MerahPutih.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) masih belum berhasil keluar dari label partai nol koma dalam survei terbaru Centre for Strategic and International Studies (CSIS)
CSIS melansir PSI termasuk dalam daftar 9 partai yang berpotensi tidak mampu menembus ambang batas parlemen 4 persen di Pemilu 2019. Bahkan, partai besutan Grace Natalie itu masuk dalam jajaran 6 partai dengan tingkat elektabitas di bawah 1 persen.
"PSI 0,5 persen," kata Peneliti CSIS Arya Fernande dalam pemaparan hasil survei CSIS di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (28/3).
Arya menjabarkan 5 partai nol koma lainnya meliputi Hanura 0,8 persen, PBB 0,4 persen, PKPI 0,2 persen, Garuda 0,1 persen dan Berkarya 0,1 persen. Adapun tiga partai lainnya yang terancam tidak masuk parlemen, PPP 3 persen, PAN 2,5 persen, dan Perindo 1,1 persen.
Meski demikian, Arya mengaku masih terbuka peluang bagi partai-partai itu untuk menggenjot elektabilitasnya meskipun tipis. "Perubahan dukungan pemilih dan perolehan suara partai terutama di partai menengah dan kecil, diperkirakan masih mungkin terjadi," imbuh dia.
Survei CSIS terbaru itu dilakukan sejak 15-22 Maret 2019 dengan menggunakan metode "multistage random sampling", melibatkan 1960 orang responden di 34 provinsi.
Proses wawancara dilakukan secara tatap muka dengan pewawancara yang telah mengikuti proses pelatihan oleh koordinator Provinsi. Margin of error sebesar 2,21 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Untuk diketahui, PSI kerap dicap sebagai partai nol koma meskipun banyak menarik perhatian publik sebagai partai baru. Hingga kini baru survei Charta Politika 1-9 Maret 2019 menunjukkan PSI sebagai partai politik pendatang baru dengan elektabilitas tertinggi, dengan pencapaian elektabilitas 1,5 persen. Sebaliknya dalam survei Litbang Kompas, PSI lagi-lagi berada di kisaran nol koma, dengan tingkat elektabilitas 0,9 persen. (Knu)