Ratusan orang di Amsterdam, Belanda berjalan sambil bergandengan tangan Rabu (5/4) waktu setempat. Aksi itu merupakan sebuah bentuk protes atas pemukulan dua pria gay di kota Arnhem, di sebelah timur Belanda pada pekan lalu.
Akibat pemukulan itu, keduanya mengalami luka parah. Mengutip dari Associated Press, pasangan sesama jenis itu yang terikat tali pernikahan itu dipukuli lima remaja hingga babak belur. Salah seorang saksi mata melihat keduanya berjalan sambil bergandengan tangan sebelum dikeroyok.
Kasus ini sudah dilaporkan ke polisi dan menangkap lima remaja pelaku pengeroyokan. Kejaksaan masih mendalami motif di balik pengeroyokan ini. Kelima remaja itu menghadapi dakwaan berat karena telah melukai orang lain hingga arah. Rencana, pembacaan dakwaan akan dilakukan Kamis (6/4) waktu setempat.