HUT TNI

Potret Ketangguhan Istri TNI, Jalani Pernikahan Jarak Jauh Jepang-Papua

Iftinavia PradinantiaIftinavia Pradinantia - Selasa, 05 Oktober 2021
Potret Ketangguhan Istri TNI, Jalani Pernikahan Jarak Jauh Jepang-Papua

Tangguhnya kisah cinta pasangan prajurit TNI. (Foto: Istimewa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PRIA berseragam punya daya tarik tersendiri di sejumlah kalangan. Citra diri tangguh dan manly pun tersemat pada mereka. Tidak sedikit perempuan yang mendambakan untuk bisa berdampingan dengan mereka.

Namun, di balik daya tariknya, ada sejumlah hal yang harus dihadapi oleh kaum hawa yang ingin menjadi pendamping hidup mereka.

Para pendamping abdi negara ini harus siap jika harus ditinggal bertugas jauh, terpencil, dan sulit berkomunikasi. Ketangguhan menjadi modal utama perempuan yang siap ditinggal saat bertugas. Misalnya saja yang terjadi pada Widhi Wulandari.

Baca juga:

Pemuda Taekwondoin Maluku Berjuang di PON XX Papua 2021

Potret Ketangguhan Istri TNI, Jalani Pernikahan Jarak Jauh Jepang-Papua

Perempuan tangguh hadapi kerasnya pernikahan jarak jauh. (Foto: Ist)

Perempuan berusia 31 tahun tersebut begitu tangguh menjalani Long Distance Married (LDM) atau pernikahan jarak jauh dengan sang suami sejak 2018.

Tidak tanggung-tanggung, Widhi dan suami harus menjalani pernikahan jarak Jakarta-Manado. Sebelumnya, keduanya bahkan sanggup menjalani LDM Jepang-Papua.

Sebelumnya ia tidak pernah berpikir akan menikah dengan seorang tentara dan menjalani pernikahan secara LDM. Namun takdir membawanya berjumpa dengan sang suami, Serka (Sersan Kepala) Darwin.

Ketika bertugas sebagai pengajar muda di Desa Matutuang, Kecamatan Marore, Kabupaten Sangihe, Sulawesi Utara pada Juni 2012, dirinya berjumpa dengan seorang tentara yang juga bertugas di wilayah yang sama. Ketika Widhi harus kembali ke Jakarta pada 2013, keduanya memutuskan untuk menjalani hubungan jarak jauh.

Widhi yang detail oriented, perfeksionis, perhatian sementara Darwin yang cuek, penyayang, konsisten, santai, dan mandiri nyatanya mampu menghadapi perbedaan sifat dan jarak yang terbentang antara mereka.

Setelah berpacaran selama lima tahun keduanya menikah pada 2018 di Bandung. "Menikah resmi di Bandung (kampung halaman Widhi) tanggal 17 Feb 2018. Sebelumnya sudah “nikah batalyon” atau pemberkasan di Bulan Oktober 2017," kisah Widhi.

Potret Ketangguhan Istri TNI, Jalani Pernikahan Jarak Jauh Jepang-Papua

Widhi dan Darwin jalani nikah batalyon. (Foto: Istimewa)

Jika para pengantin baru asyik mereguk indahnya kehidupan baru sebagai sepasang suami istri, tidak demikian dengan Widhi dan Darwin. Widhi yang saat itu sedang menempuh pendidikan di UGM Yogyakarta harus kembali kuliah ke Yogyakarta. Sementara suaminya harus kembali ke kesatuan di Manado.

Sebelum menikah, Widhi mendapat program beasiswa double degree, setahun di Universitas Gajah Mada Yogyakarta dan setahun kemudian di Kobe University Jepang (2019-2020). "Sengaja pilih yang double degree ini supaya enggak kelamaan ninggalin suami ke luar negeri," tuturnya.

Rupanya bukan hanya ia yang harus merantau jauh ke negeri orang, sang suami pun kemudian harus ditempatkan tugas di Papua. Uniknya, ternyata kepergian suami ke Papua merupakan bagian dari doa yang dipanjatkan Widhi.

"Deg-degan banget karena di Papua kan rawan. Tapi yah mau bagaimana lagi, bisa jadi penugasan Papua ini jg merupakan jawaban dari doaku yg minta ke Tuhan kalau boleh jangan cuma aku yg pergi (ke Jepang) tp suamiku juga ke mana gitu. Enggak taunya ke Papua," urainya.

Baca juga:

Raju, Pemuda NTT Berprestasi di PON Papua Bermodalkan Uang Pribadi

LDM Jepang-Papua diakui Widhi berat sekaligus unik. Dari segi waktu, Widhi tidak mengalami kesulitan karena Jepang dan Papua berada di zona yg sama. Tantangan muncul karena di Papua itu tidak ada signal internet. Sang suami terpaksa harus beli kuota wifi yang mahal.

Demikian Widhi yang tidak mungkin terus-menerus menyalakan paket roaming selama di Jepang. "Di situ mulai banyak cek cok dan mumet rumah tangga hahaha. Tapi Alhamdulillah di pertengahan masa tugas, Darwin dapat akses wifi gratis karena dia yang kerjakan peta dan GPS. Jadi untuk kelancaran tugasnya dia dapat fasilitas wi-fi kelar deh tuh satu perkara," lanjutnya.

Dalam menempuh pendidikan, seorang pelajar haruslah tenang agar bisa fokus belajar. Hal berbeda dialami oleh Widhi. Ia mendapat tantangan dalam belajar karena setiap kali ada berita pembunuhan atau bentrok di Papua, Widhi kalang kabut. Ia pun bersyukur masa-masa setahun kuliah terlewati.

"Aku pulang ke Indonesia awal Oktober 2020 dan Darwin balik Manado lagi Februari akhir 2021. Alhamdulillah juga waktu keberangkatan Darwin di Bulan Januari 2021 aku bisa antar (izin ke Sensei buat balik ke Indonesia dua minggu) dan bisa jemput juga. Masih belum masuk kantor dengan alasan masih urus penyetaraan ijazah," ujarnya.

Sama-sama berprofesi sebagai abdi negara, sang suami TNI dan ia PNS ketangguhan tumbuh karena keduanya sadar bahwa sulit untuk bisa terus bersama-sama layaknya suami istri yang setiap hari bersama.

"Jauh sebelum menjadi suami istri, kami sudah jadi TNI dan PNS. Jadi yah kita tidak pernah mencoba membandingkan pola hubungan kita dengan pasangan lain. Tidak pernah mencoba memaksakan diri untuk menjadi sama seperti pasangan lain. Berkat kesadaran itu mungkin akhirnya kita sama-sama tidak saling menuntut dan saling kasih ruang untuk bertumbuh masing-masing," ungkapnya.

"Aku pribadi mencoba untuk menempatkan diri sebagai istri tapi rasa teman. Aku ada kalau dia butuh aku, tapi kalau dia lagi sibuk dan punya teman lain (dalam hal ini teman kantor atau main) aku membiarkan dia bersama mereka. Begitu pun dia ke aku," ucapnya.

Saling menghormati privasi satu sama lain, menjadi kunci penting lainnya bagi Widhi dan Darwin dalam hubungan.

"Aku enggak pernah buka hpnya tanpa izin, password sosial media juga walau saling tau enggak pernah ngecek tanpa izin, enggak pernah ngopy WAnya ke hpku. Dia pun juga gitu. Saling respect perkara privacy dan percaya satu sama lain menurut aku lumayan jadi kunci sih," bebernya.

Potret Ketangguhan Istri TNI, Jalani Pernikahan Jarak Jauh Jepang-Papua

Kunci harmonis LDM Widhi Darwin. (Foto: Istimewa)

"Terlepas dari sedikitnya kuantitas jumpa dan waktu berkomunikasi. Ku rasa sejauh pasangan kita merasa dimanusiakan oleh pasangannya maka harusnya keharmonisan itu akan tetap terjaga InsyaAllah," lanjutnya.

Jarak bukan satu-satunya tantangan yang harus dihadapi Widhi selama mendampingi suaminya. Perbedaan karakter pun menjadi bumbu rumah tangga mereka. Widhi adalah sosok yang detil oriented, perfeksionis dan perhatian.

Sementara suaminya adalah sosok yang cuek, penyayang, konsisten, santai, dan mandiri. Perbedaan tersebut justru ditanggapi santai dan lucu olehnya "Kayak tadi pagi nih, aku telepon ngucapin Dirgahayu TNI ya kang. Eh dia responnya cuma apaan" gelaknya.

Meskipun banyak kekhawatiran dan kegelisahan, Widhi mengatakan bahwa ia nyaman dengan konsep pernikahan LDM. Menurutnya, dengan jauh dari pasangan ia bisa menjalankan peran dan tugasnya dengan baik.

"Mungkin karena aku mau sempurna di semua lini, jadi istri, teman, anak dan pegawai. Ketika jauh sama Darwin bisa tetap maksimal di peran sosial yang lain itu deh kayaknya. Kalau deketan terus khawatir jadi enggak pro heheh," akunya.

Walaupun merasa cocok dengan LDM tinggal bersama dengan suami tetap menjadi harapannya. "Banyak pahala yang bisa didapat bersama, banyak masalah yang bisa dihadapin bersama, dan banyak bahagia yg bisa dirasain bersama. Karena makin tua tuh kita akan makin kesepian kan, teman-teman udah pada sibuk, sama orang kantor juga secukupnya aja, yah pasangan kita inilah yang jadi satu-satunya harapan membersamai kita di berbagai momen kehidupan," urainya.

Rencananya jika ada kesempatan, keduanya ingin sama-sama menetap di Bandung. "Secara mental kami enggak siap di Jakarta. Jadi mudah-mudahan ada rejekinya di Bandunglah yah," pungkasnya. (avia)

Baca juga:

Mahasiswa Tingkat Akhir, Pemuda Berjuang Lulus Kuliah Tepat Waktu

#Oktober Pemuda Jagoan Negeri Aing #Relasi #TNI AD #Prajurit TNI #TNI #HUT TNI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul
Show More

Berita Terkait

Indonesia
TNI AL Dapat 105 Kendaraan Tempur Amfibi AAV-M35 Dalam 3 Tahun
Amerika Serikat selaku produsen baru memenuhi pengadaan gelombang pertama yakni sebanyak 35 unit kendaraan tempur.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
TNI AL Dapat 105 Kendaraan Tempur Amfibi AAV-M35 Dalam 3 Tahun
Indonesia
HUT ke-81 TNI Digelar di Cilangkap, Keterlibatan Masyarakat Terbatas
Puncak peringatan HUT ke-81 TNI akan lebih difokuskan pada kegiatan internal di Mabes TNI. Keterlibatan masyarakat tetap ada, tetapi dilakukan secara terbatas.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
HUT ke-81 TNI Digelar di Cilangkap, Keterlibatan Masyarakat Terbatas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
KRI Sriwijaya-100 Punya Panjang 180 Meter, Bisa Angkut hingga 18 Helikopter
KRI Sriwijaya-100 memiliki panjang 180,2 meter dan mampu membawa hingga 18 helikopter kelas menengah maupun berat serta drone.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
KRI Sriwijaya-100 Punya Panjang 180 Meter, Bisa Angkut hingga 18 Helikopter
Indonesia
Kapal Induk Eks Italia Resmi Jadi KRI Sriwijaya-100, Panglima TNI Kukuhkan Komandannya
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto meresmikan kapal induk eks Italia ITS Giuseppe Garibaldi menjadi KRI Sriwijaya-100.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
Kapal Induk Eks Italia Resmi Jadi KRI Sriwijaya-100, Panglima TNI Kukuhkan Komandannya
Indonesia
Pesawat A400 M Bermanuver di Langit Jakarta Dalam Misi Pegase 2026
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Rafale dan A400M milik Angkatan Udara Prancis dan TNI Angkatan Udara akan melakukan latihan bersama untuk pertama kalinya.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Pesawat A400 M Bermanuver di Langit Jakarta Dalam Misi Pegase 2026
Indonesia
Prancis sebut Indonesia ‘Pusat Gravitasi’ Penting di Kawasan Indo Pasifik
Misi Pegase 2026 merupakan rangkaian penerbangan jelajah dunia yang membentang dari Arktik, Asia-Pasifik, hingga Timur Tengah.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Prancis sebut Indonesia ‘Pusat Gravitasi’ Penting di Kawasan Indo Pasifik
Indonesia
Puncak HUT ke-81 TNI di Monas Batal, Parade Perdana Kapal Induk KRI Sriwijaya Ikut Ditunda
Pesta meriah dan parade alutsista HUT ke-81 TNI di Monas resmi dibatalkan demi fokus penanganan bencana alam di Indonesia.
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Puncak HUT ke-81 TNI di Monas Batal, Parade Perdana Kapal Induk KRI Sriwijaya Ikut Ditunda
Indonesia
Tentara Prancis Mendarat di Jakarta, Bawa Rafale dan A400M untuk Misi Pégase 2026 hingga Misi Keamanan Kawasan
Latihan ini menjadi bagian dari penguatan kerja sama pertahanan kedua negara di kawasan Indo-Pasifik.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Tentara Prancis Mendarat di Jakarta, Bawa Rafale dan A400M untuk Misi Pégase 2026 hingga Misi Keamanan Kawasan
Indonesia
Daftar Perubahan Rute Transjakarta Imbas TNI Run Monas Besok, Berlaku Mulai 05.00 WIB!
PT Transportasi Jakarta merubah dan menyesuaikan rute bus pada Minggu 20 September akibat event TNI Run di kawasan Monas-Bundaran HI. Cek detailnya!
Wisnu Cipto - Sabtu, 19 September 2026
Daftar Perubahan Rute Transjakarta Imbas TNI Run Monas Besok, Berlaku Mulai 05.00 WIB!
Bagikan