Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Politik Timur Tengah Sedang Bergejolak, Indonesia Diminta Hati-hati

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Selasa, 06 Februari 2018
Politik Timur Tengah Sedang Bergejolak, Indonesia Diminta Hati-hati

Hanafi Rais (ANTARA FOTO/Ismar Patrizki)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Wakil Ketua Komisi I DPR Hanafi Rais meminta pemerintah hati-hati dalam meratifikasi perjanjian kerja sama pertahanan atau 'Defence Cooperation Agreement' dengan Saudi Arabia karena harus memperhatikan faktor-faktor politik di kawasan Timur Tengah.

"Komisi I DPR memberi peringatan dini agar proses ratifikasi pertimbangkan dinamika yang mutakhir yang terjadi di internal Saudi Arabia dan Timur Tengah," kata Hanafi usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi I DPR dengan perwakilan pemerintah di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (6/2).

Dia mengatakan, ratifikasi DCA tersebut jangan sampai dipersepsikan lain oleh negara-negara di Timur Tengah yang sedang bersaing pengaruh dengan Saudi Arabia.

Menurut dia, jangan sampai keputusan ratifikasi dipersepsikan lain oleh negara di Timur Tengah yang sedang bersaing pengaruh sehingga malah Indonesia tertarik dalam arus pusatan konflik.

"DCA ini kan sifatnya low profile, non-politik dan non-aliansi militer taktis sehingga harus dijaga. Namun kami mendorong selain dengan Saudi, DCA juga dilakukan dengan negara Timur Tengah lainnya seperti Mesir dan Iran," ujarnya seperti dilansir Antara.

Politisi PAN itu mengingatkan bahwa Saudi memiliki semangat tinggi dalam menggalang kekuatan dengan negara manapun khususnya berpenduduk muslim dalam counter terorism.

Menurut dia, Indonesia tidak bergabung dalam aliansi tersebut karena bertentangan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yaitu bebas aktif.

"Faktanya ISIS sebagai gerakan radikal yang memunculkan aliansi counter terorism Saudi, kekuatannya menurun drastis di Irak dan Suriah," katanya.

Anggota Komisi I DPR Andreas Pareira mengatakan, ada variabel yang cepat berubah di kawasan Timur Tengah yaitu politik, terutama Saudi Arabia sebagai salah satu kekuatan di kawasan tersebut dan kompetitornya Iran.

Dia mempertanyakan apakah perubahan politik itu tidak berpengaruh pada target Indonesia dalam kerja sama pertahanan tersebut sehingga harus dilakukan secara hati-hati.

"Secara teknis oke, namun secara politis dengan perubahan politik yang tidak dapat diprediksi misalnya bagaimana cara pandang kita dalam melihat ISIS dengan pandangan Saudi. Itu jadi perhatian kita bagaimana jaga hubungan baik dengan negara Timur Tengah lainnya seperti Iran," katanya. (*)

#Arab Saudi #ISIS #Iran #Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Tertahan Sejak Maret, Kapal Pertamina Akhirnya Keluar dari Selat Hormuz
Keberhasilan tersebut juga merupakan buah dari dukungan dan komunikasi yang baik dengan otoritas terkait di Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 09 Juli 2026
Tertahan Sejak Maret, Kapal Pertamina Akhirnya Keluar dari Selat Hormuz
Dunia
Amerika Serang Iran, Aktivitas Pelayaran Selat Hormuz Nyaris Terhenti Lagi
Jika dibandingkan dengan periode konflik terbuka, maka jumlah kapal yang melintas biasanya kurang dari 20 kapal per hari.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 09 Juli 2026
Amerika Serang Iran, Aktivitas Pelayaran Selat Hormuz Nyaris Terhenti Lagi
Indonesia
Serangan AS Dalam 2 Hari ke Iran Tewaskan 14 Orang dan Melukai 78 Lainnya
Eskalasi dimulai setelah Amerika Serikat menuduh Iran menyerang tiga kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 09 Juli 2026
Serangan AS Dalam 2 Hari ke Iran Tewaskan 14 Orang dan Melukai 78 Lainnya
Indonesia
Delegasi Pemerintah ke Pemakaman Ali Khamenei Berangkat Kamis (8/7), Bawa Juga Ulama
Delegasi akan langsung berangkat ke tempat peristirahatan terakhir Khamenei untuk selanjutnya mengikuti pertemuan dengan Pemerintah Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 08 Juli 2026
Delegasi Pemerintah ke Pemakaman  Ali Khamenei Berangkat Kamis (8/7), Bawa Juga Ulama
Indonesia
Ketua MPR Ngaku Diutus Presiden, tak Pernah Ajukan Diri Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei
Muzani mengaku tidak pernah mengajukan diri untuk menjadi delegasi Indonesia dan tidak mengetahui pertimbangan khusus Presiden menunjuk dirinya.
Dwi Astarini - Rabu, 08 Juli 2026
Ketua MPR Ngaku Diutus Presiden, tak Pernah Ajukan Diri Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei
Dunia
Pemakaman Pemimpin Iran Ali Khamenei Lanjut di Irak, Jenazah Dibawa ke Karbala
Prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei berlanjut di Irak. Jenazah tiba di Najaf, disambut Presiden Iran dan PM Irak.
Wisnu Cipto - Rabu, 08 Juli 2026
Pemakaman Pemimpin Iran Ali Khamenei Lanjut di Irak, Jenazah Dibawa ke Karbala
Indonesia
Iran Tembakan Dua Rudal ke Kapal Komersial Melintasi Selat Hormuz
Dua pejabat AS menyebutkan, Amerika kemungkinan akan membalas dengan serangan terhadap target-target Iran menyusul serangan tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 Juli 2026
Iran Tembakan Dua Rudal ke Kapal Komersial Melintasi Selat Hormuz
Indonesia
Bambang Pacul Kritik Pengutusan Muzani ke Iran, Ketua MPR tak Bisa Langsung Diperintah Presiden
Presiden tidak bisa serta-merta menugasi Ketua MPR karena keduanya merupakan pemimpin lembaga negara yang memiliki kedudukan sejajar.
Dwi Astarini - Selasa, 07 Juli 2026
Bambang Pacul Kritik Pengutusan Muzani ke Iran, Ketua MPR tak Bisa Langsung Diperintah Presiden
Indonesia
Indonesia hanya Diwakili Dubes saat Penghormatan Ayatollah Khamenei, Menlu: Ada Berbagai Pertimbangan Teknis
Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengatakan Indonesia telah menerima undangan upacara penghormatan terakhir terhadap Khamenei.
Dwi Astarini - Selasa, 07 Juli 2026
Indonesia hanya Diwakili Dubes saat Penghormatan Ayatollah Khamenei, Menlu: Ada Berbagai Pertimbangan Teknis
Indonesia
Komisi I DPR: Kehadiran Indonesia di Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Perkuat Diplomasi
Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal (Deng Ical) mendukung rencana Menlu Sugiono dan Ketua MPR Ahmad Muzani menghadiri pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Iran.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 07 Juli 2026
Komisi I DPR: Kehadiran Indonesia di Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Perkuat Diplomasi
Bagikan