Prabowo Pidato Indonesia Makin Miskin, Timses Jokowi: Biangnya Zaman Soeharto

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Jumat, 12 Oktober 2018
Prabowo Pidato Indonesia Makin Miskin, Timses Jokowi: Biangnya Zaman Soeharto

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja Abdul Kadir Karding (MP/Ponco Sulaksono)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN KIK) Abdul Kadir Karding menyatakan mayoritas aset Indonesia terjadi pada saat kepemimpinan Presiden RI ke-2 Soeharto, yang juga merupakan mantan mertua Capres nomor 02 Prabowo Subianto.

Pernyataan Karding itu menanggapi pidato Prabowo yang menyebut sebagian besar kekayaan alam Indonesia di bawa keluar negeri, sehingga rakyat tidak menikmati SDA sendiri. Akibatnya, Bangsa indonesia semakin miskin, padahal Indonesia sendiri merupakan salah satu negara yang memiliki kekayaan alam terbesar di dunia.

prabowo
Prabowo Subianto menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Tahun 2018. (Ist)

"Saya kira kita harus jujur pada sejarah bahwa aset penting negara itu banyak dikuasai pihak lain karena terutama pemerintahan di zaman Pak Harto. Di mana pemerintahan ini, salah satu kroninya adalah Pak Prabowo sendiri," kata Karding kepada awak media di Jakarta, Jumat (12/10).

Politisi PKB itu pun mencontohkan salah satu aset terbesar bangsa ini yang dikuasi asing saat Soeharto dan kroninya berkuasa, yaitu Freeport. "Salah satu contoh saja bahwa Freeport yang tidak hanya tembaga tapi juga emas yang merupakan tambang potensi emas terbesar di dunia. Itu dikuasai begitu saja dan penguasaan itu sejak tahun 67-an," tuturnya.

Foto: Partai Berkarya

Sebaliknya, kata Karding, sebagian besar saham perusahaan yang berlokasi di Papua itu berhasil dikuasai bangsa sendiri saat Jokowi berkuasa. "Sekarang akhirnya kita berdarah-darah sampai risiko besar harus kembali menguasai 51 (persen). Begitu juga dengan sumber daya lain," ucap dia.

Terkait tudingan tersebut, Karding pun mengimbau Ketum Partai Gerindra berhati-hati dalam bicara dan kembali melihat sejarah. "Sebaiknya beliau kalau bicara perlu berhati-hati dan melihat sejarah pada zaman siapakah sesungguhnya paling banyak aset-aset itu dikuasai oleh pihak lain atau negara asing," tandas dia. (Fdi)

#Freeport #Prabowo Subianto #Soeharto #Pilpres 2019
Bagikan
Ditulis Oleh

Fadhli

Berkibarlah bendera negerku, tunjukanlah pada dunia.

Berita Terkait

Berita Foto
Presiden Prabowo Subianto Tiba di Inggris Perkuat Kemitraan Strategis dan Diplomasi Ekonomi Global
Presiden Prabowo Subianto tiba di London, Inggris, Minggu (18/1/2026).
Didik Setiawan - Senin, 19 Januari 2026
Presiden Prabowo Subianto Tiba di Inggris Perkuat Kemitraan Strategis dan Diplomasi Ekonomi Global
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Seperti Venezuela, Donald Trump Ancam Tangkap Prabowo jika Lakukan Perusakan Terhadap Alam
Presiden AS, Donald Trump, dikabarkan akan menangkap Presiden RI, Prabowo Subianto, jika melakukan kerusakan alam hingga terjadi bencana.
Soffi Amira - Kamis, 15 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Seperti Venezuela, Donald Trump Ancam Tangkap Prabowo jika Lakukan Perusakan Terhadap Alam
Indonesia
Prabowo Instruksikan Yusril dan Menkum Bikin UU Tangkal Propaganda Asing
Pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan Rancangan Undang-Undang tentang Penanggulangan Disinformasi dan Propaganda Asing.
Wisnu Cipto - Kamis, 15 Januari 2026
Prabowo Instruksikan Yusril dan Menkum Bikin UU Tangkal Propaganda Asing
Indonesia
166 Sekolah Rakyat Sudah Berdiri, Legislator Ingatkan Prabowo Sumbawa Jangan Dianaktirikan
Daerah-daerah yang masih tertinggal, seperti sebagian wilayah di Pulau Sumbawa, harus menjadi perhatian utama
Angga Yudha Pratama - Kamis, 15 Januari 2026
166 Sekolah Rakyat Sudah Berdiri, Legislator Ingatkan Prabowo Sumbawa Jangan Dianaktirikan
Indonesia
DPR Ingatkan Kebijakan Strategis Pangan Hingga Industri Pemerintah Tak Boleh Tereduksi Kepentingan Kelompok
Azis optimis Indonesia mampu tumbuh menjadi negara besar dan bermartabat selama pemerintah konsisten menjaga keadilan dan rakyat
Angga Yudha Pratama - Rabu, 14 Januari 2026
DPR Ingatkan Kebijakan Strategis Pangan Hingga Industri Pemerintah Tak Boleh Tereduksi Kepentingan Kelompok
Indonesia
Komisi II DPR Nilai Kunjungan Prabowo ke IKN Bawa Pesan Politik Keberlanjutan
Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda menilai, kunjungan Presiden RI, Prabowo Subianto, ke Ibu Kota Nusantara (IKN) membawa pesan politik.
Soffi Amira - Selasa, 13 Januari 2026
Komisi II DPR Nilai Kunjungan Prabowo ke IKN Bawa Pesan Politik Keberlanjutan
Indonesia
Prabowo Ultimatum Dirut Simon Aloysius dan Direksi Jangan Cari Kekayaan di Pertamina
Prabowo menyoroti adanya korupsi selama bertahun-tahun dalam tubuh Pertamina dan sektor energi Indonesia, termasuk manipulasi harga impor minyak.
Wisnu Cipto - Selasa, 13 Januari 2026
Prabowo Ultimatum Dirut Simon Aloysius dan Direksi Jangan Cari Kekayaan di Pertamina
Indonesia
Putus Rantai Kemiskinan, Prabowo Targetkan 500 Ribu Murid Masuk Sekolah Rakyat
Saat ini, sekitar 15 ribu siswa telah terdaftar di Sekolah Rakyat
Angga Yudha Pratama - Senin, 12 Januari 2026
Putus Rantai Kemiskinan, Prabowo Targetkan 500 Ribu Murid Masuk Sekolah Rakyat
Olahraga
Bonus Atlet SEA Games 2025 Cair, NOC: Wujud Perhatian Prabowo untuk Olahraga Indonesia
Bonus atlet SEA Games 2025 kini sudah cair. Ketum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari mengatakan, ini adalah wujud perhatian Presiden RI, Prabowo Subianto.
Soffi Amira - Jumat, 09 Januari 2026
Bonus Atlet SEA Games 2025 Cair, NOC: Wujud Perhatian Prabowo untuk Olahraga Indonesia
Indonesia
Prabowo Lontarkan Gurauan ke Kapten TNI Rizki Juniansyah Usai Dapat Bonus Rp 1 Miliar
Prabowo menegaskan bahwa nominal uang yang diberikan negara bukanlah sekadar 'pembayaran upah'
Angga Yudha Pratama - Jumat, 09 Januari 2026
Prabowo Lontarkan Gurauan ke Kapten TNI Rizki Juniansyah Usai Dapat Bonus Rp 1 Miliar
Bagikan