MerahPutih.com - Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Guntur Romli mengapresiasi masuknya sejumlah menteri baru di Kabinet Indonesia Maju.
Beberapa nama yang dimaksud Guntur adalah Mendagri Tito Karnavian, Menteri Agama Fachrul Razi, Kapolri Idham Azis, Menkopolhukam Mahfud MD hingga Prabowo Subianto. Menurut Guntur, kabinet Jokowi saat menandakan adanya perang terhadap radikalisme.
Baca Juga
"Kehadiran Tito melengkapi kabinet perang melawan radikalisme. Idham Azis kapolri, Mahfud MD menkopolhukam dan prabowo menhan jadi kabinet perang Jokowi melawan radikalisme," kata Guntur dalam diskusi di kawasan Jakarta Selatan, Senin (3/11).
Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) kni melanjutkan, gerakan radikalisme cenderung semakin darurat di Indonesia. "Kita jadi imbas karena banyak tokoh seperti Hizbut Tahrir mereka kabur ke Indonesia karena dihukum ke negaranya," jelas Guntur.
Guntur melanjutkan, larangan dari Menteri Agama Fachrul Razi yang melarang penggunaan cadar dan celana cingkrang di instansi pemerintah adalah suatu bentuk antisipasi terhadap ancaman.
Baca Juga
"Itu bentuk perlawananan. Ada survei 19,4 persen ASN tak percaya pancasila. Di BUMN ada survei 9 persen pegawainya gak percaya pancasila. Intoleransi politik mengalami peningkatan;" papar Politikus PSI ini.
Mantan Caleg DPR RI ini menilai, ada kelompok masyarakat yang tak ingin memilih pemimpin beda agama.
"Ini wujud kongkrit nyata meningkatkan radikalisme di negara kita. Darurat yang kita hadapi radikalisme politik bukan intoleransi kultur massyarakat. Ini ada hasil temuan bahwa meningkatnya paham radikal di kalangan ASN," jelas Guntur.
Baca Juga
Guntur meyakini, manipulasi agama adalah modus radikalisme keagamaan. "Dia tujuan politik yang ingin merubah sosial politik secara radikal dengan cara kekerasan," jelas Guntur. (Knu)