Politikus PDIP Tuding Andi dan Rini Miliki Watak Brutus

Adinda NurrizkiAdinda Nurrizki - Minggu, 08 Februari 2015
Politikus PDIP Tuding Andi dan Rini Miliki Watak Brutus

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno (kiri) mendengarkan pertanyaan dari Komisi VI DPR dalam rapat kerja di Jakarta (Foto: Antarafoto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Politik - Serangan terhadap Sekretaris Kabinet (Sekab) Andi Widjajanto dan Menteri BUMN Rini Soemarno terus dilakukan politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Usai Effendi Simbolon, kini serangan kembali dilontarkan anggota Komisi III DPR RI Masinton Pasaribu. Dalam sebuah diskusi mingguan di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Masinton menuding kedua orang tersebut berusaha menghalangi komunikasi antara Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Itu ada yang selalu membentengi dan siapa yang membentengi ada yang namanya AW dan RS itu. Nah, sekarang mereka anggota kabinet," kata Masinton dalam sebuah diskusi publik di Jakarta, Sabtu (7/2).

BACA JUGA: Politisi PDIP: Kritikan Effendi Simbolon Terhadap Jokowi Kurang Wajar

Legislator asal daerah pemilihan (dapil) DKI Jakarta II menambahkan, pengaruh kedua orang tersebut mulai terlihat saat keduanya ditunjuk sebagai deputi di tim transisi Joko Widodo. Saat berada di tim transisi itulah keduanya kerap memberikan masukan kepada Presiden Joko Widodo tanpa terlebih dahulu berkomunikasi dengan Megawati Soekarnoputri.

"Sekarang mereka di kabinet, cengkramannya makin kuat lagi untuk menjauhkan," sambung Masinton.

Masih kata Masinton, kedua orang tersebut bekerja untuk kepentingan bisnis dan meraup keuntungan semata. Keduanya sambung Masinton juga menjauhkan Presiden Joko Widodo dari aspirasi yang diiginkan publik. Masinton juga menudung kedua orang tersebut berpotensi kuat membajak program Nawa Cita yang sudah dicanangkan Presiden Joko Widodo.

"Itu orang yang memiliki watak dan karakter brutus. Brutus itu loyal di depan, tapi menikam dan membunuh paling awal," tandas Masinton.

BACA JUGA: Pengamat: Kritikan Effendi Simbolon Kepada Jokowi Dipicu Kekecewaan

Sebelumnya Effendi Simbolon juga menuding Andi Widjajanto sebagai orang pengkhianat. Tudingan juga dialamatkan kepada Rini Soemarno sebagai agen neo liberal. Bukan hanya itu Effendi menuding Rini bersama dengan kroninya akan menguasai 7 sektor energi di tanah air.

Untuk diketahui, Brutus atau Marcus Junius Brutus Caepio (85-42 SM) adalah seorang senator Roma yang merencanakan pembunuhan kaisar Roma Julius Caesar. Brutus sendiri berhasil menggalang konsolidasi dan kemudian akhirnya membunuh Julius Caesar pada 15 maret 44 SM yang kemudian mencetuskan perang saudara di Republik Roma. Brutus kemudian diadili oleh Senatus sebagai “pengkhianat” kerajaan. (bhd)

 

#Kritik Pedas #Rini Soemarno #Andi Widjajanto #PDIP
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Pengerahan Kapal RS Laksamana Malahayati ini merupakan tindak lanjut dan arahan langsung dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Indonesia
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Tidak ada satu pun pasal di dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang mengenal istilah partai koalisi, partai oposisi, shadow cabinet maupun partai penyeimbang.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Agustus 2026
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Olahraga
Semarak HUT ke-81 RI, Soekarno Cup 2026 Resmi Bergulir di Surabaya
Soekarno Cup 2026 resmi bergulir di Surabaya sebagai bagian peringatan HUT ke-81 RI, yang digagas Prananda Prabowo
Wisnu Cipto - Senin, 10 Agustus 2026
Semarak HUT ke-81 RI, Soekarno Cup 2026 Resmi Bergulir di Surabaya
Indonesia
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Memasuki agenda utama, sesi bedah buku autobiografi jilid 2 dan 3 ini dipandu langsung oleh jurnalis senior Bambang Harymurti yang bertindak sebagai moderator
Angga Yudha Pratama - Minggu, 09 Agustus 2026
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Indonesia
Dampak Putusan MK, PDIP Usulkan Anggaran MBG Rp 60 Triliun Tiap Tahun Dengan Target Terarah
Kelompok yang dinilai perlu menjadi prioritas, lanjutnya, meliputi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita yang berisiko mengalami gangguan gizi.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 31 Juli 2026
Dampak Putusan MK, PDIP Usulkan Anggaran MBG Rp 60 Triliun Tiap Tahun Dengan Target Terarah
Indonesia
Sambut 1 Abad Sumpah Pemuda, PDIP Luncurkan Wadah Aspirasi Pemuda 'Public Pulse 28'
Gagasan Public Pulse 28 sejatinya telah dirintis sejak 2024 sebagai ruang dialektika berkala.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Sambut 1 Abad Sumpah Pemuda, PDIP Luncurkan Wadah Aspirasi Pemuda 'Public Pulse 28'
Indonesia
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Peristiwa bersejarah itu pada hakikatnya menyasar elemen masyarakat bawah yang menyuarakan aspirasinya.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Peresmian monumen ini menjadi puncak peringatan 30 tahun insiden berdarah pada 27 Juli 1996 di kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Berita Foto
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Kudatuli dan tabur bunga di DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Didik Setiawan - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Monumen Kudatuli di Menteng. Peringatan 30 tahun tragedi 27 Juli 1996 yang menewaskan 5 orang, melukai 149, dan 23 hilang.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Bagikan