Sedangkan warga usia 18-59 tahun, untuk dosis 1 telah dilakukan sebanyak 86,6 persen dan vaksinasi dosis 2 sebanyak 25,3 persen.
Baca Juga:
Ingat! Pelaksanaan Vaksinasi di Empat Stasiun Dimulai Pukul 10.00 WIB
Pada kelompok lansia, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan sebanyak 69,1 persen dan vaksinasi dosis 2 sebanyak 59,3 persen. Sementara Vaksinasi Gotong Royong untuk dosis 1 telah diberikan kepada 151.142 orang dan dosis 2 sebanyak 90.490 orang.
Adapun target vaksinasi di Jakarta yang ditetapkan Presiden Jokowi pada akhir Agustus adalah 7,5 juta penduduk usia 12 tahun ke atas. Sementara, Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan menetapkan target total 8,8 juta penduduk Jakarta divaksin untuk menciptakan kekebalan komunitas. (Asp)
Baca Juga:
Polda Metro Targetkan Seluruh Warga Jakarta Sudah Divaksin 17 Agustus
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Intel Kodim Kepergok Anies Ikut Makan di Soto Mbok Giyem, TNI Klarifikasi Murni Spontan
Kodam Diponegoro Akui 3 Pria Diajak Foto Bareng Anies Baswedan Intel Kodim
DKI Jakarta Masih Aman dari Super Flu, Vaksinasi Influenza Disiapkan
[HOAKS atau FAKTA]: Peluk Anies, Beban Korban Bencana Alam di Aceh Tamiang Langsung Hilang
Melihat Penyuntikan Vaksinasi Influenza Flubio untuk Cegah Super flu bagi Warga di Jakarta
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Gelar Syukuran setelah Roy Suryo Dipenjara atas Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu Jokowi
[HOAKS atau FAKTA]: Puan Maharani Gandeng Anies Baswedan di Pilpres 2029, Pede Bisa Raih 68 Persen Suara
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Sebut Sehebat Apapun Prabowo, Tetap Rusak Bila Sekelilingnya Orang-Orang Munafik yang Gila Jabatan
PDPI Beberkan Dosa-Dosa Gaya Hidup Pemicu ISPA dan Cara Menghindarinya Tanpa Ribet