Pro-Brexit Sementara Unggul, Pound Langsung Terpuruk
Mata uang poundsterling (Foto Ist)
MerahPutih Internasional – Hasil survei BBC mengungkapkan sekitar 52 persen warga Inggris memilih untuk keluar dari keanggotaan Uni Eropa, sementara sisanya memilih bertahan. Hasil referendum ini berdampak pada anjloknya nilai mata uang Inggris.
Mengutip BBC, Jumat (24/6), warga London dan Skotlandia memilih untuk tetap di dalam Uni Eropa, tetapi warga Inggris di wilayah utara menunjukkan hasil sebaliknya.
Adapun pemilih di Wales dan Inggris mendukung Brexit alias Inggris keluar dari Uni Eropa.
Hasil penghitungan sementara ini membuat pasar bereaksi yang ditandai turunnya nilai mata uang Inggris, Poundsterling ke level terendah terhadap dollar Amerika sejak tahun 1985.
Poundsterling sempat menyentuh US$1.3305 atau turun 10 persen, terlemah sejak tahun 1985.
Sebelum hasil pemilihan suara dihitung, Pound sempat naik hingga US$1.50 karena pasar percaya Inggris akan tetap di Uni Eropa.
Namun, saat suara mendukung Inggris keluar dari Uni Eropa naik di wilayah timur laut Inggris, Pound langsung turun ke US$1.43 dan kemudian terjun lebih dalam saat suara untuk keluar memimpin perolehan suara.
Di sisi lain, harga emas melesat ke level tertinggi dalam lebih dari dua tahun. Logam mulia melonjak setinggi 1.359,08 dolar AS per ounce -- tingkat tertinggi sejak 19 Maret 2014 -- sebelum menetap di 1.318,80 dolar AS pada sekitar pukul 06.50 GMT (pukul 13.50 WIB).
Investor berbondong-bondong ke investasi yang secara tradisional dinilai aman (safe haven) di tengah kekhawatiran atas dampak global dari keputusan Inggris untuk menarik diri dari blok 28 negara Uni Eropa, setelah pertarungan sengit dua kubu dalam pemungutan suara referendum tentang keanggotaan Inggris di Uni Eropa.
"Emas melonjak karena investor berduyun-duyun ke tempat yang relatif aman," kata Joe Rundle, kepala perdagangan di ETX Capital di London.
Para investor telah salah langkah dengan hasil pemungutan suara setelah jajak pendapat dan taruhan pada Kamis menunjukkan kemenangan bagi kubu "Tetap" di Uni Eropa.
BACA JUGA:
Bagikan
Berita Terkait
Garda Revolusi Iran Ditetapkan Sebagai Organisasi Teroris, Uni Eropa Beberkan Dampaknya
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Jual Laut dan Hutan di Sumatra ke Inggris Seharga Rp 90 Triliun
China Dituduh Meretas Ajudan Para Perdana Menteri Inggris
Kerja Sama Maritim Indonesia - Inggris Bakal Serap 600 Ribu Pekerja
Ditemani Jajaran Konglomerat Indonesia, Presiden Prabowo Bertemu Pengusaha Inggris
Prabowo Senang Dialog Pendidikan Dengan Russell Group Yang Menaungi 24 Universitas Riset Produktif
Prabowo Tiba di London, Dijadwalkan Bertemu PM Keir Starmer dan Raja Charles III
Presiden Prabowo Subianto Tiba di Inggris Perkuat Kemitraan Strategis dan Diplomasi Ekonomi Global
Agenda Prabowo Dalam Lawatan ke Inggris dan Swiss
Tidak Percaya Komitmen Putin, Uni Eropa Sepakat Perkuat Pertahanan di Ukraina