Presiden Jokowi: Stop Saling Hujat Hanya Menghabiskan Pikiran dan Tenaga
Presiden Jokowi bersama Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (23/5). (ANTARA/Puspa Perwitasari)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh bangsa Indonesia berhenti saling menghujat, menjelekkan satu sama lain dan saling menyalahkan. Menurutnya, pembangunan di Indonesia tertinggal jauh dari negara-negara lain karena kehabisan tenaga dan pikiran untuk hal-hal yang tidak perlu dan berguna.
“Sekali lagi jangan habiskan pikiran kita untuk hal-hal yang menyebabkan iri, dengki, saling hujat, saling menjelekkan, saling menyalahkan. Setop. Tutup itu,” Presiden Joko Widodo atau Jokowi di sela pertemuan dengan tokoh lintas agama yang tergabung dalam Asosiasi Forum Komunikasi Umat Beragama Indonesia, di Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Selasa (23/5) siang.
Presiden Jokowi mengajak semua pihak selalu berpikir positif dan berpikir ke masa depan bangsa, karena Indonesia memiliki kesempatan untuk mengejar ketertinggalan dari negara lain.
Jokowi menyebut banyak negara yang belajar pada Indonesia, seperti Malaysia.
“Tahun ’70-an kita ingat kita banyak mengirim guru ke Malaysia, banyak sekali. Dari sana belajar ke IKIP-IKIP kita dulu di sini. Sekarang kita ditinggal,” ujar Presiden.
Jokowi menambahkan, pembangunan jalan tol di Indonesia tertinggal dari Tiongkok dalam kurun 40 tahun ini.
“Sampai sekarang, sudah 40 tahun, sudah 40 tahun tol kita baru terbangun 780 km. Negara yang lain yang nengok ke kita tadi, ini yang paling ekstrim, Tiongkok/China itu sudah membangun 280.000 km,” kata Jokowi
Presiden menambahkan contoh, industri perkapalan di Korea Selatan berkembang pesat.
“Tahun ’72 kita bikin (kapal), mereka bikin tahun ’73. Sekarang mereka sudah bikin kapal selam. Kita pesan kapal selam ke sana. Kita sekarang, saya enggak ingin cerita PT PAL kita sudah, yang jelas sudah kalah jauh,” ujar Kepala Negara.
Karena itu, Presiden Jokowi mengajak para tokoh lintas agama untuk menyadari dan memahami bersama, bahwa ada sesuatu yang harus diluruskan.
“Jangan tunggu esok hari, jangan tunggu 2-3 hari lagi. Selesaikan pada saat api itu masih sangat kecil, segera padamkan. Ingatkan kepada yang akan bergesekan bahwa kita ini saudara, kita ini saudara,” tegas Presiden.
Bahwa bangsa Indonesia berbeda-beda, ditegaskan Presiden, iya. Tapi ia mengingatkan, bahwa semua bangsa Indonesia adalah saudara-saudara sebangsa dan setanah air.
Bagikan
Berita Terkait
Masih Dibangun, Jokowi Belum Tempati Rumah Hadiah Negara Setelah 1 Tahun Lengser
Cerita Ajudan Saat Jokowi Pemulihan Sekaligus Liburan di Bali Bersama Semua Cucu
Anggota Watimpres Era Presiden Jokowi, Djan Faridz Jalani Pemeriksan KPK
Pulang ke Solo, Jokowi Akan Dilibatkan dalam Kegiatan Kampung oleh Pengurus RT/RW Setempat
H-1 Pensiun, Mural Infrastruktur Era Jokowi Mejeng di Jalan Slamet Riyadi
Hari Kerja Terakhir di Istana Negara, Jokowi Bicarakan Proses Transisi Pemerintahan
Mitos Seputar Pohon Pulai yang Ditanam di Istana Negara oleh Jokowi
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Marah karena Prabowo Tiba-tiba Pilih Anies Jadi Wapres
Di Penghujung Jabatan, Jokowi Bentuk Korps Pemberantasan Korupsi Polri
Gantikan Heru Budi, Sekda Joko Ditunjuk Jadi Plh Pj Gubernur Jakarta