Produk Swai Putihnya Dikabarkan Diawetkan dengan Formaldehida, China Gerak Cepat Gelar Penyelidikan

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
Produk Swai Putihnya Dikabarkan Diawetkan dengan Formaldehida, China Gerak Cepat Gelar Penyelidikan

Ilustrasi sawi putih.(foto: pexels-planka)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — OTORITAS China meluncurkan penyelidikan setelah muncul laporan mengenai penggunaan formaldehida untuk menjaga kesegaran kubis yang akan dikonsumsi manusia.

Pejabat di Provinsi Hebei, China bagian timur laut, mengonfirmasi bahwa mereka telah memverifikasi rekaman video yang memperlihatkan sejumlah orang mencelupkan kubis ke dalam larutan sebelum memasukkannya ke truk untuk diangkut. Rekaman tersebut pertama kali dirilis seorang blogger lingkungan pekan lalu.

Formaldehida digunakan untuk menjaga kesegaran makanan dilarang keras di China. Meski begitu, bahan kimia tidak berwarna itu kerap dimanfaatkan untuk mengawetkan spesimen biologis meski telah diketahui dapat menyebabkan kanker.


Pemerintah Gercep Pulihkan Kepercayaan Pasar





China merupakan produsen kubis terbesar di dunia. Sebagian besar produksinya diekspor ke negara-negara tetangga di Asia. Menurut media pemerintah, polisi telah mengambil tindakan hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat. Otoritas China kini bergerak cepat untuk mencegah kepanikan dan memulihkan kepercayaan masyarakat dengan melakukan pemeriksaan mendadak di pasar-pasar di berbagai wilayah.

Media pemerintah China melaporkan bahwa penyelidik juga akan menentukan seberapa luas praktik tersebut terjadi serta mengambil langkah untuk melacak sayuran yang terdampak.

Otoritas setempat di Kabupaten Kangbao, dalam pernyataan yang dirilis pada Sabtu, mengatakan:

“Setiap praktik ilegal atau tidak sesuai dengan ketentuan yang ditemukan akan ditindak tegas sesuai dengan hukum untuk memastikan keamanan pasokan sayuran.”




Pasar Dalam Negeri Pastikan Kubis Terkontaminasi tidak Masuk




Pasar Xinfadi di Beijing, salah satu sumber utama pasokan produk segar di ibu kota China, mengeluarkan pernyataan bahwa mereka telah menyelidiki asal-usul kubis yang dijual di pasar tersebut. Pihak pasar memastikan tidak ada kubis yang terdampak kasus tersebut yang masuk ke pasar mereka.

Namun, kasus ini telah memicu perhatian luas media di China. Dalam sebuah editorial, People's Daily menulis bahwa para pedagang grosir hanya berfokus pada kepentingan ekonomi jangka pendek dan sama sekali mengabaikan keselamatan serta kesehatan konsumen.

“Mereka telah melewati garis merah hukum dan melanggar batas moral,” tulis editorial tersebut.


Produksi Lebih dari 30 Juta Ton Kubis per Tahun


China memproduksi lebih dari 30 juta ton kubis setiap tahun, atau hampir setengah dari total produksi kubis dunia.

Vietnam, Korea Selatan, dan Rusia termasuk negara tujuan ekspor terbesar komoditas tersebut.

Menurut American Cancer Society, paparan formaldehida dalam jumlah relatif tinggi di sejumlah lingkungan kerja telah dikaitkan dengan beberapa jenis kanker pada manusia.

Namun, dampak paparan formaldehida dalam jumlah kecil terhadap kesehatan masih belum sepenuhnya jelas.(dwi)

#China #Sayuran #Sayur Formalin
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Kuliner
Produk Swai Putihnya Dikabarkan Diawetkan dengan Formaldehida, China Gerak Cepat Gelar Penyelidikan
Video terverifikasi memperlihatkan sejumlah orang mencelupkan kubis ke dalam larutan sebelum memasukkannya ke truk untuk diangkut.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
Produk Swai Putihnya Dikabarkan Diawetkan dengan Formaldehida, China Gerak Cepat Gelar Penyelidikan
Indonesia
Rusia Buka Peluang Pertemuan Putin dan Trump Saat KTT APEC di China
November merupakan waktu di mana para pemimpin dunia mengikuti KTT Organisasi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Shenzhen, China.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 24 Agustus 2026
Rusia Buka Peluang Pertemuan Putin dan Trump Saat KTT APEC di China
Indonesia
Militer China Perdalam Kerja Sama Dengan Indonesia, Tangkal Ragam Ancaman di Kawasan.
"Hubungan antara Indonesia dan Tiongkok itu berlangsung dengan sangat akrab dan kita akan komitmen untuk meningkatkan kerja sama ini," jelas Sjafrie.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 21 Agustus 2026
Militer China Perdalam Kerja Sama Dengan Indonesia, Tangkal Ragam Ancaman di Kawasan.
Indonesia
Gaji 7 ABK WNI Kapal China MV Star Janet Telat Bayar, Lobi-Lobi Kemenlu Berbuah Hasil
7 ABK WNI di Kapal MV Star Janet alami keterlambatan gaji setelah kapal rusak di Zhuhai, China.
Wisnu Cipto - Rabu, 12 Agustus 2026
Gaji 7 ABK WNI Kapal China MV Star Janet Telat Bayar, Lobi-Lobi Kemenlu Berbuah Hasil
Dunia
Roket Long March 7A China Gagal Sentuh Orbit Bumi, Satelit ChinaSat-4B Hancur Berkeping-keping
Peluncuran roket Long March 7A milik China yang membawa satelit ChinaSat-4B berakhir gagal akibat anomali penerbangan di Hainan
Angga Yudha Pratama - Selasa, 11 Agustus 2026
Roket Long March 7A China Gagal Sentuh Orbit Bumi, Satelit ChinaSat-4B Hancur Berkeping-keping
Dunia
Topan Dolphin Mengamuk di Pantai Timur China, Sedikitnya 1.300 Penerbangan Dibatalkan
Badai tersebut membawa angin kencang dengan kecepatan diperkirakan mencapai 151 km per jam saat mendarat.
Dwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
Topan Dolphin Mengamuk di Pantai Timur China, Sedikitnya 1.300 Penerbangan Dibatalkan
Indonesia
Kemenhub Ajak China dan Rusia Bangun Jalur Kereta Trans Kalimantan
Dudy belum dapat memastikan proyek pembangunan yang mana yang akan berjalan lebih duluan karena tergantung pada penilaian investor.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 07 Agustus 2026
Kemenhub Ajak China dan Rusia Bangun Jalur Kereta Trans Kalimantan
Indonesia
BRIN Pastikan Kelola Data Satelit Lampung-1 Yang Diluncurkan Perusahaan Antariksa Komersial China
Selain memastikan keamanan data proyek satelit tersebut, Arif mengungkapkan BRIN juga tengah menyiapkan peluncuran satelit buatan dalam negeri, BRIN NEO-1, yang dijadwalkan mengorbit pada awal 2027.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 06 Agustus 2026
BRIN Pastikan Kelola Data Satelit Lampung-1 Yang Diluncurkan Perusahaan Antariksa Komersial China
Indonesia
Indonesia Ekspor 3,5 Ton Salak ke China
Ekspor tersebut merupakan tindak lanjut komitmen bisnis ekspor salak senilai USD 2 juta selama setahun yang tercapai dalam misi dagang Indonesia ke Shanghai.
Dwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
Indonesia Ekspor 3,5 Ton Salak ke China
Dunia
Alarm Darurat Kedubes China di Jepang Menyala 2 Hari Pasca Gempa, Apa Pemicunya?
Kedubes China di Jepang aktifkan alarm darurat pasca gempa 7,1 di Kumamoto. 17 orang tewas, puluhan ribu mengungsi, Jepang bentuk satgas darurat.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Juli 2026
Alarm Darurat Kedubes China di Jepang Menyala 2 Hari Pasca Gempa, Apa Pemicunya?
Bagikan