MerahPutih.com - Tim satgas COVID-19 di berbagai daerah langsung bergerak cepat usai pelaksanaan Idul Fitri 1442 Hijriah.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Doni Monardo melakukan pantauan dan menerima laporan, utamanya di daerah-daerah yang berpotensi terjadi lonjakan kasus, berdasar tren yang dihimpun tim data satgas.
Ia pun meminta diperketat lalu lintas manusia di penyeberangan Bakauheni–Merak. Sekalipun sudah mengantongi surat swab, petugas harus mengecek lagi secara cermat dan seksama. Tidak ada pengecualian.
Baca Juga:
Jokowi: Idul Fitri Jadi Momentum Bangsa Indonesia Bangkit dan Menang Lawan COVID-19
"Jika positif, langsung dikarantina,” kata Doni Monardo, Kamis (13/5).
Doni langsung menghubungi anggota satgas di berbagai daerah untuk tidak lengah, tidak mengendorkan pengawasan dan pengendalian pergerakan manusia.
Doni mengarahkan anggota Satgas COVID-19 di berbagai daerah untuk tidak segan-segan menerapkan lockdown skala mikro.
Arahan Doni, jika satu RT/RW ada lebih dari lima orang atau sejumlah rumah yang isinya terpapar COVID-19, segera lakukan lockdown di RT/RW.
Semua pihak harus segera mengawasi, mendukung, dan memastikan lockdown berlangsung tertib dan baik. Termasuk jaminan pasokan logistik.
“Sekali lagi, tidak masalah kita dianggap cerewet, karena tujuan kita adalah agar korban corona tidak berderet-deret,” tegas mantan Danjen Kopassus itu.
Ia mengajak masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan mengikuti arahan dari pemerintah agar terhindar dari penularan virus corona.
Agar terhindar dari ancaman COVID-19 dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yakni mengikuti anjuran dari pemerintah.
"Baik dari pusat hingga ke daerah bahkan sampai ke tingkat RT dan RW," tutur Doni.
Pemerintah mengimbau agar masyarakat tidak melakukan silaturahmi secara fisik saat merayakan Idul Fitri 1442 Hijriah ini.
Baca Juga:
WNA yang Datang ke Indonesia Wajib Tunjukkan Sertifikat Vaksinasi COVID-19
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menyebut, silaturahmi fisik seperti bersalaman dan berpelukan akan sangat berpotensi menularkan virus corona.
Guna menekan penularan penyebaran virus corona, Wiku menyarankan silaturahmi dapat dilakukan secara online.
"Saya mohon kepada seluruh masyarakat untuk betul-betul dapat menyadari bahwa ada banyak cara yang mudah untuk menekan penularan, yaitu dengan tetap melakukan silaturahmi di hari raya secara virtual," tutur Wiku. (Knu)
Baca Juga:
Tenaga Medis Diminta Bersiaga Hadapi Lonjakan COVID-19 Pasca-Lebaran