Prabowo Temui 50 Pengusaha AS, Rosan: Mereka Mau Tambah Investasi di Indonesia

Soffi AmiraSoffi Amira - Selasa, 03 Desember 2024
Prabowo Temui 50 Pengusaha AS, Rosan: Mereka Mau Tambah Investasi di Indonesia

Presiden RI, Prabowo Subianto. Foto: YouTube/Setpres

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden RI, Prabowo Subianto, menjamu sekitar 50 pengusaha asal Amerika Serikat (AS) yang tergabung dalam Dewan Bisnis AS-ASEAN di Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/12).

Turut mendampingi Menteri Luar Negeri Sugiono, Menko bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Rosan Roeslani dan Duta Besar AS untuk Indonesia Kamala Shirin Lakhdir, serta Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim Djojohadikusumo.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Rosan Roeslani mengatakan, lebih dari 50 perusahaan hadir di Istana Negara untuk bertemu dengan Presiden Prabowo.

Menurut Rosan, mereka yakin dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada masa mendatang. Sebagian besar dari mereka sudah berinvestasi di Indonesia.

Baca juga:

Prabowo Wanti-wanti Menko Infra hingga TNI-Polri Hadapi Nataru

“Saya sudah bertemu dengan beberapa dari mereka, dan mereka ingin lebih banyak investasi di Indonesia," beber Rosan yang ikut mendampingi Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Rosan, para pengusaha ingin lebih banyak berinvestasi di Indonesia karena stabilitas dan perdamaian yang menjadi salah satu kekuatan utama Indonesia.

Selain itu, kata Rosan, para pengusaha juga meyakini kepemimpinan baru dari Presiden Prabowo akan memberi lebih banyak kenyamanan.

Hal itu terlihat dari kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto ke AS dan pertemuan bilateral dengan Presiden AS Joe Biden.

Baca juga:

Investasi AS di Indonesia Ciptakan Dampak Ekonomi Sebesar USD 130 Miliar

"Mereka (para pengusaha) akan berada di sini selama beberapa hari. Mereka juga akan bertemu dengan para menteri, serta beberapa perusahaan," ujar Rosan.

Sementara itu, President & CEO of the US-ASEAN Business Council (US-ABC), Ted Osius menyebutkan, para pengusaha Amerika berkomitmen untuk mendukung program-program prioritas Prabowo, termasuk yang tertuang dalam visi Asta Cita.

"Kami mendukung program-program prioritas Anda, dan program-program awal yang telah Anda tetapkan, dan Anda telah menetapkan 17 misi yang akan dilakukan Indonesia," sebut Ted Osius.

Bahkan, Ted menyebut US-ABC sudah bekerja sama dengan LPEM FEB Universitas Indonesia untuk melakukan analisis, saran praktik terbaik, hingga rekomendasi kebijakan di berbagai sektor seperti pangan dan pertanian, teknologi informasi, ekonomi digital, kesehatan dan ilmu hayati, energi dan sumber daya mineral untuk pemerintahan Prabowo.

Baca juga:

Gerindra DIY Sebut Kenaikan UMP Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Nasional

"Dan sebagai upaya nyata pertama yang ingin kami sampaikan kepada Anda dan semua menteri dan kepala lembaga yang kita temui minggu ini, sebuah laporan ikhtisar sektor yang berjudul menavigasi peluang, memelihara kebijakan ekonomi yang dinamis di Indonesia," beber Ted Osius.

Sementara itu, Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Kamala Shirin Lakhdhir mengatakan, para pengusaha AS telah memiliki komitmen untuk berinvestasi lebih banyak di Indonesia.

"Dan saya tahu bahwa saya diminta untuk bekerja sedekat mungkin dengan pemerintah baru untuk mendukung tujuan bersama kita," pungkasnya. (Knu)

#Pengusaha #Prabowo Subianto #Investasi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Istana Waspada usai Kasus Penyadapan Prabowo, Mensesneg Minta Polri Transparan
Kasus dugaan penyadapan Prabowo menjadi sorotan. Istana meminta Polri mengusut perkara tersebut secara transparan dan tidak menutupi fakta.
Soffi Amira - Jumat, 06 November 2026
Istana Waspada usai Kasus Penyadapan Prabowo, Mensesneg Minta Polri Transparan
Indonesia
Kepala BIN Herindra Temui Prabowo di Istana, Sebut Dugaan Penyadapan Mengarah pada Makar
Kepala BIN, Muhammad Herindra, menemui Presiden RI, Prabowo Subianto, di Istana. Hal itu di tengah dugaan penyadapan ilegal yang mengarah ke makar.
Soffi Amira - Jumat, 06 November 2026
Kepala BIN Herindra Temui Prabowo di Istana, Sebut Dugaan Penyadapan Mengarah pada Makar
Indonesia
Ariyo Windutomo Ditunjuk Jadi Plt Kepala KSP, ini Profil dan Rekam Jejaknya
Kasetpres, Letjen TNI Ariyo Windutomo, ditunjuk menjadi Plt Kepala KSP menggantikan Listyo Sigit. Berikut profil dan rekam jejaknya.
Soffi Amira - Rabu, 04 November 2026
Ariyo Windutomo Ditunjuk Jadi Plt Kepala KSP, ini Profil dan Rekam Jejaknya
Indonesia
Mensesneg Ungkap Pemerintah Pertanyakan Motif Penyadapan Prabowo, Sebut Bisa Bahayakan Negara
Mensesneg, Prasetyo Hadi, mempertanyakan motif penyadapan Presiden RI, Prabowo Subianto.
Soffi Amira - Rabu, 04 November 2026
Mensesneg Ungkap Pemerintah Pertanyakan Motif Penyadapan Prabowo, Sebut Bisa Bahayakan Negara
Indonesia
Listyo Sigit Dicopot dari KSP usai Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo
Listyo Sigit Prabowo resmi dicopot dari KSP, setelah menjadi tersangka penyadapan Presiden RI, Prabowo Subianto.
Soffi Amira - Rabu, 04 November 2026
Listyo Sigit Dicopot dari KSP usai Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo
Indonesia
LIMS: Saat Alat Negara Dipakai Intai Presiden Prabowo Subianto
Skandal penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo lewat server LIMS Polri bikin heboh. Apa itu LIMS dan gimana cara kerjanya? Cek faktanya di sini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 04 November 2026
LIMS: Saat Alat Negara Dipakai Intai Presiden Prabowo Subianto
Indonesia
Bareskrim Tetapkan Jenderal LSP Tersangka Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Polri tetapkan KSP Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (LSP) & 7 anggota polisi sebagai tersangka penyadapan Presiden Prabowo. Cek rincian kasusnya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 03 November 2026
Bareskrim Tetapkan Jenderal LSP Tersangka Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Indonesia
Bukan Sosok Baru di Politik, Ini Perjalanan Hana Fadel hingga Terpilih Pimpin IWAPI
Hana Hasanah Fadel Muhammad terpilih sebagai Ketua Umum IWAPI periode 2026–2031. Simak profil, rekam jejak politik, dan kiprahnya dalam pemberdayaan perempuan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 30 Oktober 2026
Bukan Sosok Baru di Politik, Ini Perjalanan Hana Fadel hingga Terpilih Pimpin IWAPI
Indonesia
Pemerintah Dorong Pembanguna Pusat Data Nasional 11 Gigawatt Demi Ekonomi Digital
Rencana tersebut turut didukung program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 100 gigawatt-peak (GWp).
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 27 Oktober 2026
Pemerintah Dorong Pembanguna Pusat Data Nasional 11 Gigawatt Demi Ekonomi Digital
Indonesia
Danantara Siapkan Opsi Beli Pabrik Tekstil Buat Serap Tenaga Kerja
Pengembangan industri tekstil nantinya tidak hanya berfokus pada produksi barang jadi, tetapi juga mencakup penguatan kegiatan industri di sektor hulu dan antara.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 26 Oktober 2026
Danantara Siapkan Opsi Beli Pabrik Tekstil Buat Serap Tenaga Kerja
Bagikan