Proyek Kereta Cepat Whoosh Program Jokowi Jadi Beban, Kontrak Awal Proyek Ini Harus Disisir Ulang

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Rabu, 15 Oktober 2025
Proyek Kereta Cepat Whoosh Program Jokowi Jadi Beban, Kontrak Awal Proyek Ini Harus Disisir Ulang

Kereta Cepat Whoosh. (Foto: Dok. KCIC)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Beban utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh mencapai sekitar Rp 116 triliun di 2025 ini. Kondisi ini membuat PT KAI kelimpungan.

Anggota Komisi VI DPR RI, Sartono Hutomo, meminta pemerintah untuk menyisir ulang kontrak awal proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh.

Langkah ini, penting untuk memastikan siapa pihak yang bertanggung jawab terhadap utang proyek yang dikerjakan pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Permintaan Sartono ini disampaikan di tengah perdebatan mengenai nasib utang proyek kereta cepat yang kini dikenal dengan nama Whoosh.

Baca juga:

PKS Dukung Menkeu Tidak Gunakan APBN Bayar Utang Kereta Cepat Whoosh

Sebelumnya, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa utang proyek ini tidak akan ditanggung oleh APBN.

"Sebelum pemerintah mengambil keputusan apa pun, kontrak awal proyek ini harus disisir ulang. Kita harus tahu secara rinci siapa yang bertanggung jawab terhadap utang, bagaimana klausul cost overrun disepakati, dan bagaimana mekanisme jaminan pinjaman diatur sejak awal,” kata Sartono, Rabu (15/10).

Politisi Demokrat ini secara terbuka menyatakan persetujuannya terhadap sikap Menkeu yang menolak usulan Danantara agar utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) ditanggung APBN. Ia menilai, sikap Menkeu tersebut sudah tepat dan bijak secara fiskal.

“Ini bukan soal menolak proyek strategis nasional, tetapi tentang menjaga disiplin keuangan negara. Kita harus bedakan secara tegas antara proyek yang dilakukan atas nama konsorsium BUMN dengan proyek yang dijamin langsung oleh negara,” jelasnnya.

Sartono mengungkapkan, kekhawatirannya jika setiap proyek yang bermasalah lantas berlindung di balik APBN, karena hal itu akan membuat fiskal negara menjadi tumpuan terakhir dari semua risiko korporasi, yang menurutnya sangat berbahaya.

"Karena itu, prinsip kehati-hatian dan moral hazard harus dijaga,” imbuhnya.

Sartono mendesak adanya solusi jalan tengah yang rasional dan tidak membebani APBN dalam pembayaran utang proyek KCJB senilai total Rp 116 triliun. Ia memaparkan beberapa alternatif mekanisme pembayaran utang.

"Misal dengan melakukan restrukturisasi utang, Mengevaluasi ulang model bisnis KCIC bahkan Melibatkan investor swasta baru,” tuturnya.

Sartono menegaskan, Komisi VI DPR akan terus mendorong agar penyelesaian utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) dapat dilakukan secara transparan, profesional, dan tetap menjunjung tinggi akuntabilitas keuangan negara.

“Proyek kereta cepat harus tetap menjadi simbol kemajuan infrastruktur nasional, tapi jangan sampai menjadi beban fiskal yang diwariskan kepada rakyat,” tutupnya. (Pon)

#Kereta Cepat #Utang #Whoosh
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Berita Terkait

Indonesia
Long Weekend Isra Mikraj, Jumlah Penumpang Kereta Cepat Whoosh Meningkat
Penumpang kereta cepat Whoosh naik saat long weekend Isra Mikraj. 20 ribu orang diprediksi berangkat dengan Whoosh.
Soffi Amira - Kamis, 15 Januari 2026
Long Weekend Isra Mikraj, Jumlah Penumpang Kereta Cepat Whoosh Meningkat
Indonesia
Pemerintah Tambah Utang Rp 736,3 Triliun di 2025
Pembiayaan utang itu dilakukan melalui penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) serta pinjaman, meski Kemenkeu tak merinci realisasi masing-masing instrumen pembiayaan utang.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Januari 2026
Pemerintah Tambah Utang Rp 736,3 Triliun di 2025
Indonesia
Penerbitan Surat Utang Bikin Cadangan Devisa Naik Tipis
ank Indonesia meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Januari 2026
Penerbitan Surat Utang Bikin Cadangan Devisa Naik Tipis
Indonesia
Saldo Duit Rp 500 Ribu, Pemprov Jabar Belum Bayar Kontraktor Rp 621 Miliar
Realisasi pendapatan hingga 31 Desember 2025, tercatat mencapai 94,37 persen dari total target Rp 31,09 triliun, yang menyisakan kekurangan untuk menutup pos belanja senilai Rp 621 miliar.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Januari 2026
Saldo Duit Rp 500 Ribu, Pemprov Jabar Belum Bayar Kontraktor Rp 621 Miliar
Indonesia
Whoosh Angkut 362 Ribu Penumpang Selama Nataru, Keterlambatan Masih Terjadi
Kereta Cepat Whoosh mengangkut 362.979 penumpang selama masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Januari 2026
Whoosh Angkut 362 Ribu Penumpang Selama Nataru, Keterlambatan Masih Terjadi
Indonesia
372 Barang Penumpang Tertinggal di Kereta Whoosh Selama Nataru 2026, ini Nomor Kontak untuk Pengambilan Kembali
Jenis barang yang paling banyak tertinggal yakni botol minum, bluetooth earphone, tas, mainan, aksesori, hingga oleh-oleh.
Dwi Astarini - Rabu, 31 Desember 2025
372 Barang Penumpang Tertinggal di Kereta Whoosh Selama Nataru 2026, ini Nomor Kontak untuk Pengambilan Kembali
Indonesia
Malam Pergantian Tahun, Jumlah Penumpang Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tembus 16 Ribu Orang dalam Sehari
Pada hari ini, KCIC mengoperasikan sebanyak 62 perjalanan Whoosh per hari meningkat 29 persen jika dibandingkan dengan 31 Desember 2024.
Dwi Astarini - Rabu, 31 Desember 2025
Malam Pergantian Tahun, Jumlah Penumpang Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tembus 16 Ribu Orang dalam Sehari
Indonesia
Kereta Whoosh Jadi Destinasi Wisata, Orang Malaysia Ramai ke Indonesia untuk Mencoba
Hal yang dilakukan wisatawan Malaysia itu wajar mengingat Whoosh merupakan kereta cepat pertama dan satu-satunya yang ada di Asia Tenggara.
Dwi Astarini - Senin, 29 Desember 2025
Kereta Whoosh Jadi Destinasi Wisata, Orang Malaysia Ramai ke Indonesia untuk Mencoba
Indonesia
Satu Hari Jelang Natal, 23 Ribu Penumpang Gunakan Kereta Cepat Whoosh
Dari sisi tingkat keterisian, okupansi perjalanan Whoosh dari Stasiun Halim dan Bandung pada jadwal pagi hingga siang hari tercatat rata-rata telah mencapai sekitar 80 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 24 Desember 2025
Satu Hari Jelang Natal, 23 Ribu Penumpang Gunakan Kereta Cepat Whoosh
Indonesia
Libur Nataru, KCIC Operasikan 1.098 Perjalanan Kereta Cepat Whoosh
KCIC menyiapkan 1.098 perjalanan Kereta Cepat Whoosh selama Angkutan Nataru 2025/2026 dengan 659 ribu kursi. Penumpang diprediksi naik hingga 25 ribu per hari.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 20 Desember 2025
Libur Nataru, KCIC Operasikan 1.098 Perjalanan Kereta Cepat Whoosh
Bagikan