Prabowo Soroti Ancaman Hoaks Berbasis AI, Sebut Bisa Ganggu Stabilitas Negara

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 08 April 2026
Prabowo Soroti Ancaman Hoaks Berbasis AI, Sebut Bisa Ganggu Stabilitas Negara

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Dok. Setpres)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto menyoroti ancaman penyebaran hoaks dan manipulasi informasi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dinilai berpotensi mengganggu stabilitas negara.

Hal ini disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat kepada anggota Kabinet Merah Putih, pejabat eselon I kementerian/lembaga, serta para direktur utama BUMN di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4).

Menurutnya, perkembangan teknologi digital saat ini memungkinkan penyebaran disinformasi dilakukan secara masif, bahkan oleh segelintir pihak.

“Sekarang teknologi AI, kecerdasan buatan, dengan teknologi informatika digital, satu orang dia bisa punya 1.000 account. Dia bisa beli alat-alat tidak terlalu mahal yang dari 1.000 ini bisa diperbanyak lagi,” ujarnya.

Baca juga:

Artificial Intelligence Diintegrasikan ke Kurikulum SD, SMP, SMA, dan SMK, Gibran: Manusia yang Tak Pakai AI akan Kalah

Prabowo menilai kondisi tersebut membuat kelompok kecil sekalipun mampu menciptakan kegaduhan di ruang publik melalui fenomena yang dikenal sebagai echo chamber.

"Mungkin 100 orang, 1.000 orang bisa bikin heboh. Nah ini namanya echo chamber. Dalam pelajaran-pelajaran intelijen itu ada bagaimana mau merusak negara lain,” katanya.

Ia menegaskan, pola ancaman terhadap negara kini telah mengalami perubahan signifikan, dari pendekatan militer menjadi manipulasi informasi di ruang digital.

"Dulu kirim pasukan, kirim bom. Sekarang? Tidak perlu. Mungkin dengan permainan sosmed. Dengan fitnah, hoax,” tegasnya.

Baca juga:

Komisi I DPR Dukung Komdigi Desak Platform Digital Sediakan Fitur Pengecekan Konten AI

Presiden juga mencontohkan bagaimana teknologi AI dapat digunakan untuk memanipulasi suara maupun konten visual sehingga menampilkan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah terjadi.

“AI bisa membuat seorang bicara yang dia enggak bicara gitu lho. Saya sering tuh, suara saya jelek saya ndak bisa nyanyi, ada di Youtube Prabowo nyanyi suaranya bagus banget,” ujarnya.

"Ada lagi, saya pidato dalam bahasa mandarin. Ada lagi, saya pidato dalam bahasa arab,” sambungnya.

Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa kritik tetap merupakan bagian penting dalam demokrasi, selama disampaikan secara bertanggung jawab.

“Nanti kita terima koreksi-koreksi itu. Kalau kita difitnah, kalau kita dihujat, anggaplah itu sebagai peringatan supaya kita waspada,” tutupnya. (Pon)

#Artificial Intelligence #Presiden Prabowo #Manipulasi AI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Presiden Prabowo Minta Biaya Haji tak Beratkan Jemaah, Komposisi Bipih Diusulkan 52 Persen
Presiden menyarankan komposisi sekitar 52 persen Bipih dan 48 persen nilai manfaat agar beban jemaah tidak terlalu berat.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Presiden Prabowo Minta Biaya Haji tak Beratkan Jemaah, Komposisi Bipih Diusulkan 52 Persen
Indonesia
Presiden Prabowo Bertemu Megawati Bahas Politik, Said Abdullah: Murni Silaturahmi
Pertemuan kedua tokoh tersebut berlangsung dalam suasana duka setelah wafatnya Guruh Soekarnoputera, adik Megawati.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Presiden Prabowo Bertemu Megawati Bahas Politik, Said Abdullah: Murni Silaturahmi
Indonesia
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Selain itu tidak boleh ada lagi diskriminasi pelayanan antara peserta BPJS Kesehatan dan pasien non-BPJS.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Indonesia
Lifter Rahmat Erwin Raih Emas Asian Games 2026 dan Pecahkan Rekor, Langsung Ditelepon Presiden Prabowo
Prabowo menelpon melalui panggilan video dari kediaman Prabowo di Hambalang, Sabtu (26/9) sore.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Lifter Rahmat Erwin Raih Emas Asian Games 2026 dan Pecahkan Rekor, Langsung Ditelepon Presiden Prabowo
Berita
OpenAI Perkenalkan GPT-6 Sol dan Luna, Intip Perbedaan dan Kemampuannya
OpenAI meluncurkan GPT-6 Sol dan GPT-6 Luna pada 22 September 2026. Keduanya membawa peningkatan efisiensi, pemrograman, alignment, dan biaya API.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 25 September 2026
OpenAI Perkenalkan GPT-6 Sol dan Luna, Intip Perbedaan dan Kemampuannya
Indonesia
Presiden Prabowo Siapkan Pendidikan Negeri Gratis, dari SD hingga Perguruan Tinggi tanpa Bayaran
Rencana tersebut merupakan bagian dari komitmen Prabowo untuk memperluas akses pendidikan yang layak dan setara bagi masyarakat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Presiden Prabowo Siapkan Pendidikan Negeri Gratis, dari SD hingga Perguruan Tinggi tanpa Bayaran
Dunia
Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Trump menyatakan bahwa Washington akan mulai mengubah sebutan kecerdasan buatan menjadi "kecerdasan super"
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
 Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Dunia
Pertemuan Xi Jinping dan Trump Bakal Bahas Usulan Pengendalian AI
Xi Jinping dijadwalkan tiba di Washington pada 24 September. Trump sebelumnya telah mengunjungi Beijing pada Mei didampingi oleh delegasi perwakilan bisnis AS.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Pertemuan Xi Jinping dan Trump Bakal Bahas Usulan Pengendalian AI
Indonesia
Soal Wacana Reshuffle Presiden Prabowo, PKS: jangan Ada lagi Menteri Kena Kasus Korupsi
Meminta Prabowo memiliki parameter yang jelas dalam mengevaluasi anggota kabinet.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Soal Wacana Reshuffle Presiden Prabowo, PKS: jangan Ada lagi Menteri Kena Kasus Korupsi
Indonesia
DPR Dukung Prabowo Gratiskan Pendidikan dari SD hingga PTN, Harus Dibarengi Pemenuhan Gizi Anak
Anggota Komisi X DPR RI Elnino M Husein Mohi mendukung rencana Presiden Prabowo Subianto menggratiskan biaya pendidikan.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
DPR Dukung Prabowo Gratiskan Pendidikan dari SD hingga PTN, Harus Dibarengi Pemenuhan Gizi Anak
Bagikan