Laga Tertunda karena Badai, para Pemain Prancis dan Irak Ngapain aja Sih?

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 23 Juni 2026
 Laga Tertunda karena Badai, para Pemain Prancis dan Irak Ngapain aja Sih?

Hujan mengguyur laga Prancis vs Irak. (Instagram/Equipe de France de Football)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — “KAMI main kartu,” canda pelatih Prancis Didier Deschamps saat ditanya apa yang dilakukan timnya di ruang ganti selama dua jam penundaan. Laga Rabu (23/6) pagi itu menjadi ujian berat bagi para pemain, pelatih, dan seluruh 68.344 penonton yang memadati Stadion Philadelphia.

"Kita telah melalui banyak hal malam ini," seru pengumuman stadion saat pertandingan antara Tim Nasional Prancis dan Tim Nasional Irak mengalami penundaan akibat cuaca buruk yang berlangsung lebih dari dua jam.

Pertandingan yang dimulai pukul 17.00 waktu setempat baru berakhir pada pukul 20.47 karena alasan keselamatan di tengah kondisi cuaca yang memburuk. Awan badai sebenarnya sudah mulai terlihat ketika wasit asal Kanada, Drew Fischer, meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama pada pukul 17.49. Saat itu, Prancis unggul 1-0.

Tak lama kemudian hujan deras turun, disertai ancaman badai petir menerpa di sekitar stadion.

Baca juga:

Timnas Prancis Sikat Irak 3-0 untuk Melaju ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Simak Juga Klasemen Terbaru Grup I




Jaga Mental dan Tetap Aktif



Deschamps masih bisa melontarkan lelucon mengenai penundaan laga ini. Menurutnya, keamanan permainan ialah yang terpenting. “Anda tak bisa melawan hujan dan petir,” ujarnya, dikutip BBC Sport.

Meski begitu, pelatih Les Bleus ini mengaku menikmati waktu bersama para pemain.

Kami hanya menunggu. Jadwal yang diberikan terus mundur lagi dan lagi. Sebenarnya saya menikmati waktu bersama para pemain dan bersenang-senang.

Didier Deschamps, pelatih Prancis



Ia berharap hal seperti ini tidak akan terjadi lagi. “Saya tidak kesal. Ini situasi yang sangat khusus dan saya berharap tidak terjadi lagi. Hal yang penting yakni tidak mengambil risiko,” imbuhnya.

Lain dengan sang pelatih, bek Prancis Jules Kounde mengaku berusaha tetap aktif selama masa jeda panjang itu. "Kami melakukan sedikit latihan bersepeda agar tubuh tetap aktif. Setelah itu, kami berbincang sambil menunggu kesempatan untuk kembali melakukan pemanasan,” jelasnya.

Meski penundaan berlansung cukup lama, Kounde tetap menjaga asa untuk kembali memainkan sisa laga. ”Kami semua ingin pertandingan dilanjutkan dan diselesaikan. Kami juga ingin memastikan lapangan cukup layak dimainkan karena ada beberapa area yang tergenang,” imbuhnya.

Baca juga:

Badai Petir Buat Laga Timnas Prancis Vs Irak Ditunda



Pengalaman Pertama yang Meruntuhkan Mental Irak




Pelatih Irak asal Australia, Graham Arnold, meyakini penundaan panjang tersebut mungkin berkontribusi terhadap kesalahan tendangan gawang yang berujung pada gol kedua Mbappe.

"Saya mengatakan kepada para pemain sebelum kembali ke lapangan bahwa ini soal siapa yang paling siap secara mental. Hal yang mengecewakan bahwa kesalahan itu sangat merugikan kami,” ujarnya.

Arnold mengatakan penundaan selama dua jam jelas membuat segalanya jauh lebih sulit bagi para pemain. “Ini pertama kalinya saya mengalami situasi seperti ini, baik sebagai pelatih maupun pemain,” katanya.

Arnold mengungkapkan selama menunggu, timnya memanfaatkan waktu untuk meninjau rekaman video babak pertama.

Ia menekankan agar para pemain bisa duduk, rileks, dan mempersiapkan diri sebelum kembali ke lapangan.

"Ini pengalaman yang unik bagi kami semua,” katanya.

Baca juga:

Prancis vs Irak: Les Bleus Diunggulkan Menang Telak, Singa Mesopotamia Siap Melawan


Penundaan 2 Jam Bisa Bikin Mati Gaya




Insight berbeda diberikan mantan asisten pelatih West Ham United, Edu Rubio. Ia pernah mengalami situasi serupa saat tur pramusim West Ham di Florida dua tahun lalu.

"Dua dari empat pertandingan persahabatan kami harus ditunda karena badai. Mereka sangat ketat soal hal itu di sini, dan memang seharusnya begitu,” jelasnya.

Menurut Rubio, setelah kembali ke ruang ganti, tim biasanya menerima pembaruan situasi setiap 20 menit. Pada 20 menit pertama, para pemain dibiarkan rileks dan mengganti pakaian dengan yang lebih nyaman.

"Mereka melakukan sedikit latihan sepeda statis, peregangan, bahkan ada yang ingin melakukan yoga,” ujarnya.

Pada 20 menit berikutnya, menurut Rubio, karena saat penundaannya sekitar 45 menit, tim memainkan football-tennis agar mereka tetap terhibur dan tidak terlalu memikirkan cuaca.

Tim pelatih juga memutar klip video singkat berdurasi sekitar dua menit untuk mengingatkan pemain mengenai instruksi pertandingan. "Kami menjaga semuanya tetap sederhana: yoga, musik, dan sedikit relaksasi,” ujarnya.

Meski terdengar tak begitu bermasalah dengan penundaan laga, Rubio punya batasnya.

"Tapi jika penundaannya lebih dari 45 menit, terus terang saya sendiri tidak tahu apa yang akan saya lakukan. Mati gaya,“ tutupnya.(dwi)

Baca juga:

Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Hasil Imbang Cukup, Les Bleus Tetap Incar Kemenangan

#Piala Dunia #Piala Dunia 2026 #Prancis #Irak
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Prabowo Heran Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2026, Bandingkan dengan Cape Verde
Presiden RI, Prabowo Subianto, menyinggung timnas Indonesia gagal ke Piala Dunia 2026. Ia membandingkannya dengan Cape Verde.
Soffi Amira - Kamis, 06 Agustus 2026
Prabowo Heran Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2026, Bandingkan dengan Cape Verde
Olahraga
QFA Apresiasi Penarikan Proposal FIFA Forward Enterprise, Sebetulnya Punya Nilai Plus
QFA melalui pernyataan resminya, Minggu, 2 Agustus, menyebut langkah FIFA menarik proposal tersebut mencerminkan kebijaksanaan dalam menjaga soliditas komunitas sepak bola dunia.
Frengky Aruan - Minggu, 02 Agustus 2026
QFA Apresiasi Penarikan Proposal FIFA Forward Enterprise, Sebetulnya Punya Nilai Plus
Indonesia
Legenda Tim Nasional Italia dan AC Milan Franco Baresi Meninggal, Bagian Pemain Juara Piala Dunia 1982
Baresi telah memperkuat Rossoneri sejak 1977 dan menjadi salah satu one man club dengan pensiun pada 1997.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 31 Juli 2026
Legenda Tim Nasional Italia dan AC Milan Franco Baresi Meninggal, Bagian Pemain Juara Piala Dunia 1982
Olahraga
UEFA Ancam Boikot Piala Dunia, Tolak Rencana FIFA Jual Saham Kompetisi ke Investor Swasta
UEFA mengancam akan memboikot Piala Dunia. Hal itu setelah FIFA mengusulkan kepemilikan saham investor di Piala Dunia.
Soffi Amira - Jumat, 31 Juli 2026
UEFA Ancam Boikot Piala Dunia, Tolak Rencana FIFA Jual Saham Kompetisi ke Investor Swasta
Olahraga
Roberto Mancini Kembali ke Timnas Italia dengan Harapan Besar, Bukan Hanya Hadirkan Trofi
Roberto Mancini kembali ke Timnas Italia dengan harapan besar.
Frengky Aruan - Kamis, 30 Juli 2026
Roberto Mancini Kembali ke Timnas Italia dengan Harapan Besar, Bukan Hanya Hadirkan Trofi
Olahraga
Rencana FIFA Jual Saham Piala Dunia Munculkan Kritik dan Penolakan, Infantino: Sebuah Peluang, Bukan Kewajiban
Sebelumnya, sejumlah pihak, termasuk UEFA dan Liga-Liga Eropa, menyatakan penolakan terhadap rencana penjualan saham Piala Dunia.
Frengky Aruan - Kamis, 30 Juli 2026
Rencana FIFA Jual Saham Piala Dunia Munculkan Kritik dan Penolakan, Infantino: Sebuah Peluang, Bukan Kewajiban
Olahraga
IFAB: VAR Disalahgunakan Saat Laga Argentina VS Swiss, Kartu Merah Breel Embolo Ilegal
IFAB mengumumkan VAR disalahgunakan saat laga Argentina vs Swiss di Piala Dunia 2026. Kartu merah Breel Embolo dinyatakan salah, menambah kontroversi teknologi VAR.
Wisnu Cipto - Rabu, 29 Juli 2026
IFAB: VAR Disalahgunakan Saat Laga Argentina VS Swiss, Kartu Merah Breel Embolo Ilegal
ShowBiz
Kisah di Balik Lagu 'Gloryland', Anthem Resmi Piala Dunia 1994
'Gloryland' menawarkan atmosfer yang inspiratif dengan lirik yang menekankan harapan, persatuan, perjuangan, dan tekad untuk meraih kemenangan.
Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
Kisah di Balik Lagu 'Gloryland', Anthem Resmi Piala Dunia 1994
ShowBiz
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
Liriknya mengisahkan tentang mimpi, harapan, persatuan, dan perjuangan untuk menjadi yang terbaik, selaras dengan semangat yang mewarnai ajang Piala Dunia.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
Olahraga
Empat Bintang AC Milan Tampil Bapuk di Piala Dunia 2026, Siapa Saja Mereka?
Laporan evaluasi penampilan pemain menunjukkan penurunan performa drastis akibat minimnya menit bermain hingga masalah cedera fisik
Angga Yudha Pratama - Kamis, 23 Juli 2026
Empat Bintang AC Milan Tampil Bapuk di Piala Dunia 2026, Siapa Saja Mereka?
Bagikan