Populasi Hiu dan Pari di Dunia Turun Drastis
Ternyata turun drastis sebanyak 70 persen. (Foto: Unsplash/Moon)
KEINDAHAN alam bawah laut tak luput dari flora dan fauna yang dibuat Sang Pencipta. Namun, tahukah kamu bahwa populasi ikan hiu dan pari di seluruh dunia ternyata turun drastis sebanyak 70% selama 50 tahun terakhir.
Mengutip Arah Destinasi, penangkapan ikan secara berlebih menjadi ancaman terbesar dari kepunahan ikan laut. Indonesia menjadi negara dengan penangkapan hiu dan pari terbesar di dunia, yakni mencapai 12,31% atau 88.790 ton per tahun.
Terbatasnya informasi ilmiah tentang sumber daya hiu dan pari di Indonesia menjadi tantangan besar bagi konservasi hiu dan pari. Padahal unntuk menyusun kebijakan konservasi harus didasari kajian ilmiah yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya mengelola sumber daya perikanan, termasuk hiu dan pari, secara berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat pesisir.
Baca juga:
Menparekraf harap Desa Wisata dapat jadi Lokomotif Kebangkitan Parekraf
Dengan adanya dukungan dari World Wild Life Fund for Nature (WWF) Indonesia, KKP menyelenggarakan Simposium Hiu dan Pari ketiga di Indonesia, bertema Penguatan Kolaborasi dan Sinergi dalam Pengelolaan Hiu dan Pari. Acara ini diadakan guna mengumpulkan masukan ilmiah bagi kebihakan konservasi hiu dan pari di Indonesia.
Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Sjarief Widjaja menerangkan bahwa, jumlah biodiversity hiu dan pari di dunia ada sekitar 531 jenis, dan Indonesia memiliki kurang lebih 118 jenis.
“Beragam ancaman juga menjadi faktor punahnya hiu, antara lain penangkapan yang tidak lestari, penurunan populasi, kerusakan habitat perubahan lingkungan seperti sampah laut dan pariwisata yang tidak bertanggung jawab,” kata Sjarief.
Baca juga:
Sebelum Dipasang Prasasti, Masih Ada Masyarakat Tak Kenal Dewi Sartika
“Semakin banyak kita mendatangkan wisatawan di suatu daerah, maka ancaman terhadap populasi komponen ekosistem yang ada di daerah tersebut semakin tinggi peluang untuk rusak,” lanjutnya.
Ia pun meminta agar data dari hiu dan pari yang dilindungi dapat disosialisasikan, dengan menempel gambar-gambar tersebut di lokasi penangkapan ikan, pasar ikan, atau wilayah-wilayah sekitar penangkapan. (and)
Baca juga:
Sajian Tempe Enak untuk Berbuka
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
Rakernas PDIP Tetapkan 'Merawat Pertiwi' sebagai Sikap Ideologis Hadapi Krisis Lingkungan
Ladies, Kenali Tubuh, Siklus, dan Ritme Alami Diri untuk Bekal Menyusun Resolusi Tahun Baru
Tumbler Tahan Banting Pilihan Terbaik untuk Dukung Gaya Hidup Hijau Ramah Lingkungan
TYESO Resmi Hadir di Indonesia lewat Kerja Sama Eksklusif dengan PT USS
Ahhh-fterwork Hadirkan Perjalanan Multisensori nan Penuh Petualangan, Ditutup Sesi Omakase Memanjakan Lidah
Belanja Cepat, Kebiasaan Baru Kaum Urban
Kombinasi Efisiensi dan Kenyamanan Jadi Solusi Cuci Pakaian di Era Modern
Wondherland 2025: Fashion & Fragrance Festival dengan Pengalaman Belanja Paling Personal
Sarinah Jakarta E-Prix Sukses Kelola 21,4 Ton Sampah, Diubah Jadi Bahan Baku Baru dan Kompos
Hai Anak Muda, Hipertensi Mengicarmu! Begini Cara Mengatasinya