Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

PSI Desak Pemprov DKI Segera Lakukan Rapid Test Massal COVID-19

Andika PratamaAndika Pratama - Rabu, 25 Maret 2020
PSI Desak Pemprov DKI Segera Lakukan Rapid Test Massal COVID-19

Ilustrasi Virus Corona. FOTO/iStockphoto

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta mendesak Pemprov DKI untuk segera melakukan tes Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) atau tes swab secara massal guna mendeteksi penularan virus corona.

Sebab kasus penyebaran COVID-19 ini terus meningkat setiap harinya di Jakarta. Hingga Selasa (24/3) kemarin sejumlah kasus positif mencapai 427 orang dan 32 meninggal dunia.

Baca Juga

Anggota DPR Ditantang Sisihkan Dana Reses untuk Bantu Korban COVID-19

"Kondisi penyebaran corona di Jakarta sudah sangat serius. Fraksi PSI minta segera dilakukan, setiap hari sangat berharga. Kita harus terbuka kepada publik, ini sudah seperti situasi perang," ucap anggota DPRD Fraksi PSI, Anggara Wicitra Sastroamidjojo di Jakarta, Kamis (25/3).

Total jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) DKI telah mencapai 2.530 orang. Namun demikian, Anggara menekankan, angka tersebut bisa jadi tidak mencerminkan jumlah yang sebenarnya.

Anggara Wicitra Sastroamidjojo
Anggara Wicitra Sastroamidjojo

"Dalam situasi perang, hal utama adalah memiliki gambaran yang lengkap dan utuh mengenai musuh yang akan dihadapi. Sayangnya, saat ini wabah sudah menyebar luas, sehingga sangat sulit untuk melakukan tracing kepada semua orang yang potensial terkena virus," jelas Anggara.

Dinas Kesehatan telah mendapatkan alat rapid test dari pemerintah pusat sebanyak 100.000 unit. Namun, Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia (PDS PatKLIn) menyatakan metode rapid test yang menggunakan serum atau darah sebagai spesimen memiliki tingkat akurasi rendah.

Kementerian Kesehatan pun menyatakan hasil positif yang didapatkan dari rapid test akan diperiksa ulang menggunakan RT-PCR.

“Kalau keadaannya begitu, penggunaan rapid test justru bisa merugikan Pemprov DKI karena harus kerja dua kali. Rugi biaya, tenaga, apalagi waktu. Waktu sangat berharga. Saya minta Pemprov DKI tingkatkan kapasitas Labkesda untuk tes PCR lebih masif" jelas Anggara.

Baca Juga

Pemprov DKI Siapkan Skenario Penanganan Jika Pasien COVID-19 Melonjak

WHO (World Health Organization) merekomendasikan tes RT-PCR untuk mendeteksi virus corona karena memiliki akurasi paling tinggi. Kementerian Kesehatan sudah memberikan izin kepada Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) DKI untuk melakukan tes corona berbasis RT-PCR, namun kemampuannya hanya sekitar 500 orang per hari.

"Untuk tahap awal setidaknya Pemprov DKI harus melakukan tes sekitar 40.000 orang, atau paling minimal 10.000 per hari. Jumlah tes sebanyak itu agar bisa segera mendapatkan pola penyebaran virus dan melakukan isolasi," tutupnya. (Asp)

#PSI #DPRD DKI Jakarta #Virus Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Teror Bom di SDN Srengseng Sawah, August PSI Minta Disdik DKI Perketat Keamanan Sekolah
Meminta Dinas Pendidikan (Disdik) DKI untuk meningkatkan kewaspadaannya di seluruh instansi pendidikan dengan berkoordinasi bersama pihak-pihak keamanan.
Dwi Astarini - Selasa, 14 Juli 2026
Teror Bom di SDN Srengseng Sawah, August PSI Minta Disdik DKI Perketat Keamanan Sekolah
Indonesia
Komedian Narji Gabung ke Partainya Jokowi, PKS Ikhlas
Melalui pernyataan resmi, jajaran petinggi PKS menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan kontribusi Narji selama bergabung.
Dwi Astarini - Kamis, 09 Juli 2026
Komedian Narji Gabung ke Partainya Jokowi, PKS Ikhlas
Indonesia
Pinjak Kepala Kerbau di Lampung Disalahartikan Injak Banteng, Jokowi: jangan Ditarik ke Ranah Politik
Mantan Wali Kota Solo ini meminta agar penghargaan ini tidak ditarik ke ranah politik. Karena jika ditarik ke ranah politik, itu bisa disalahartikan.
Dwi Astarini - Selasa, 07 Juli 2026
Pinjak Kepala Kerbau di Lampung Disalahartikan Injak Banteng, Jokowi: jangan Ditarik ke Ranah Politik
Indonesia
Anggota DPRD DKI Tak Setuju Usulan Tarif Jaklingko Rp 2.000, Nanti Warga Malah Naik Motor
Salah satu fungsi Mikrotrans adalah mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, termasuk motor.
Frengky Aruan - Senin, 06 Juli 2026
Anggota DPRD DKI Tak Setuju Usulan Tarif Jaklingko Rp 2.000, Nanti Warga Malah Naik Motor
Indonesia
Setelah Lampung, Jokowi Safari Politik di Kandang Banteng Jateng
Kesiapan organisasi hingga tingkat desa juga menjadi modal bagi partai untuk menyambut kunjungan Jokowi ke berbagai daerah.
Dwi Astarini - Jumat, 03 Juli 2026
Setelah Lampung, Jokowi Safari Politik di Kandang Banteng Jateng
Indonesia
Rencana Pramono Bangun Jembatan Gembok Cinta Kuningan Tuai Kritik Pedas PSI
Rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membangun jembatan gembok cinta di Kuningan menuai kritik dari PSI. DPRD menilai proyek ini tidak menjawab kebutuhan mendesak warga.
Wisnu Cipto - Jumat, 03 Juli 2026
Rencana Pramono Bangun Jembatan Gembok Cinta Kuningan Tuai Kritik Pedas PSI
Indonesia
PDIP Ogah Komentari soal Target Besar Jokowi untuk PSI, tak Mau Campuri Rumah Tangga Partai Lain
PDIP tidak akan ikut mengomentari ataupun mencampuri urusan internal partai politik lain.
Dwi Astarini - Senin, 29 Juni 2026
PDIP Ogah Komentari soal Target Besar Jokowi untuk PSI, tak Mau Campuri Rumah Tangga Partai Lain
Indonesia
Jokowi Minta PSI Kawal Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra: Belum Kepikiran
Jokowi meminta PSI mengawal Prabowo-Gibran sampai dua periode. Gerindra pun langsung buka suara.
Soffi Amira - Sabtu, 27 Juni 2026
Jokowi Minta PSI Kawal Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra: Belum Kepikiran
Indonesia
Jokowi Tiba di Lampung, ‘Turun Gunung’ Panaskan Mesin Politik PSI untuk Pemilu 2029
Ia dijadwalkan mengunjungi Kabupaten Mesuji dan Kabupaten Tulang Bawang sebelum melanjutkan rangkaian kegiatan di daerah lainnya.
Dwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026
Jokowi Tiba di Lampung, ‘Turun Gunung’ Panaskan Mesin Politik PSI untuk Pemilu 2029
Indonesia
Jokowi Berangkat ke Lampung, Perdana Pakai Atribut PSI demi Wujudkan Mesin Politik Besar
Jokowi mengatakan kedatangannya ke Lampung ada beberapa agenda pada Jumat-Minggu (26-28/6).
Dwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026
Jokowi Berangkat ke Lampung, Perdana Pakai Atribut PSI demi Wujudkan Mesin Politik Besar
Bagikan