Polisi Tangkap Pemerkosa Pelajar di Papua

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Sabtu, 22 Juli 2017
Polisi Tangkap Pemerkosa Pelajar di Papua

Ilustrasi. (MP/Alfi Ramadhani)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kepolisian sektor (Polsek) Sentani Kota, berhasil menangkap DS (35) pelaku pemerkosa terhadap pelajar MY (16) di belakang kompleks perkantoran bupati Jayapura, Kabupaten Jayapura, Papua.

Kepala bidang (Kabid) hubungan masyarakat (Humas) Polda Papua Kombes Pol AM Kamal mengatakan, DS berhasil ditangkap anggota di lapangan tanpa perlawanan di rumahnya kompleks perumahan BTN Pemda Doyo, Kabupaten Jayapura, pada Jumat (21/7).

"Unit Opsnal Polsek Sentani Kota yang dibantu Satuan Intelkam Polres Jayapura dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Sentani Kota Ipda Aan Anwar bergerak ke rumah pelaku yang menurut informasi berada di BTN Pemda Doyo dan pada saat diciduk, pelaku tidak melawan petugas," kata Kamal di Papua, Sabtu (22/7).

Penangkapan itu, kata dia, berawal pada Kamis (20/7) pukul 10.50 WIT, korban MY datang ke Mapolsek Sentani Kota dengan masih menggunakan pakaian seragam sekolah melaporkan bahwa dirinya telah diperkosa di dalam mobil oleh pelaku.

"Jadi, korban MY ini, sepulang sekolah dijemput oleh DS dengan menggunakan mobil jenis Avansa dengan nomor polisi B 2793 BKX dengan dalih akan diantar pulang kerumahnya," katanya.

Selanjutnya, pelaku membawa koban pulang melawati Jalan Baru belakang Kompleks Perkantoran Kantor Bupati Jayapura, di mana jalan tersebut sangat sepi dilalui oleh kendaraan umum lainnya.

"Setelah pelaku mendapati lokasi yang sepi, maka pelaku langsung menyuruh korban untuk membuka baju pakaian. Namun, korban mencoba untuk memohon agar tidak di perkosa. Tetapi pelaku langsung mencekik korban dan mengancam akan membunuhnya, akhirnya korban tidak berdaya dan pelaku dengan leluasa melakukan perilaku bejatnya," katanya.

Terkait hal ini, Kamal mengemukakan korban telah dibawa ke RSUD Yowari Sentani untuk divisum dan kasusnya dilimpahkan ke Unit PPA Polres Jayapura karena korban masih di bawah umur.

"Diimbau kepada orang tua untuk lebih mengawasi anak-anaknya dalam beraktifitas di luar rumah, apalagi anak tersebut seorang wanita. Bagi anak-anak khususnya yang wanita agar lebih berhati-hati serta tidak cepat mengikuti ajakan orang yang tidak dikenal dengan dalih ingin mengantar pulang dengan menggunakan mobil," katanya. (*)

Sumber: ANTARA

#Kasus Pemerkosaan #Kekerasan Seksual Anak #Papua
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Personel TNI disebut mendapat serangan saat menjalankan operasi tersebut hingga terjadi aksi saling tembak.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Indonesia
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Saat peristiwa kontak senjata terjadi, Hermanus Hogajau-lah yang pertama kali menghujani Pasukan Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Bos OPM Egianus Kogoya komplain serangan pesawat Super Tucano di Nduga. Panglima TNI Agus Subiyanto tegaskan separatis wajib ditumpas habis!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Personel TNI juga menyita sejumlah barang dari lokasi, antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
 4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Pemerintah didesak untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil di Papua.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Indonesia
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengevakuasi korban lainnya.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Indonesia
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Yosina ditemukan bersama Demerina Uamang, 23, salah satu dari sembilan perempuan yang sebelumnya menjadi korban penculikan pada 17 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Indonesia
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Korban ditemukan dalam kondisi lemah di Kampung Bela 1, Distrik Alama, Kabupaten Mimika.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Indonesia
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Hingga saat ini masih terjadi perbedaan pandangan di tingkat daerah mengenai kriteria Orang Asli Papua dalam UU Otsus Papua.
Wisnu Cipto - Senin, 14 September 2026
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Bagikan