MERAHPUTIH.COM — “KAMI main kartu,” canda pelatih Prancis Didier Deschamps saat ditanya apa yang dilakukan timnya di ruang ganti selama dua jam penundaan. Laga Rabu (23/6) pagi itu menjadi ujian berat bagi para pemain, pelatih, dan seluruh 68.344 penonton yang memadati Stadion Philadelphia.
"Kita telah melalui banyak hal malam ini," seru pengumuman stadion saat pertandingan antara Tim Nasional Prancis dan Tim Nasional Irak mengalami penundaan akibat cuaca buruk yang berlangsung lebih dari dua jam.
Pertandingan yang dimulai pukul 17.00 waktu setempat baru berakhir pada pukul 20.47 karena alasan keselamatan di tengah kondisi cuaca yang memburuk. Awan badai sebenarnya sudah mulai terlihat ketika wasit asal Kanada, Drew Fischer, meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama pada pukul 17.49. Saat itu, Prancis unggul 1-0.
Tak lama kemudian hujan deras turun, disertai ancaman badai petir menerpa di sekitar stadion.
Baca juga:
Jaga Mental dan Tetap Aktif
Deschamps masih bisa melontarkan lelucon mengenai penundaan laga ini. Menurutnya, keamanan permainan ialah yang terpenting. “Anda tak bisa melawan hujan dan petir,” ujarnya, dikutip BBC Sport.
Meski begitu, pelatih Les Bleus ini mengaku menikmati waktu bersama para pemain.
Kami hanya menunggu. Jadwal yang diberikan terus mundur lagi dan lagi. Sebenarnya saya menikmati waktu bersama para pemain dan bersenang-senang.
Didier Deschamps, pelatih Prancis
Ia berharap hal seperti ini tidak akan terjadi lagi. “Saya tidak kesal. Ini situasi yang sangat khusus dan saya berharap tidak terjadi lagi. Hal yang penting yakni tidak mengambil risiko,” imbuhnya.
Lain dengan sang pelatih, bek Prancis Jules Kounde mengaku berusaha tetap aktif selama masa jeda panjang itu. "Kami melakukan sedikit latihan bersepeda agar tubuh tetap aktif. Setelah itu, kami berbincang sambil menunggu kesempatan untuk kembali melakukan pemanasan,” jelasnya.
Meski penundaan berlansung cukup lama, Kounde tetap menjaga asa untuk kembali memainkan sisa laga. ”Kami semua ingin pertandingan dilanjutkan dan diselesaikan. Kami juga ingin memastikan lapangan cukup layak dimainkan karena ada beberapa area yang tergenang,” imbuhnya.
Baca juga:
Pengalaman Pertama yang Meruntuhkan Mental Irak
Pelatih Irak asal Australia, Graham Arnold, meyakini penundaan panjang tersebut mungkin berkontribusi terhadap kesalahan tendangan gawang yang berujung pada gol kedua Mbappe.
"Saya mengatakan kepada para pemain sebelum kembali ke lapangan bahwa ini soal siapa yang paling siap secara mental. Hal yang mengecewakan bahwa kesalahan itu sangat merugikan kami,” ujarnya.
Arnold mengatakan penundaan selama dua jam jelas membuat segalanya jauh lebih sulit bagi para pemain. “Ini pertama kalinya saya mengalami situasi seperti ini, baik sebagai pelatih maupun pemain,” katanya.
Arnold mengungkapkan selama menunggu, timnya memanfaatkan waktu untuk meninjau rekaman video babak pertama.
Ia menekankan agar para pemain bisa duduk, rileks, dan mempersiapkan diri sebelum kembali ke lapangan.
"Ini pengalaman yang unik bagi kami semua,” katanya.
Baca juga:
Prancis vs Irak: Les Bleus Diunggulkan Menang Telak, Singa Mesopotamia Siap Melawan
Penundaan 2 Jam Bisa Bikin Mati Gaya
Insight berbeda diberikan mantan asisten pelatih West Ham United, Edu Rubio. Ia pernah mengalami situasi serupa saat tur pramusim West Ham di Florida dua tahun lalu.
"Dua dari empat pertandingan persahabatan kami harus ditunda karena badai. Mereka sangat ketat soal hal itu di sini, dan memang seharusnya begitu,” jelasnya.
Menurut Rubio, setelah kembali ke ruang ganti, tim biasanya menerima pembaruan situasi setiap 20 menit. Pada 20 menit pertama, para pemain dibiarkan rileks dan mengganti pakaian dengan yang lebih nyaman.
"Mereka melakukan sedikit latihan sepeda statis, peregangan, bahkan ada yang ingin melakukan yoga,” ujarnya.
Pada 20 menit berikutnya, menurut Rubio, karena saat penundaannya sekitar 45 menit, tim memainkan football-tennis agar mereka tetap terhibur dan tidak terlalu memikirkan cuaca.
Tim pelatih juga memutar klip video singkat berdurasi sekitar dua menit untuk mengingatkan pemain mengenai instruksi pertandingan. "Kami menjaga semuanya tetap sederhana: yoga, musik, dan sedikit relaksasi,” ujarnya.
Meski terdengar tak begitu bermasalah dengan penundaan laga, Rubio punya batasnya.
"Tapi jika penundaannya lebih dari 45 menit, terus terang saya sendiri tidak tahu apa yang akan saya lakukan. Mati gaya,“ tutupnya.(dwi)
Baca juga: