Prediksi Konspirasi KIH dan KMP untuk Jatuhkan Jokowi

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Rabu, 04 Februari 2015
Prediksi Konspirasi KIH dan KMP untuk Jatuhkan Jokowi

Presiden Jokowi Didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (Antara Foto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Politik-  Presiden Joko Widodo alias Jokowi diprediksi tengah membangun kekuatan penyeimbang untuk menghadapi tekanan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) seiring dengan perkembangan politik akhir-akhir ini. Kekuatan penyeimbang yang Jokowi bangun tersebut, mulai terlihat sejak ditundanya pelantikan Komjen Pol Budi Gunawan sebagai Kapolri.

"Dalam kasus BG (Budi Gunawan), kenapa Jokowi membentuk tim 9. Orang-orang yang ada di tim 9 ini kan latar berlakang berbeda-beda," kata Peneliti senior Indonesian Publik Institute (IPI) Karyono Wibowo saat berbincang dengan merahputih.com di Jakarta, Rabu (4/2).

Jika dilihat komposisi dari tim 9 ini, Karyono menyebut bahwa mereka adalah orang-orang yang tidak menginginkan Komjen Budi sebagai Kapolri. Tim 9 yang dipimpin Syafi’i Ma'arif ini adalah bentukan Presiden Jokowi untuk menerima masukan dari mereka tentang kasus Komjen Budi yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Itu orang-orang yang tidak menginginkan BG dilantik, tapi oleh Jokowi diakomodir," katanya.

Kekuatan penyeimbang yang Jokowi bangun lainnya, kata Karyono, adalah bertemunya Jokowi dengan Prabowo Subianto sebagai perwakilan dari Koalisi Merah Putih (KMP). Begitu juga dengan pertemuan antara Jokowi dengan para pimpinan pejabat negara seperti DPD dan DPR RI belum lama ini. Menurut Karyono, apa yang sudah dilakukan Jokowi tersebut untuk membangun keseimbangan dengan partai koalisi.

"Jokowi ingin mendapatkan masukan lebih banyak dari banyak kalangan soal kasus BG, KPK dan Polri," katanya.

Namun kekuatan penyeimbang yang Jokowi bangun tersebut, membuat Jokowi sendiri terhimpit.  Sebab, Komjen Budi sudah mendapatkan legitimasi dari DPR RI untuk dilantik meski sudah menyandang status tersangka. Sementara tim 9 tidak menginginkan Jokowi melantik BG sebagai orang nomor satu di institusi Polri. Nah, hal-hal semacam inilah yang dapat menjadi sebab munculnya konspirasi dalam rangka menjatuhkan Jokowi dari tampuk kekuasaan.

"Konspirasi bisa saja. Kalau tidak lantik BG antara KIH dan KMP. Tapi belum tentu KIH dan KMP berkonspirasi karena perkembangan politik begitu cepat," katanya.

Menurut Karyono, gerakan konspirasi kerap terjadi dan sudah biasa dalam dunia politik. Tapi, konspirasi yang dibangun tersebut tergantung pada berat atau tidaknya persoalan yang dihadapi. Pernyataan tentang konspirasi Karyono ini merupakan jawab ketika ditanya tentang kemungkinan KMP dan KIH melakukan konspirasi dalam rangka menjatuhkan Jokowi setelah Jokowi bertemu dengan Prabowo.

"Misalnya seandainya pertemuan Jokowi-Prabowo membahas BG. Tapi itu kan tak dibicarakan. Pak Prabowo kan cuma bilang siap mendukung keputusan presiden. Jadi Dia harus konsekuen apa yang diucapkan Prabowo. Itu bisa juga jebakan. Tapi kalau kelihatannya Prabowo tulus dan konsisten dengan ucapannya," kata Karyono. (hur)

 

 

#Presiden Jokowi #Karyono Wibowo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Prabowo Undang Para Mantan Presiden ke Istana, Bahas Situasi Global dan Konsolidasi Nasional
Presiden Prabowo mengundang para mantan presiden dan wakil presiden RI ke Istana Kepresidenan, bahas situasi nasional dan geopolitik global.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 Maret 2026
Prabowo Undang Para Mantan Presiden ke Istana, Bahas Situasi Global dan Konsolidasi Nasional
Indonesia
Masih Dibangun, Jokowi Belum Tempati Rumah Hadiah Negara Setelah 1 Tahun Lengser
Mantan Wali Kota Solo ini mendapatkan rumah pensiun hadiah dari negara di bangun di atas lahan seluas 12.000 meter persegi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Oktober 2025
Masih Dibangun, Jokowi Belum Tempati Rumah Hadiah Negara Setelah 1 Tahun Lengser
Indonesia
Cerita Ajudan Saat Jokowi Pemulihan Sekaligus Liburan di Bali Bersama Semua Cucu
Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) tiba dikediaman Jalan Kutai Utara 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo usai berlibur bersama cucunya di Bali, Sabtu (12/7).
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 13 Juli 2025
Cerita Ajudan Saat Jokowi Pemulihan Sekaligus Liburan di Bali Bersama Semua Cucu
Berita Foto
Anggota Watimpres Era Presiden Jokowi, Djan Faridz Jalani Pemeriksan KPK
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) era Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Djan Faridz usai menjalani pemeriksaan KPK di Gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta, Rabu (26/3/2025).
Didik Setiawan - Rabu, 26 Maret 2025
Anggota Watimpres Era Presiden Jokowi, Djan Faridz Jalani Pemeriksan KPK
Indonesia
Pulang ke Solo, Jokowi Akan Dilibatkan dalam Kegiatan Kampung oleh Pengurus RT/RW Setempat
Jokowi diharapkan kembali berbaur dengan masyarakat di wilayah setempat.
Frengky Aruan - Selasa, 22 Oktober 2024
Pulang ke Solo, Jokowi Akan Dilibatkan dalam Kegiatan Kampung oleh Pengurus RT/RW Setempat
Indonesia
H-1 Pensiun, Mural Infrastruktur Era Jokowi Mejeng di Jalan Slamet Riyadi
Presiden Joko Widodo akan kembali ke Solo setelah purnatugas.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 19 Oktober 2024
H-1 Pensiun, Mural Infrastruktur Era Jokowi Mejeng di Jalan Slamet Riyadi
Indonesia
Hari Kerja Terakhir di Istana Negara, Jokowi Bicarakan Proses Transisi Pemerintahan
Jokowi juga menggelar makan siang terakhir bersama jajaran menteri kabinet kerja
Angga Yudha Pratama - Jumat, 18 Oktober 2024
Hari Kerja Terakhir di Istana Negara, Jokowi Bicarakan Proses Transisi Pemerintahan
Lifestyle
Mitos Seputar Pohon Pulai yang Ditanam di Istana Negara oleh Jokowi
Presiden Joko Widodo menanam pohon pulai di perkarangan Istana Negara Jakarta pada Kamis (17/10) atau sebelum berakhirnya masa jabatan.
Frengky Aruan - Jumat, 18 Oktober 2024
Mitos Seputar Pohon Pulai yang Ditanam di Istana Negara oleh Jokowi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Marah karena Prabowo Tiba-tiba Pilih Anies Jadi Wapres
Dalam narasinya disebutkan Jokowi marah karena Prabowo diam-diam memilih mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan sebagai wakil presiden (wapres) pengganti Gibran Rakabuming Raka.
Frengky Aruan - Jumat, 18 Oktober 2024
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Marah karena Prabowo Tiba-tiba Pilih Anies Jadi Wapres
Indonesia
Di Penghujung Jabatan, Jokowi Bentuk Korps Pemberantasan Korupsi Polri
Angga Yudha Pratama - Kamis, 17 Oktober 2024
Di Penghujung Jabatan, Jokowi Bentuk Korps Pemberantasan Korupsi Polri
Bagikan