Presiden Palestina Minta Presiden AS Joe Biden Hentikan Genosida di Gaza
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) merangkul Presiden Palestina Mahmoud Abbas seraya menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas peristiwa yang terjadi di Palestina. (Foto: Antara)
MerahPutih.com - Israel terus melancarkan serangan udara dan daratnya di Gaza sejak Hamas melancarkan serangan mengejutkan.
Serangan Israel tersebut telah menewaskan sedikitnya 12 ribu warga Palestina. Sementara itu, jumlah korban tewas di Israel mencapai 1.200 orang. Ribuan bangunan, termasuk rumah sakit, masjid dan gereja, juga rusak atau hancur.
Baca Juga:
12 Ribu Warga Palestina Tewas Imbas Agresi Israel, Termasuk 5.000 Anak-anak
Israel menentang seruan internasional untuk gencatan senjata kecuali semua sandera yang ditangkap Hamas dibebaskan.
Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan kembali mengkritik Israel atas tindakannya di Gaza.
"Ada banyak bukti untuk mengadili pemerintah Israel di Mahkamah Pidana Internasional. Kita akan melakukan segala daya upaya kita untuk memastikan kejahatan ini dihukum secara setimpal," kata Erdogan setelah kembali dari kunjungan sehari ke Jerman, Sabtu (18/11) waktu setempat.
Ia meyakini jika PM Benjamin Netanyahu hancur dan disingkirkan karena semakin disorot oleh rakyat negaranya.
"Mudah-mudahan, Israel akan menyingkirkannya, dan semua Yahudi di dunia menyingkirkan dia. Saat ini, 60-70 persen warga negaranya menentang Netanyahu," kata Erdogan.
Turkiye mendukung rakyat tertindas di Gaza dan akan terus melakukan hal yang sama dan menyerukan seluruh dunia, terutama negara-negara Islam, harus bergerak memberikan bantuan.
"Israel berusaha menghalangi bantuan dan membuat warga Gaza kelaparan dan kekurangan makanan dan air. Tapi, kami tidak menyerah," kata Erdogan.
Presiden Palestina Mahmoud Abbas mendesak Presiden Amerika Serikat Joe Biden agar segera melakukan intervensi untuk menghentikan genosida yang sedang dilakukan Israel terhadap warga Palestina terutama di Gaza.
"Presiden Biden, saya menyerukan kepada Anda, dengan seluruh kualitas resmi dan kemanusiaan Anda, agar menghentikan bencana kemanusiaan ini, genosida ini terhadap rakyat kami yang tidak bersalah. Sejarah tidak akan memaafkan siapa pun yang melakukan kejahatan ini," katanya.
Di sisi lain, Kanselir Jerman Olaf Scholz mengkritik pemukiman ilegal Israel di Tepi Barat, dan menyerukan solusi dua negara untuk Israel dan Palestina.
"Dalam pandangan kami, harus ada solusi dua negara. Harus ada kemungkinan hidup berdampingan secara damai antara Israel sebagai sebuah negara dan negara Palestina. Ini juga demi kepentingan terbaik Israel," lapor kantor berita Jerman DPA mengutip ucapannya saat mengunjungi Nuthetal di negara bagian Brandenburg, Sabtu (18/11) waktu setempat. (*)
Baca Juga:
Militer Israel Dikabarkan Sandra Dokter, Perawat, Staf, Pasien, dan Pengungsi di RS Al Shifa
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Iran Mengaku Lebih Siap Hadapi Serangan AS
[HOAKS atau FAKTA]: Donald Trump Pindahkan 1 Juta Orang Israel ke Papua, Prabowo Sudah Oke
Indonesia Gabung Badan Internasional Trump, Prabowo Dinilai Sedang Cari Celah untuk Bela Palestina
Presiden Prabowo Teken BoP Charter di Davos, Sebut sebagai Peluang Nyata Perdamaian Gaza
Gerbang Rafah Pintu Masuk Gaza dari Mesir Kembali Dibuka 2 Arah
Prabowo Tandatangani Piagam Board of Peace, Indonesia Kawal Perdamaian di Gaza
Indonesia dan Negara Timur Tengah Bakal Tempuh Prosedur Internal Gabung ke Dewan Perdamaian Gaza Ala Trump
Indonesia Setuju Gabung Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Donald Trump
[HOAKS atau FAKTA] : Prabowo Nyatakan Indonesia siap Berperang Melawan Israel
SBY Cemas dan Khawatir Kondisi Geopolitik Picu Perang Dunia III