Pramono Anung Minta Percepat Perbaikan Jalan Dikebut Buntut Pelajar Tewas di Matraman
Ilustrasi. Foto: Dok. Pemprov DKI
Merahputih.com - Dinas Perhubungan DKI Jakarta diminta untuk segera mempercepat perbaikan jalan berlubang di seluruh wilayah Jakarta guna mencegah jatuhnya korban jiwa lebih lanjut.
Langkah ini diambil menyusul kecelakaan maut yang menewaskan seorang pelajar di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, pada Senin (9/2) pagi yang diduga kuat akibat kondisi jalan rusak.
“Saya sudah memerintahkan kepada Dinas Perhubungan karena sudah tidak bisa lagi menunggu sampai dengan kemudian hujan berhenti. Kalau dilihat di lapangan, sekarang sudah ditangani lubang-lubang yang ada, hampir sebagian besar ditutup,” tegas Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, Senin (9/2).
Baca juga:
Kelakar ke JK, Pramono Ogah Masuk Gorong-Gorong Saat Kerja Bakti
Tantangan Cuaca dan Daya Tahan Aspal
Meskipun perbaikan masif tengah berjalan, Pramono menyampaikan permohonan maaf kepada warga Jakarta jika kualitas jalan kembali menurun akibat cuaca ekstrem.
Ia mengakui bahwa curah hujan tinggi menjadi musuh utama bagi ketahanan aspal di jalanan protokol maupun lingkungan.
“Walaupun kemudian ketika hujan akan, mohon maaf, pasti sebagian ada yang terbongkar kembali,” tambah Pramono.
Senada dengan Pramono, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, menjelaskan kendala teknis yang dihadapi tim di lapangan.
Menurutnya, hingga saat ini belum ditemukan jenis material aspal yang sepenuhnya kebal terhadap kombinasi genangan air dan beban kendaraan berat secara terus-menerus.
Baca juga:
Ekonomi Jakarta 2025 Tumbuh 5,21 Persen, Pramono: Insentif dan Kolaborasi Jaga Daya Beli
Tragedi Matraman dan Urgensi Perbaikan
Sebelumnya, seorang pelajar meninggal dunia usai setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, pada Senin pagi, yang diduga akibat jalanan rusak.
Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 06.00 WIB, saat arus lalu lintas masih relatif sepi.
Salah seorang warga sekitar yang bernama Ardhi mengatakan kondisi sepeda motor korban tidak mengalami kerusakan berat, namun bagian depan motor terlihat pecah akibat benturan.
Dia menyebutkan kondisi jalan di lokasi kejadian itu sudah lama rusak dan kerap ditambal tanpa perbaikan menyeluruh, sehingga permukaan jalan yang tidak rata menjadi berbahaya, terutama bagi pengendara sepeda motor.
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
Pramono Anung Minta Percepat Perbaikan Jalan Dikebut Buntut Pelajar Tewas di Matraman
Kelakar ke JK, Pramono Ogah Masuk Gorong-Gorong Saat Kerja Bakti
Ekonomi Jakarta 2025 Tumbuh 5,21 Persen, Pramono: Insentif dan Kolaborasi Jaga Daya Beli
Simak Rangkaian Perayaan Imlek 2026 di Jakarta, dari Lapangan Banteng hingga Glodok
Pramono Minta Pembongkaran Tiang Monorel di Rasuna Said Dikebut, Targetkan 4 Tiang per Hari
Taman Bendera Pusaka Segera Dibuka, Ruang Hijau Baru Warga Jakarta Selatan
Pramono Instruksikan Penertiban Bendera Parpol di Flyover Jakarta
Transjabodetabek Rute Blok M- Bandara Soetta Ditargetkan Angkut 2.000 Penumpang per Hari
Pramono: Rute Transjabodetabek Blok M - Bandara Soetta Gunakan Halte Permanen
Transjabodetabek Blok M–Bandara Soetta Ditargetkan Beroperasi Sebelum Lebaran 2026