Kesehatan

Pola Makan Sehat tanpa Sayur

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 30 April 2021
Pola Makan Sehat tanpa Sayur

Tanpa sayur, pola makan sehat masih bisa diterapkan. (foto: Unsplash/yoav aziz)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

UMUMNYA nih, pola makan sehat selalu menempatkan sayur sebagai bahan makanan penting yang harus dikonsumsi setiap hari. Namun, bagaimana dengan mereka yang tidak suka sayur? Apakah masih bisa menerapkan pola makan sehat tana sayur?

Pada dasarnya, masih ada kemungkinan untuk menjalani pola makan sehat meskipun kamu tak suka sayur. Kamu bisa melakukan diet tanpa sayur disertai olahraga rutin harian. Berikut beberapa cara diet tanpa sayur yang bisa kamu ikuti.

BACA JUGA:

Berani Coba? Diet ala Zaman Prasejarah


1. Penuhi asupan protein dan serat dari bahan makanan lain

fish
Ikan bisa jadi sumber protein yang lezat. (foto: pixabay/ritaE)

Sayur dibutuhkan sebagai sumber serat harian bagi tubuhmu. Namun, jika tidak makan sayur, kamu bisa memperoleh serat dari bahan-bahan makanan lainnya seperti kacang atau biji-bijian.

Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan protein harian yang biasanya terdapat pada sayuran hijau seperti brokoli atau bayam, kamu bisa menggantinya dengan makanan seperti tempe, tahu, ataupun kentang. Penuhi juga asupan protein hewani dengan makan telur, daging ayam, daging ikan, dan boga bahari lainnya.


2. Cari bahan makanan rendah lemak

oliv oil
Pilih minyak zaitun yang rendah lemak. (foto: pixabay/stevepb)

Memang kebanyakan sayuran tidak mengandung lemak dalam jumlah tinggi. Meski begitu, kamu juga tetap harus memerhatikan asupan rendah lemak pada proses melakukan diet tanpa sayur ini.

Kamu bisa menggunakan bahan makanan rendah lemak seperti minyak kelapa ataupun minyak zaitun. Keduanya merupakan jenis minyak yang mengandung kandungan lemak jenuh yang sedikit.

Dengan mengonsumsi asupan rendah lemak, kamu juga bisa mencegah kenaikan kolesterol tubuh sambil mengurangi porsi lemak berlebih pada tubuh.


3. Konsumsi buah

buah berry
Ganti sayur dengan buah. (foto: pixabay/couleur)

Sebagai pengganti asupan sayur, kamu masih bisa mengonsumsi buah-buahan. Banyak buah yang mengandung gizi hampir sama setara dengan gizi sayuran. Meskipun tidak terlalu banyak jenis buah yang bisa kamu gunakan bersama dengan masakan, biasanya buah-buahan seperti nanas, mangga, lemon, bahkan avokad bisa menjadi bahan dasar saus atau sekadar sebagai pelengkap asupan diet tanpa sayur kamu.


4. Buat smoothies dengan campuran buah

smoothie
Ubah sayur menjadi smoothie. (foto: pixabay/tesaphotography)

Salah satu cara mudah untuk mengonsumsi sayur dan buah ialah dengan mengubah bentuknya menjadi smoothies atau jus. Kamu bisa mencoba mencampur sayur dengan buah favoritmu. Cobalah membuat jus buah terlebih dahulu, baru kemudian dicampur dengan sayur-sayuran. Usahakan tidak menggunakan tambahan gula yang berlebihan.


5. Konsumsi vitamin dan suplemen

vitamin
Caption

Sayuran diperlukan tubuh karena mengandung banyak manfaat dari gizi, vitamin, dan mineral. Bagi yang tidak suka sayur, kamu masih bisa mendapatkan sejumlah vitamin sayuran tersebut lewat vitamin serta suplemen tertentu. Pastikan juga untuk berkonsultasi dengan doktermu mengenai suplemen dan vitamin yang akan dikonsumsi.(*)

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Bagikan