Kesehatan

Power Nap untuk Lebih Produktif

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 31 Maret 2023
Power Nap untuk Lebih Produktif

Power nap dapat membantu meningkatkan produktivitas. (foto: pexels-andrea piacquadio)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TIDUR siang bisa jadi bagian strategi meningkatkan produktivitas. Beberapa organisasi terkenal dunia, seperti Google dan NASA, telah menyadari bahwa tidur siang dapat membantu meningkatkan produktivitas. Oleh karena itu, sebagian besar dari mereka menyulap ruang konferensi menjadi kamar tidur.


“Pernyataan bahwa tidur siang hanya untuk anak prasekolah sama sekali tidak benar,” kata profesor kedokteran paru dan tidur di University of Southern California Raj Dasgupta MD, seperti dikabarkan Healthline. Sebenarnya, power nap menawarkan segudang manfaat kesehatan dari membantu meredakan stres hingga meningkatkan kewaspadaan.

BACA JUGA:

Tidur Setelah Makan Siang Ternyata Juga Ada Manfaatnya


Seperti dikabarkan Headspace, power nap adalah tidur dalam waktu yang singkat dan ditujukan melengkapi tidur normal. Walaupun dilakukan dalam waktu yang singkat, tidur siang, menurut Direktur Medis Choice Physicians Sleep Center di Florida Camilo A Ruiz, dapat membantu memulihkan fungsi otak, konsolidasi memori, pembuangan racun yang menumpuk sepanjang hari, dan ledakan energi. Pada penelitian lain juga menemukan bahwa power nap dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh.

insomnia
Orang yang mengalami insomnia sebaiknya menghindari tidur siang. (foto: pexels-cottonbro studio)


Kamu akan bertanya, apakah aku membutuhkan tidur siang? Ternyata tidak semua orang membutuhkan tidur siang. Seorang spesialis tidur bersertifikat Michael Breus mengatakan orang yang insomnia tidak boleh tidur siang. Jika kamu menderita insomnia, tidur siang dapat membuatmu merasa tidak perlu tidur terlalu banyak di malam hari sehingga berpotensi memperburuk kondisimu.


Untuk menyempurnakan power nap, kamu harus menyesuaikan dengan waktu tidur. Sebuah studi pada 1995, dikutip NASA, menemukan tidur siang selama 26 menit merupakan sweet spot dan dapat meningkatkan kewaspadaan sebesar 54 persen dan kinerja sebesar 34 persen. Namun, para ahli cenderung setuju bahwa tidur 20 hingga 30 menit sudah cukup untuk mendapatkan manfaat tanpa membuatmu merasa pusing saat bangun tidur.

BACA JUGA:

Tidur Siang Baik untuk Kesehatan, Asal...


Durasi tidur siang perlu untuk diperhatikan karena tidur terjadi dalam sebuah siklus. Siklus normal dimulai dengan tahap tidur yang lebih ringan yang disebut non-rapid eye movement (NREM) dan akhirnya mencapai tahap tidur yang jauh lebih mendalam yang disebut tidur REM. Siklus itu terjadi berulang saat tertidur dan setiap siklus berlangsung sekitar 90 menit.


Tidur REM yang dalam sangat penting untuk kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan karena saat itulah tubuh akan bekerja untuk memulihkan energi, meningkatkan suplai darah ke otot, dan mendorong perbaikan jaringan serta tulang. Namun, tidur REM perlu dihindari saat tidur siang karena kamu mungkin mengalami inersia tidur, kondisi merasa pusing, dan bingung setelah tidur.

jam
Durasi tidur siang perlu diperhatikan agar tidak mengalami inersia tidur. (foto: pexels-pixabay)


Cara lain yang untuk membuat power nap lebih efektif adalah dengan menciptakan zona tidur siang yang sempurna. Kamar yang gelap, sejuk, dan sunyi menjadi lokasi yang ideal untuk tidur. Jika tidak dapat mengontrol cahaya dan suhu, kamu dapat mengakalinya dengan masker tidur dan melepas lapisan ekstra baju seperti sweater.(vca)

BACA JUGA:

Manfaat Tidur Siang Saat Puasa untuk Kesehatan

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Bagikan