MerahPutih.com - Kepolisian Sektor Kebayoran Lama memastikan akan mengusut kasus dugaan tindakan asusila yang dilakukan sepasang muda-mudi di dalam taksi daring kawasan Cipulir, Jakarta Selatan, pada Selasa (10/2) malam.
Langkah awal penyelidikan dengan mengidentifikasi sopir taksi online, sebagai saksi kunci sekaligus pihak yang merekam kejadian melalui kamera dasbor (dashcam).
“Saya minta Kanit Reskrim untuk mencari tahu siapa sopir mobil tersebut untuk mencari tahu identitas anak muda-mudi ini,” kata Kapolsek Kebayoran Lama, Kompol Muhammad Kukuh Islami, saat dikonfirmasi media, dikutip Jumat (13/2).
Baca juga:
Video Gen Z Mesum dalam Taksi Online di Cipulir, Polisi Sulit Identifikasi karena Gelap
Identitas Pasangan Mesum Masih Misteri
Kukuh menegaskan polisi akan menindaklanjuti kasus ini sesuai aturan hukum yang berlaku. Namun, dia mengakui hingga saat ini masih kesulitan mengidentifikasi para pelaku.
Alasanya, karena kualitas rekaman video kamera dasbor (dashcam) mobil taksi daring kurang maksimal. "Karena lokasi (di dalam mobil) gelap," imbuh Kapolsek, dilansir Antara.
Kasus ini mencuat setelah rekaman kamera dasbor (dashcam) viral di media sosial. Dalam video, pasangan penumpang tampak melakukan tindakan tidak senonoh meski telah ditegur pengemudi.
Sopir Marah, Pelaku Minta Maaf
Bahkan, keduanya tetap cuek dan melanjutkan aksi sambil tiduran di kursi penumpang. Sopir lalu menaikkan suaranya untuk menghentikan perilaku tidak senonoh itu hingga akhirnya mereka meminta maaf.
“Lagi kena apes pada 10 Februari 2026. Ada Gen Z pesan Gocar masuk ke aplikasi. Kalau 'driver' perkosa penumpang pasti langsung ramai berita. Tapi kalau penumpang mesum di mobil kita, gimana ini jek/paman?” tulis sopir taksi daring di akun Instagram miliknya @azmirahmatzz. (*)