MerahPutih.com - Prancis menegaskan tidak akan mencabut sanksi terhadap Iran selama jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz masih diblokade.
“Kami sendiri telah memberlakukan sanksi signifikan terhadap Iran. Tetapi tidak mungkin sanksi apa pun dicabut selama Selat Hormuz masih diblokade,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Prancis Jean-Noel Barrot, dalam wawancara dengan stasiun televisi RTL, Kamis (7/5).
Baca juga:
Siap Pimpin Koalisi Amankan Selat Hormuz, Prancis Pamerkan Kekuatan Kapal Induk
Siap Pimpin Koalisi Amankan Selat Hormuz
Barrot menekankan pentingnya Selat Hormuz bagi jalur perdagangan dan distribusi energi dunia. Menurutnya, kawasan perairan internasional itu tidak boleh dijadikan alat tekanan politik maupun ekonomi.
“Selat itu tidak boleh diblokade, dikenai bea masuk, atau digunakan sebagai alat tawar-menawar atau pemerasan,” ujarnya, dikutip Antara.
Untuk itu, Prancis mengambil langkah strategis dengan menyatakan siap memimpin koalisi internasional bersama Inggris untuk memastikan keamanan pelayaran di Selat Hormuz.
Baca juga:
Prancis Kerahkan Kapal Induk Charles de Gaulle ke Selat Hormuz, Amankan Jalur Minyak Dunia
Kementerian Pertahanan Prancis sebelumnya mengumumkan kapal induk Charles de Gaulle telah bergerak menuju Laut Merah dan Teluk Aden, sebagai bagian dari misi bersama dengan Inggris untuk mengatur pengamanan pelayaran di Selat Hormuz.
Ajak Eropa Tinggalkan Energi Fosil
Tak hanya itu, Prancis juga mengajak negara-negara Eropa mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan teknologi asing agar tidak terus terseret dampak konflik global.
“Itulah mengapa kita harus fokus pada bagaimana Eropa dapat melepaskan diri dari semua ketergantungan pada hidrokarbon dan minyak,” tandas Menlu Barrot. (*)