Presiden Korsel Hentikan Proganda lewat Pengeras Suara ke Korut, Perbaiki Hubungan Antarnegara
Kadidat Kandidat Partai Demokrat Korea Lee Jae-myung.(foto: Instagram @thekoreatimes_official/Yonhap)
MERAHPUTIH.COM — DEMI meredakan ketegangan dan membangun kembali kepercayaan antar-Korea, Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung memerintahkan penangguhan siaran propaganda lewat pengeras suara ke arah Korea Utara di wilayah perbatasan.
“Presiden menginstruksikan otoritas militer untuk menangguhkan siaran pengeras suara di garis depan yang mengarah ke Korea Utara, efektif mulai pukul 14.00 siang ini,” kata juru bicara kepresidenan Kang Yu-jung kepada wartawan, dikutip ANTARA, Rabu (11/6).
Beberapa jam sebelumnya, militer Korsel mengatakan telah menghentikan siaran propaganda anti-Korut lewat pengeras suara. Keputusan itu diambil sekitar setahun setelah siaran tersebut dilanjutkan pada Juni 2024 sebagai respons terhadap kiriman balon berisi sampah dari Korut.
Menurut Yu-jung, penangguhan itu menunjukkan komitmen pemerintah Korsel untuk membangun kembali kepercayaan dan menciptakan perdamaian di Semenanjung Korea.
Penghentian siaran itu merupakan salah satu janji kampanye Jae-myung terkait dengan isu hubungan antar-Korea sebelum dia terpilih sebagai presiden pada pemilu 3 Juni lalu. Saat mencalonkan diri, Jae-myung juga berjanji akan menghentikan pengiriman selebaran anti-Korut melalui balon udara.
Baca juga:
Sebagai presiden, dia menegaskan akan berusaha memperbaiki hubungan dengan Korut, meski negara tetangganya itu belakangan menyebut Korsel sebagai musuh utama dan memutuskan semua saluran komunikasi resmi.
"Langkah ini diambil untuk meredakan ketegangan, terutama karena Korea Utara tidak melakukan provokasi besar baru-baru ini. Tujuannya yakni mengurangi konfrontasi militer dan membuka jalan bagi pemulihan kepercayaan antarkedua Korea,” imbuh Yu-jung.
Dia juga menyebut kebijakan tersebut sebagai ‘langkah nyata’ untuk mengurangi dampak kebisingan yang selama ini dirasakan warga di wilayah perbatasan.
Presiden sebelumnya, Yoon Suk-yeol, mengaktifkan kembali siaran pengeras suara yang telah dihentikan selama enam tahun. Hal itu dilakukan untuk menunjukkan sikap tegasnya terhadap Korut.
Namun, pemerintahan Jae-myung kini mengambil pendekatan berbeda. Awal pekan ini, Kementerian Unifikasi Korsel, yang menangani urusan antar-Korea, menyatakan penyesalan mereka atas aksi sekelompok kerabat korban penculikan yang kembali menyebarkan selebaran anti-Korut.(*)
Baca juga:
Turis Serbu Kantor Kepresidenan Korea Selatan Cheong Wa Dae, Berkunjung sebelum Ditutup untuk Umum
Bagikan
Berita Terkait
Duet Drum PM Jepang dan Presiden Korea Selatan, Diplomasi K-Pop untuk Hubungan Rumit
Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol Dituntut Hukuman Mati, Sidang Putusan Dijadwalkan 19 Februari
Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol Dituntut Hukuman Mati, Dituduh Makar dan Antinegara
Aksi Kemanusiaan Nelayan Indramayu Sugianto di Korea Selatan Diganjar Penghargaan dari Presiden Lee Jae-myung
Film Pendek Natal Shin Woo Seok Resmi Rilis, Lagu 'The Christmas Song' yang Byeon Woo Seok Jadi Sorotan
Chef Paik Jong-won Balik ke TV, Diam-Diam Hapus Video Pengumuman Hiatus
JF3 Fashion Festival Bawa Industri Mode Indonesia ke Kancah Global, akan Tampil di Busan Fashion Week 2025
Prabowo Akui Belajar soal Etos Kerja dari Orang Korea, Natal dan Idul Fitri Tetap Latihan
Bukan Oppa K-Pop! Ternyata Inilah Idola Utama Presiden Prabowo Subianto dari Korea Selatan
Penyelundupan hingga Narkotika Bikin Prabowo ‘Ngeri’, Dianggap Jadi Bahaya Nyata bagi Masa Depan Perekonomian